Beatlemania yang Awet hingga Kini

Posted on 21 April 2010. Filed under: Karangan Khas |

Mendengarkan lagu pemuda dari Inggris tahun 60-an terasa nuansa lamanya awet di telinga. Iringan musik rancak dengan entakan pemain apa adanya sebagaimana adanya. Tak ada kolaborasi musik yang campur-campur. Meriah, ramai, apalagi berbaur dengan serbaneka jenis musik yang memekakkan telinga. Begitu itulah perbedaan pada umumnya untuk menilai kebanyakan jenis musik pada zaman dulu dengan masa kini.

Begitu sederhananya. Kesederhanaan yang bermuara pada olah pikir dan rasa. Semuanya berlangsung sangat cepat. Konon, pada awal 1963 tercatat sebuah grup, The Beatles namanya. Grup ini masih bermain di kelab-kelab kecil atau mengadakan pertunjukan sebagai babak pembuka acara dari grup band yang lain.

Rekaman perdana The Beatles bertajuk “Please-Please Me” yang beredar di Inggris. Lagu ini menjadi top hits pada anak tangga lagu-lagu populer di Inggris. Anak tangga lagu-lagu populer tetap mencatat daftar dari piringan hitam terlaris. Pada lagu-lagu awalnya, The Beatles sudah terdengar agak spesial.

Grup ini memiliki dua penyanyi utama — John dan Paul — yang tahu persis cara berduet dengan vokal dan irama serasi. Lagu-lagunya selalu memiliki perpaduan yang enak didengar. Vokalis grup ini semangat banget, meriah, tatkala berdendang dengan berteriak-teriak pada akhir bagian lagunya. Semangat ini berlangsung terus-menerus.

Dalam perkembangannya, The Beatles mampu menjual sebuah pertunjukkan dalam waktu hanya setengah jam. Grup ini menjadi sangat populer hingga penggemarnya mengejar-ngejar sampai ke manapun perjalanan tur musik. Ada sebuah harian dari Inggris yang menyebut dengan caranya sendiri untuk melukiskan kegemparan ini. Sebutan itu akrab terpatri hingga kini. “Beatlemania” sebutannya. 

Akan tetapi, di negeri Abang Sam, The Beatles belum dikenal. Lagu pertama di Amerika kurang berhasil. Lantas, grup ini menandatangani kontrak dengan Capitol Records yang dianggap terlalu lamban untuk meluncurkan lagu baru. Brian mengangkat telepon dan berteriak kepada manajer perusahaan rekaman itu, “I Want to Hold Your Hand.” Teriakannya ternyata menjadi hits. Brian sudah membuktikan bahwa lagu itu menduduki anak tangga teratas.

Pada 7 Februari 1964, Beatlemania mengguncang Amerika. Guncangan itu berlangsung saat pesawat yang mengangkut empat pemuda gugup tiba di Bandara Kennedy, New York City. John, Paul, George, dan Ringo datang ke Amerika untuk pertama kali. Belum pernah ada bintang penyanyi rock yang datang dari Inggris. 

Di Amerika Serikat, ketika The Beatles turun dari tangga pesawat, ribuan remaja berteriak histeris. Fansnya muncul untuk menyambut grup ini di bandara. Ternyata cewek-cewek The Beatles mendorong-dorong pagar besi yang memisahkan dirinya dari pesawat. Tangisan tersedu-sedu membahana saat John, Paul, George dan Ringo keluar dari pesawat. Segelintir penggemar bahkan pingsan ketika The Beatles melambai-lambaikan tangan.

Di bandara, The Beatles menggelar konferensi pers. Para juru warta telah terbiasa mendengarkan jawaban-jawaban sopan dari bintang rock-and-roll. Bahkan Elvis Presley menyapa juru warta dengan panggilan “Pak”. Namun, The Beatles bergurau. Salah seorang juru warta memohon The Beatles untuk melantunkan lagu yang hits. “Kami perlu uang dulu,” ujar John. Jawaban spontan ini membuat kebanyakan orang tertawa geli. Segera saja juru warta itu mencatat setiap kata yang diucapkan oleh The Beatles.

Pada kesempatan lain, The Beatles memainkan lima lagu dalam acara “The Ed Sullivan Show”. Pentas itu membawa kesan mendalam, peristiwa yang tercatat dalam sejarah. Lebih dari 73 juta “beatlemania” di seluruh pelosok negeri itu menonton persembahan grup legendaris ini. Jumlah itu lebih dari separuh penduduk Amerika. Pertunjukan The Beatles banyak menjual habis tiket konser, termasuk di Carnegie Hall yang terkenal di Manhattan.

Seluruh perhatian beatlemania ini juga membantu kepopuleran band-band Inggris di Amerika. The Rolling Stones, the Animals, the Kinks, the Dave Clark Five, Herman’s Hermits, dan Freddy and The Dreamers, sebagai contoh. Grup-grup dari Inggris jadi ikut terkenal setelah The Beatles. Pers menjuluki semua itu sebagai  “Invasi Inggris”. Beberapa dari grup-grup itu juga berasal dari Liverpool. Musik yang baru dijuluki “Merey Soud,” yang dinamai seperti Sungai Mersey, yang mengaliri Liverpool.

Beatlemania bukan hanya berarti menjual habis tiket konser (atau membuat peringkat atas piringan hitam atau jeritan anak-anak gadis atau cowok-cowok yang berambut panjang), melainkan juga The Beatles menjadi milik anak-anak era tahun enampuluhan, sama seperti Frank Sinatra. Tahun 1964, The Beatles membuat film pertama, A Hard Day’s Night. Banyak adegan dalam film itu yang memperlihatkan band itu tengah berlari menjauh dari serbuan para penggemar. Album ini menjadi hits.

Saat ini, John, Paul, George, dan Ringo bukan lagi empat cowok dari Liverpool, melainkan “Empat Legenda” — bahkan lebih besar dari Elvis Presley. Inilah dua lagu yang hits, awet hingga kini — penuh inspiratif yang mencerahkan.

YESTERDAY
oleh Beatles

Yesterday,
All those backups seemed a waste of pay
Now my database has gone away
Oh I believe in yesterday…

Suddenly,
There’s not half the files there used to be
And there’s a milestone hanging over me
The system crashed so suddenly
I pushed something wrong
What it was I could not say
Now all my data’s gone and I long for yesterday-ay-ay-ay

Yesterday,
The need for back-ups seemed so far away
I knew my data was all here to stay
Now I believe in yesterday

IMAGINE
oleh John Lennon

Imagine there’s no Windows
It’s easy if you are try
No fatal errors or new bugs
To kill your hard drives

Imagine Mr. Bill Gates
Leaving us in peace !
Imagine never ending hard disks
It isn’t hard to do
Nothing to dell or wipe off
And no floppy too

Imagine Mr. Bill Gates
Sharing all his money
You may say I’m a hacker
But I’m not the only one
I hope some day you’ll joint us
And your games will fit in RAM

Imagine 1-Giga RAM
I wonder if you can
No need for left-shifts or setups
And no booting again and again

Imagine all the systems
Working all life-time!
You may say I’m a hacker
But I’m not the only one
Maybe someday I’ll be a cracker
And then I’ll make Windows run.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: