Laskar Pelangi: Antara Buku dan Film

Posted on 24 Desember 2008. Filed under: Berita | Tag:, , |

Ternyata tetaplah berdayatarik tinggi manakala mahasiswa memperbincangkan “Laskar Pelangi: Antara Buku dan Film”, seperti yang menjadi topik diskusi oleh Pamusuk Eneste, 57 tahun, editor senior, pengarang buku “Novel dan Film” di Universitas Negeri Jakarta, Jumat (19/12/08), pukul 15.00—17.00. Berikut ini uraian ikhtisar diskusinya.

1. Umum
Buku                                                                 Film
1. Media utama kata-kata.                       1. Media utama gambar.
2. Bisa dibaca di mana saja.                    2. Ditonton di bioskop.
3. Cerita ada dalam imajinasi.                3. Cerita di depan mata (visual).
4. Pembaca harus membaca.                  4. Penonton tinggal duduk.

5. Lebih lengkap; sampai ke detail.      5. Lebih ”miskin” dari buku.
6. Dibuat oleh pengarang.                        6. Dibuat oleh sutradara.

2. Khusus
1. Buku
1. Masa penceritaan: dari SD sampai dengan SMP (sembilan tahun, hlm. 355).
2. Guru SD Muhammadiyah hanya dua orang: Pak Harfan dan Bu Mus.
3. Lintang membawa pensil dua warna (merah dan biru) dan buku tulis dengan tiga garis.
4. Ikal membeli kapur pada Bab 17 ”Ada Cinta di Toko Kelontong Bobrok Itu” (hlm 190—214) dilukiskan sangat detail.
5. Keikutsertaan SD Muhammadiyah ikut acara 17 Agustus dilukiskan secara detail pada Bab 18 (hlm 215-230) dan 19 (hlm 231—248) mulai dari persiapan hingga acara berlangsung.

Antara Buku dan Film

Pamusuk Eneste tentang Laskar Pelangi: Antara Buku dan Film

 

6. Bab 20 (hlm 249—272) acara masyarakat Cina (”Mang Sui”) dan pertemuan Ikal dan A Ling. Pertemuan mereka dilakukan di dekat kelenteng, kemudian dilanjutkan di ”lapangan rumput sekolah nasional” (hlm 270–271).
7. Tinggi A Ling 175 cm (hlm. 269).
8. Ketika hendak mengikuti acara Cerdas Cermat di Tanjong Pandan, semua murid SMP Muhammadiyah naik truk (hlm. 367).
9. Tidak diceritakan Pak Harfan meninggal.
10. A Kiong menikah dengan Sahara dan A Kiong berganti nama menjadi Nur Zaman (hlm.465—466); Lintang jadi sopir truk (hlm. 468); Flo jadi guru TK di Tanjong Pandan (hlm.474); Syahdan jadi manajer (hlm.479); Mahar jadi pengarang (hlm. 489); Kucai jadi politisi/anggota DPRD (hlm.490); Ikal di mana dan jadi apa? (hlm. 492—494).

Utdjen Djusen, Pengajar Bahasa Indonesia dengan pembawa acara diskusi "Laskar Pelangi"

Utdjen Djusen, Pengajar Bahasa Indonesia dengan pembawa acara diskusi "Laskar Pelangi"

3. Film
1. Cerita hanya sampai SD.
2. Guru SD M tiga orang: Pak Harfan, Muslimah, dan Pak Bakri.
3. Adegan Lintang dengan pensil gambar tidak ada.
4. Adegan Ikal membeli kapur sangat sederhana.
5. Keikutsertaan SD Muhammadiyah dalam acara 17 Agustus lebih sederhana; —> tidak sedetail buku.
6. Pertemuan Ikal dan A Ling dilakukan di dekat toko Sinar Harapan.
7. A Ling tidak tinggi (175 cm), tapi hanya sepantar Ikal.
8. Ketika hendak mengikuti acara Cerdas Cermat, tokoh Lintang naik sepeda.
Teman-teman Lintang degdegan menunggu di ruangan karena Lintang terhalang oleh buaya.
9. Ada adegan Pak Harfan meninggal dunia.
10. Dua belas tahun kemudian, tidak banyak ditampilkan adegan mengenai anggota Laskar Pelangi dalam film. Lintang ditampilkan jadi kuli angkut di pasar. Lalu ditampilkan putri Lintang yang bersekolah di SD Negeri.

Diskusi "Laskar Pelangi" yang marak di UNJ.

Diskusi "Laskar Pelangi" yang marak di UNJ.

4. Buku Dulu atau Film Dulu?

Mana yang dilakukan lebih dulu: membaca bukunya atau menonton filmnya?
Jawaban atas pertanyaan ini tidak tunggal.
1. Tergantung dari kepentingan kita: mau membaca (buku) atau mau menonton (film)?
2. Bisa mana saja: membaca dulu, baru menonton film. Sebaliknya juga bisa: menonton filmnya dulu baru membaca bukunya.
3. Kalau ingin menikmati cerita yang lengkap, bacalah bukunya terlebih dahulu.

Berikut ini data dari Kelas Penerbit 5, jurusan Penerbitan di Politeknik Universitas Indonesia.
N = 23 orang (Laki-laki = 9, Perempuan = 14)

Moderator dan pembicara tengah menyimak pertanyaan mahasiswi.

Moderator dan pembicara tengah menyimak pertanyaan mahasiswi.

Daftar Pertanyaan

1. Siapa yang sudah membaca buku Laskar Pelangi?

2. Siapa yang sudah menonton film Laskar Pelangi? 

3. Siapa yang membaca buku Laskar Pelangi dulu baru menonton filmnya?

4. Siapa yang menonton film Laskar Pelangi dulu baru membaca bukunya?

5. Siapa yang sudah membaca buku Laskar Pelangi, tetapi belum menonton filmnya?

6. Siapa yang sudah menonton film Laskar Pelangi, tetapi belum membaca bukunya?

Moderator tengah menyampaikan tema diskusi di aula UNJ.

Moderator tengah menyampaikan tema diskusi di aula UNJ.

 

Antusiasme mahasiswa UNJ berdiskusi tentang Laskar Pelangi.

Antusiasme mahasiswa UNJ berdiskusi tentang Laskar Pelangi.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: