: Telaah Kritis Fenomena PDS HB Jassin

Posted on 31 Maret 2011. Filed under: Sastra Teknologi Informasi&Komunikasi |

Hans Bague JassinFungsi sosial media efektif manakala respons masyarakat terhadap pemberitaan melahirkan reaksi. Tanpa media yang memberi data dan fakta memadai, respons masyarakat tersembunyi. Dalam fenomena Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin peran media menunjukkan daya pengaruh yang jitu. Elemen masyarakat dari segala lapisan dan golongan bergerak pada tujuan: “Selamatkan PDS HB Jassin!” sebelum ajal menjemput menjadi “RIP PDS HB Jassin”. Adakah peluang memperbaiki pusat dokumentasi sastra terbesar di Tanah Air itu? Mampukah data dan dokumentasi diselamatkan oleh masyarakat bangsa dan Negara RI, sebelum tergerus habis?
 
PDS HB Jassin menyimpan dokumentasi sastra terlengkap di Tanah Air. Dalam kenyataannya, data dan fakta kekayaan masyarakat bangsa dan Negara RI ini belum terekspose oleh media massa secara masif. Meski sejak 1976 kian membawa manfaat bagi masyarakat. Sejak itu, masyarakat memaknai dengan memanfaatkan lembaga sastra PDS HB Jassin. Dalam tempo singkat opini masyarakat terbentuk berupa mitos bahwa sastra lengkap tersedia di PDS HB Jassin. Namun, masyarakat yang membentuk komunitas sastra dan intelektual muda justru semakin nihil.

Dalam kurun waktu puluhan tahun semakin dirasakan bahwa PDS HB Jassin mengalami kesulitan keuangan untuk operasionalisasi sehari-hari. Gangguan muncul bukan dari pencinta sastra yang mengunjungi PDS HB Jassin, melainkan kesulitan dana operasional yang menyebabkan lembaga ini sedianya ditutup. Lembaga satu-satunya sebagai pusat koleksi karya sastra di Indonesia ini berlokasi di belakang Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Saat ini media digital publik semakin merambah ke pelbagai lapisan dan golongan masyarakat. Kecenderungan berubahnya pola baca masyarakat berhadapan dengan media digital. Secepat-cepatnya di luar kendali, masyarakat merespons media digital bersastra yang sedemikian masif. Model dokumentasi dengan kertas beralih pada media nirkertas. Jadilah perubahan daya baca karya sastra bukan lagi pada lembaran kertas, melainkan daya serap karya sastra berupa puisi atau prosa yang tersebar beralih bentuk digitalisasi dunia maya. Ruang dan waktu untuk berekspresi melalui blog pribadi, situs jejaring sosial, mickroblogging atau situs web, dipadati oleh masyarakat yang hendak menyebarluaskan karya sastra. Sastra lembaran kertas beradaptasi pada sastra nirkertas. Agaknya, fenomenai (“penampakan” realitas) sastra bergeser pada dunia maya. Karya sastra jika hendak dilihat dari ruang budaya media massa cetak semakin tergerus. Karya sastra nirkertas melalui media massa dunia maya justru meningkat.

Semakin padat dan ramai pesan-pesan komunikasi sastra nirkertas, semakin tampak kesulitan PDS HB Jassin bergerak melalui media konvensional. Dampak yang menyertai kesulitan semakin membuat banyak pekerja media mulai melirik cara-cara berkomunikasi yang tidak biasa. Dalam tempo singkat, kepedulian pada keberlangsungan PDS HB Jassin dapat menyentuh hati nurani masyarakat melalui koin untuk PDS HB Jassin. Donatur yang digalang dari media berinteraksi dalam bentuk dana untuk PDS HB Jassin. Koin kepedulian media memiliki kecepatan respons masyarakat. Media massa semakin menunjukkan ciri khas yang bersinergi dengan pesan pengalaman masyarakat. Masyarakat langsung merasakan kebenaran pesan yang disampaikan. Karena unik,  koin untuk PDS HB Jassin dapat menimbulkan pengaruh two ears one mouth. Komunikasi antarpribadi menjadi medium efektif.

Proses komunikasi berhasil mewujudkan aksi koin untuk PDS HB Jassin sebagai respons pesan yang disampaikan oleh media. Tanpa respons media, sekian lama PDS HB Jassin seolah-olah tanpa dana. Sejak 1976 tahun demi tahun PDS HB Jassin tetap kesulitan mendanai operasionalisasi lembaga. Fenomena PDS HB Jassin sebagai pusat dokumentasi terpenting di negara ini perlu diwujudkan melalui perkembangan dokumentasi termutakhir. Proses komunikasi tak berjalan efektif manakala  kesulitan dana tanpa pesan efektif melalui media. Media massa bukan suatu utopia manakala menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap PDS HB Jassin.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “: Telaah Kritis Fenomena PDS HB Jassin”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

kita harus peduli terhadap karya-karya sastra pak, selama ini energi kita terkuras untuk sepakbola yang tidak membawa hasil apa-apa, kecuali tawuran


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: