Percepatan Kurikulum dalam Iptek

Posted on 16 Desember 2009. Filed under: Makalah |

 

Kurikulum yang Mempercepat Penguasaan Iptek

Tajuk “Peran Kurikulum dalam Mendukung Percepatan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” disampaikan oleh Diah Harianti, Kepala Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas di Jakarta. Peran kurikulum itu berkaitan dengan perubahan kurikulkum untuk mendukung perkembangan iptek, standar isi yang mendukung iptek, kurikulum tingkat satuan pendidikan yang luwes, dan pembelajaran yang mengaktifkan siswa.

 

Diah Harianti menjelaskan pertama, perubahan kurikulum untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek seperti berikut ini. Namun, terlebih dahulu ia menjelaskan definisi kurikulum.
Kurikulum, katanya, adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Atas dasar itu, hendaknya dicermati tentang perubahan kurikulum yang bertujuan  antara lain untuk menyesuaikan dengan perkembangan iptek. Selain itu, bukan hanya kurikulum 1975; 1984 dan 1994 yang sarat dengan content, melainkan juga guru dan buku paket menjadi sumber belajar utama. Pada bagian lain, ada kurikulum berbasis kompetensi atau KBK dan kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP. Pada KBK dan KTSP berkaitan dengan content yang diusahakan dikurangi, sumber belajar tidak hanya guru dan buku paket saja, teknologi internet memudahkan siswa mengakses sendiri semua ilmu pengetahuan yang diperlukan.

 

Pada kesempatan ini, Diah Harianti mengurai standar isi yang mendukung iptek.

Merujuk pada tujuan pendidikan nasional, pasal 3 UURI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuannnya untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang :beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk itu, perlu diketahui pengelompokan mata pelajarannya, seperti kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran iptek, kelompok mata pelajaran estetika, kelompok mata pelajaran jasmani, olar raga, dan kesehatan.

Dalam kaitan dengan kelompok mata pelajaran iptek dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan atau kejuruan, teknologi informasi dan komu nikasi, serta muatan lokal yang relevan.

 

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

SKL SATUAN PENDIDIKAN

SKL KLP MATA PELAJARAN

SKL MATA PELAJARAN

STANDAR KOMPETENSI (SK)

KOMPETENSI DASAR (KD)

 

Kurikulkum satuan pendidikan yang luwes, ternyata berhubungan erat dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

  • Adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
  • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai dengan:
  • Satuan pendidikan
  • Potensi daerah/karakteristik daerah
  • Sosial budaya masyarakat setempat
  • Kebutuhan dan kondisi Peserta didik
  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh sekolah dan Komite sekolah
  • Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, utamanya adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

 

Adapun pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah mengacu pada visi dan misi sekolah, pengembangan perangkat kurikulum  (a.l. silabus), pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar, pemantauan dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik, berkolaborasi secara horizontal, dengan:

  1. Sekolah lain,
  2. Komite Sekolah,
  3. Organisasi Profesi

Berkolaborasi secara vertikal, dengan:

  1. Dewan, dan
  2. Dinas Pendidikan

 Akan tetapi, perubahan pada kegiatan belajar mengajar berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, kontekstual, menyediakan pengalaman belajar yang beragam, dan belajar melalui berbuat.

Bagian penting lain menurut Diah Harianti berfokus pada penilaian kelas. Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. Selain itu, berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara.

Dilakukan a.l. melalui portfolios (kumpulan kerja siswa), products (hasil karya), projects (penugasan), performances (unjuk kerja), paper dan pen (tes tulis), dan pelaksanaan remedial yang dilakukan kepada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Penilaian kegiatan remedial dapat berupa tes maupun penugasan yang lain. 

Pelaksanaan pengayaan dilakukan terhadap siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar dapat berbentuk tugas-tugas individual yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa. Selain itu, dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun diluar jam efektif. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan. 

Pada bagian akhir berkenaan dengan pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik. Untuk itu, perlu dipahami pengertian belajar aktif. Cara belajar siswa aktif adalah pendekatan belajar-mengajar yang lebih mengutamakan kegiatan intelektual atau mental di mana peserta didik tidak hanya menerima apa yang diajarkan tapi harus berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar dan bertanggungjawab terhadap kegiatan belajarnya, dengan cara: mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, menilai atau membuktikan serta dapat memecahkan masalah.

Peserta didik belajar dari guru, bahan/buku pelajaran, teman sebaya dan lingkungannya secara efektif dan bermakna.

Prinsip dasar belajar aktif

  1. Mengerti tujuan dan fungsi belajar;
  2. Melayani perbedaan individual, minat, kemampuan khusus serta membantu kesulitan belajar;
  3. Memanfaatkan berbagai pengorganisasian kelas serta bentuk belajar sesuai dengan kegiatan belajar mengajar yang diperlukan (klasikal, kelompok besar, kelompok kecil, berpasangan, individual);
  4. Mengembangkan kemampuan untuk berfikir logis, kritis, kreatif, secara mandiri dan berkelompok;
  5. Ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik dengan adanya pajangan hasil kerja, perpustakaan kecil dsb.;
  6. Memanfaatkan lingkungan sebagai bahan kajian dan sumber belajar, baik lingkungan alam, sosial, budaya, narasumber dsb.;
  7. Umpan balik untuk meningkatkan kegiatan belajar.

 Contoh Kegiatan yang mengaktifkan peserta didik

  1.  
    1. Menggubah syair lagu dan menyanyikannya,
    2. Menciptakan permainan,
    3. Berdiskusi (bertanya, menjawab, mengambil kesimpulan, mendengar penjelasan, mengajukan gagasan),
    4. Menggambar,
    5. Mengarang dan bercerita (prosa, puisi, pantun, komik, dsb),
    6. Mengamati persamaan dan perbedaan ciri suatu benda,
    7. Membuat rangkuman,
    8. Merencanakan dan melakukan percobaan,
    9. Merencanakan dan melakukan wawancara,,
    10. Merencanakan dan melakukan penelitian sederhana,
    11. Membuat ramalan dan berekstrapolasi,
    12. Membuat jurnal, buku harian dsb,
    13. Membuat laporan,
    14. Berceramah,
    15. Membuat poster,
    16. Membuat model,
    17. Membuat grafik, diagram dsb.,
    18. Membuat kamus,
    19. Menulis artikel ilmiah populer, dst.

 

Diah Harianti sampai pada kesimpulan bahwa secara konsep, kurikulum yang digunakan saat ini sangat mendukung pengembangan penguasaan iptek. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran yang mendukung percepatan penguasaan iptek memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama pelaku pendukung iptek.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Percepatan Kurikulum dalam Iptek”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

terimaksih banyak infonya.. bisa nanbah referensi…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: