Misi-Visi Keberhasilan Penerbitan

Posted on 19 Januari 2013. Filed under: Manajemen Editorial |

Penerbitan yang berhasil terus-menerus menjadi cita-cita dan harapan bagi pengelola media massa. Berhasil sekali terbit, kemudian tidak pernah diterbitkan lagi, boleh jadi semakin menunjukkan kegagalan pengelola atau personalia kerja media. Beberapa kasus kegagalan pengelolaan media sering jadi pelajaran berharga, entah media arus utama (media mainstream) entah media sekali terbit (biasanya untuk kepentingan promosi, baik dagang maupun kampanye partai politik). Cara mengelola media yang teratur terbit memiliki enam pokok jawaban. Berikut ini uraiannya.

Misi VisiAda enam unsur untuk memahami keberhasilan penerbitan terus-menerus. Keberhasilan ini berkaitan dengan manajemen editorial. Dalam hal ini, penerbitan media massa mengutamakan  misi yang hendak dicanangkan. Misi bertujuan memberikan semangat, mengendalikan efisiensi dan efektivitas kerja, serta mengusung bendera sebagai tujuan yang hendak dicapai oleh pengelola media.

Ibarat perantau yang hendak ke Jakarta sebagai ibu kota negara mengadu nasib, ia akan bertanya di manakah letak Jakarta? Di manakah Jakarta yang ia tuju persisnya? Kalau di Selatan Jakarta, ia menuju ke Jakarta Selatan. Kelurahan apa namanya, di jalan apa persisnya, nomor kantor atau rumah berapakah, lantas siapa pemilik rumah atau kantornya? Semakin detail tujuan yang hendak ia capai ketika hendak mengadu nasib ke Ibu Kota, semakin besar kemungkinan sukses yang bakal ia raih untuk mengadu nasib.

Demikian pula, pengelola media, misi pertama kali yang menjadi motivasi atau semangat kerja, patut jadi pegangan. Misi tertulis dalam akte pendirian perusahaan. Misi juga terpatri dalam benak setiap pekerja media. Misi jadi acuan atau kiblat yang membuat pekerja media tidak kehilangan arah misi. Semakin mendapat ingatan yang melekat bagi masing-masing pekerja media, semakin memperjelas pencapaian apa yang hendak menuntun setiap pekerja yang terlibat pada media. Karena itu, misi jadi pedoman, misi jadi pegangan, misi jadi “roh” yang menyemangati pekerja media demi mencapai tujuan yang pasti. Misi tidak bekerja sendirian. Ada arahan lain dari visi yang dapat mengarahkan misi, selanjutnya rancangan kerja, dan serbaneka usaha menuju keberhasilan penerbitan media. Misi dan visi demi keberhasilan penerbitan media massa tampak pada bagan berikut ini.

Misi-Visi Keberhasilan Penerbitan

Misi Visi Rancangan Kerja Sumberdaya Modal & Manusia Keterampilan Profesional Motivasi & Insentif Pengembangan Perubahan & Keberhasilan
Ya Tidak ada Ya Ya Ya Ya Pengembangan tanpa arah visi
Tidak ada Ya Ya Ya Ya Pengembangan tersendat-sendat
Ya Ya Tidak ada Ya Ya Ya Tidak efektif (pemborosan)
Ya Ya Ya Tidak ada Ya Ya Frustasi
Ya Ya Ya Ya Tidak ada Ya Perkembangan lambat & tidak kompetitif
Ya Ya Ya Ya Ya Tidak ada Keragu-raguan

*     Modifikasi dari model: American Productivity & Quality Center, Austin; dan Bul Penyami, Universitas Pelita Harapan, Jakarta, yang dikutip dari Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Era Globalisasi, Visi, Misi, dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020, oleh H.A.R. Tilaar, Penerbit Grasindo, 1997, hlm. 14.

 

 

Visi merupakan awal dari perubahan besar, sedangkan misi merupakan rumusan langkah-langkah sebagai kunci untuk mulai melakukan inisiatif yang mewujudkan, mengevaluasi dan mempertajam bentuk-bentuk kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pengelola media dalam visi. Atas dasar itu, rancangan (rencana atau plan) bagi pekerja media merupakan rencana aksi untuk mewujudkan misi yang dirumuskan, dijadikan pedoman, dijadikan pegangan. Untuk itu, pengelola media memerlukan sumber daya manusia  dan sumber daya modal untuk mendukung perwujudan rancangan kerja. Rancangan kerja dapat dioperasionalisasikan (diterapkan) oleh tim pekerja media melalui keterampilan profesional yang dapat menghasilkan kinerja dan kualitas tinggi. Motivasi dan insentif dengan sejumlah vitamin D atau Duit memadai, kemudian menjadi pendorong kegairahan kerja bagi siapa pun yang terlibat dalam organisasi penerbitan. Tujuan akhirnya, terus-menerus meningkatkan perubahan berkelanjutan dan keteraturan penerbitan.

Keterpaduan enam komponen keberhasilan semacam itu mendasari sejumlah cara mencapai keberhasilan pengelolaan penerbitan. Pada mulanya berasal usul suatu konsep keutuhan misi dan visi. Jika salah satu unsur hilang, hasilnya berupa pengembangan media tanpa arah, atau pengembangan tersendat-sendat. Lantas, terjadilah pemborosan, frustasi, perkembangan melambat dan tidak kompetitif, atau keragu-raguan.

misi visi 3Buku Gaya Selingkung

Pengurus atau personalia kerja media, selanjutnya perlu membuat buku pedoman (gaya selingkung/in-house style). Buku selingkung yang berguna bagi pekerja media yang menggantikan pengurus lama dalam suatu penerbitan. Isi pernyataannya berupa misi dan visi penerbitan, dilengkapi oleh tim dengan pedoman dan etika penerbitan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Atau yang berlaku pada komunitas sasaran penerbitan. Jadi, media massa yang berhasil terbit dengan rutin tidak lagi muncul alasan berhenti penerbitan, jika berganti pengurus. Karena pengurus yang dulu aktif, sedangkan yang sekarang melempem. Yang penting, buku pedoman tetap berguna bagi pengurus yang baru. Pengurus baru tinggal merevisi segala hal-ikhwal gaya selingkung yang lama, bila dianggap oleh pekerja media tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Dengan demikian, media yang bermisi dan bervisi jelas semakin lama semakin berkembang. Isi media juga tetap taat asas.

Atas dasar itu, pekerja media yang mengirim tulisan untuk media massa, selain mempelajari kebijakan redaksional, ternyata ia juga wajib mengetahui keberhasilan penerbitan sebagai sasaran tulisannya. Perhatian atas tingkat keberhasilan pengelolaan penerbitan menjadi cara pencapaian tujuan tulisan. Dengan demikian, manfaat penerbitan yang berhasil sungguh-sungguh dialami dan dirasakan baik oleh pekerja media.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: