Antisipasi Perubahan Ekonomi Global

Posted on 5 Desember 2008. Filed under: Berita |

Krisis finansial yang diikuti oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga minyak dunia memerlukan langkah-langkah antisipatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan memaksimalkan peran sumber daya migas nasional, demikian Dr. Kurtubi, S.E., MSp.,MSc., pengamat perminyakan.

Pengelolaan dengan dasar UU Migas No. 22/2001, ujar Kurtubi terbukti tidak efisien, merugikan negara dan juga tidak mendorong investasi. “Padahal, sumber daya diperut bumi relatif masih besar,” tegas pensiunan Pertamina yang dilahirkan di Kediri Lombok, 9 April 1951.

Direktur Center for Petroleum and Energy Economics atau CPEES ini melalui tayangan salindia bertajuk “Antisipasi Perubahan Ekonomi Global: Perlu Upaya Pengelolaan SDA Migas yang Efisien” pada Seminar Akademik Tahunan Ekonomi, Rabu 3/12/08 di Hotel Nikko, Jakarta, mengurai bahwa pengelolaan dengan dasar UU Migas juga mengaburkan status kepemilikan negara atas sumber daya alam minyak dan gas atau SDA Migas sehingga menghilangkan peluang untuk memaksimumkan manfaat kekayaan negara bagi kepentingan ketahanan ekonomi nasional.

Karena struktur pasar BBM dalam negeri bukan merupakan struktur pasar
persaingan, kata Kurtubi, maka kebijakan harga BBM lebih tepat menggunakan: Average Cost Pricing (mengacu kepada Biaya Pokok BBM). Marginal Cost Pricing yang mengacu kepada harga pasar persaingan BBM di pasar international (acuan MOPS Plus) baru diterapkan kaiau struktur pasar BBM dalam negeri sudah bukan monopoli lagi.

Untuk mengurangi defisit APBN, tegas pengajar program pascasarjana FEUI sebaiknya standard penghitungan besaran subsidi BBM menggunakan standard biaya pokok (BP) BBM Pertamina. Sebab BP BBM Pertamina lebih rendah dan harga BBM pasar persaingan di pompa bensin sebelum pajak (acuan MOPS Plus), serta dapat mendorong Pertamina lebih efisien a.I. karena struktur dan besaran cost BBM Pertamina pasti akan dilaporkan ke publik.

Atas dasar itu, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, maka perkiraan besaran harga bensin di pompa bensin Indonesia sebelum dikenai pajak negatif (subsidi) adalah sekitar 0.24. Lantas, berapakah nilai proven reserves minyak dan gas nasional saat ini?

Kurtubi, 57 tahun menjawab pertanyaan itu dengan asumsi harga minyak sebesar US$50/bbls dan harga gas sekitar US$8/mmbtu, dan jumlah proven reserves (P1) minyak mentah: empat miliar barel dan gas sekitar 120 tcf. Oleh karena itu, perkiraan kasar nilai proven reserves dari kekayaan migas nasional saat ini adalah sekitar:
Minyak = 4 miliar x US$50 = US$200 M.
Gas = 100 miliar mmbtu x US$8 = US$800 M

Kurtubi menggarisbawahi bahwa diperlukan kajian yang intensif tentang berapa nilai proven reserves ini serta kemungkinan untuk dimonetasi.

Dengan investasi resources dikonversi menjadi reserves melalui investasi eksplorasi. Kemudian resources yang besar, tidak ada artinya kalau tidak ada investasi karena berisiko tinggi dan butuh modal besar dan teknologi, maka sebaiknya uang negara tidak dipakai untuk investasi sektor hulu. Untuk itu, diperlukan peraturan perundang-undangan yang investor friendly. “Pengelolaan berdasarkan UU Migas No. 22/2001 tidak efisien dan tidak investor friendly serta tidak memaksimumkan perolehan negara dari sektor migas.”

UU Migas tidak efisien, jelas Kurtubi karena tertalu birokratik, proses investasi menjadi sangat panjang, Jumlah karyawan BP Migas lebih lima kali jumlah karyawan BKKA/Dit.MPS Pertamina, Pajak semasa eksplorasi bertentangan dengan Production Sharing Contract, Penjualan migas bagian negara yang berasal dari kontraktor harus melalui Pihak ketiga. BP Migas sebagai BHMN, tidak memiliki Majelis Wall Amanat/Dewan Komisaris, BP Migas tidak bisa mengoperasikan/mengambil alih blok-blok produksi yang sudah selesai masa kontraknya. “Apabila terjadi kecelakaan, penanggulangannya sangat tidak efisien,” ujar Pengamat Perminyakan, Kurtubi.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: