: Kembali ke Panas Alam

Posted on 19 Oktober 2010. Filed under: Karangan Khas |

Merasa panas kian membara jadi kebiasaan. Meski sebelumnya rasa panas tidak dihiraukan. Saat ini, panas membara jadi pilihan. Rasa kantuk pun menyergap. Serentak. Tak ada pilihan untuk menhindari panas

Panas suhu politik di kalangan pemerintah dapat dipadamkan, panas mentari bercuaca ekstrem, siapa yang sudi jadi pemadamnya.

Atas dasar itu, sikap manusia menghadapi sengatan panas mentari hendaklah bersabar hati. Menerima kenyataan pada zaman yang berubah dengan musim yang berganti.

Di ruang tanpa penyejuk ruang (AC), di luar ruang mencari pohon tinggi besar! Itulah rahasia alami. Panas untuk alam!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: