Prospek Pasar Modal Indonesia bagi Investor

Posted on 9 November 2008. Filed under: Berita |

Mau tak mau masyarakat bangsa dan negara RI mengalami krisis. Dalam krisis ini, perilaku investor sulit dikendalikan. Serta-merta ia mengambil keputusan bahwa yang terpenting sekarang memiliki uang kontan. Saat krisis, ia menjadi tidak rasional. Peduli amat dengan orang lain, yang terpenting mencari untung untuk diri sendiri, meski di tengah penderitaan orang lain. Berlomba mencari untung agar harga turun menjadi daya tarik tersendiri. Lantas, bagaimana cara menyiasati krisis global? Dengan menghentikan pasar dan memperkecil penurunan yang bertujuan menyadarkan investor bahwa perbuatannya merugikan diurai oleh Hary Suwanda, Pejabat Eksekutif Tertinggi Lumen Capital Resources pada “Prospek Pasar Modal Indonesia di Tengah Gejolak Finansial Dunia Ditinjau dari Sudut Pandang Investor” di Jakarta (7/11/08).

Fakta #1

Long Term Investment

Selama bertahun-tahun, sebagian besar investor memiliki suatu anggapan bahwa investasi jangka panjang/long term investment lebih aman dibandingkan dengan trading jangka pendek/short term trading.

Salah satu hipotesis atas anggapan ini karena konsep ini dipopulerkan dengan kenyataan bahwa manusia terkaya di dunia sekarang ialah Warren Buffett. Ia mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari pasar modal/saham dengan cara melakukan investasi secara jangka panjang. Selain itu, ternyata banyak orang yang turut sukses memperoleh kekayaan dengan cara yang sama. Faktanya, ada begitu banyak long term investor lain yang sedemikian sukses. Sebut saja misalnya investor jangka panjang terkenal di dunia Peter Lynch (Fidelity Management & Research Co) dan Sir John Templeton (Templeton Growth, Ltd.), serta banyak long term investor yang lain.

Fakta #2

Pengaruh Pasar Modal US

US stock market adalah pasar modal yang paling berpengaruh terhadap pasar modal dunia. Sedemikian besar pengaruhnya sehingga timbul suatu pepatah: “Ketika US market bersin saja, maka seluruh pasar modal di belahan dunia lain keesokan harinya akan menderita demam”.

Pada kenyataannya, kondisi ini benar-benar terjadi sehingga mengakibatkan hal apa yang terjadi di Amerika, kondisi pasar modal di Indonesia juga mengalami. Akibatnya, sentimen investor Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat dipengaruhi oleh apa yang terjadi di Bursa Global, terutama AS.

Fakta #3

Krisis Global

Semua Krisis Global yang terjadi saat ini diawali dari krisis Subprime Mortgage Problem. Krisis ini pertama kali mencuat pada 22 Juni 2007. Saat itu, Bear Stearns Company Inc. (BSC) terpaksa harus meminjam sebesar USD 3.2 miliar. Pinjaman ini digunakan untuk menebus salah satu reksadana Bear Stearns High-Grade Structured Credit Fund. Sementara itu, pada saat yang bersamaan mereka juga sedang terlibat negosiasi dengan bank lain untuk menyelamatkan reksadana mereka yang lain, yakni Bear Stearns High-Grade Structured Credit Enhanced Leveraged Fund.

Bear Stearns Company Inc. yang berdiri sejak 1923, pada akhirnya tidak bisa diselamatkan. Pada 17 Maret 2008, perusahan ini akhirnya terpaksa harus dijual kepada JP Morgan Chase seharga USD 10.- per lembar, jauh di bawah angka 52 week high yang pernah dicapainya, yakni USD 133.20 per lembar. Namun, masalah ternyata tidak berhenti di situ. Pada awal 2008, terungkap fakta bahwa banyak investment bank AS yang juga mengalami kerugian luar biasa seperti BSC.
Pada 15 September 2008, Lehman Brothers, Investment Bank yang berdiri sejak 1850 mengajukan Chapter 11 alias pailit. Sesudah itu, berturut-turut Washington Mutual, Wachovia Securities, satu per satu mengakhiri riwayatnya di bulan September 2008.

Goldman Sachs dan Merrill Lynch, dua investment bank terbesar di AS, terpaksa mengubah status menjadi retail banking. Kasus Subprime Mortgage, kredit macet di sektor properti AS, ternyata membawa malapetaka kehancuran pada sektor finansial AS. Ketika ada perusahan yang bangkrut, otomatis perusahan tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja massal atas karyawan-karyawannya. Sejalan dengan itu, The Fed sudah berusaha untuk mengatasi semua masalah ini dengan terus-menerus menurunkan suku bunga secara drastis. Mulai 4.25% di awal tahun 2008 hingga hanya satu persen pada FOMC terakhir 28–29 Oktober 2008. Namun, pada kenyataannya, ekonomi AS masih tetap terkontraksi, resesi tidak terelakkan. Tingkat pengangguran tetap meningkat. Kini mencapai titik tertinggi, sementara sektor manufaktur terkontraksi hingga titik terendah. Satu-satunya yang masih bertahan hanyalah sektor jasa. GDP (Growth Domestic Product) memberikan angka negatif selama dua quarter berturut-turut. Hal seperti inilah yang sesuai dengan keyakinan investor (Wall Street), angka GDP negatif selama dua quarter berturut-turut adalah RESESI. Kesemuanya membawa dampak pada bursa global dan pengaruh yang dibawa mulai awal tahun 2008, IHSG mengalami crash pertama.
Fakta #4

Cara Menentukan Long Term Investment atau Short Term Trading

First five trading days in Wall Street most of the time will give direction of where the market will go through out the year.

Ada satu survai alias data statistik yang menyatakan bahwa pergerakan pasar modal dalam waktu setahun akan terpapar dengan jelas dari lima hari pertama trading di awal tahun tersebut. Faktu ini sangat konsisten dan memberikan akurasi lebih dari sebesar 90% (diambil dari Lumen Trader Agenda 2008). Pada lima hari pertama di Wall Street tahun 2008, pasar modal mengalami crash yang cukup dalam. Hal ini juga menjadi penanda awal bahwa pasar akan mengalami krisis di tahun 2008.

Fakta #5

Pada saat Great American Depression 1929–1930, ada begitu banyak investor mengalami kerugian bahkan bangkrut. Namun, satu orang justru berhasil mengantongi profit yang luar biasa. Jesse L Livermore, The Boy Plunger–The Great Bear of Wall Street. Profit USD tiga juta pada Market Crash 1907, mengalami loss besar antara 1908–1912. Memasuki 1929, mengantongi posisi short selling yang luar biasa besar dan Market Crash 1929. Hal ini membuatnya berhasil mengantongi profit USD 100 juta.

Warren Buffett memulai investasinya pada zaman yang sama sekali berbeda; ketika Amerika mengalami Bull Market yang paling luar biasa sepanjang sejarah AS. Dengan demikian, bila kondisi market sedang dalam masa Bear Market, maka jadilah seorang Jesse Livermore yang ahli dalam bidang speculator atau short term trader, sedangkan jika Bull Market, maka jadilah seorang Warren Buffett yang memiliki spesialisasi sebagai long term investor.
Pejabat Eksekutif Tertinggi atau Chief Executive Officer (CEO) Lumen Capital Resources, Hary Suwanda menyimpulkan, pemilihan long term investing atau short term trader seharusnya tergantung dari analisa kondisi pasar.

• Jika kondisi pasar bullish, fundamental ekonomi bertumbuh, maka long term investment.

• Jika kondisi pasar bearish, fundamental ekonomi kontraksi atau resesi, maka short term trading.

Yang dimaksud dengan short term trading adalah dalam melakukan trading, trader bergantung pada suatu sistem yang bahkan bisa dibuat secara otomatis dengan menggunakan pemrograman (robot). Sistem ini digunakan oleh trader yang mencari posisi untuk beli atau jual berdasarkan teknikal analisa (technical analysis). Technical analysis merupakan suatu studi untuk mempelajari pergerakan harga berdasarkan historical prices dari suatu instrumen. Karena indikator untuk technical analysis ini sangat banyak, justru dengan menggunakan indikator yang sederhana dan awam seperti MACD, Moving Average, Stochastic, trader akan terkejut bahwa sistem inilah yang justru dapat menyelamatkan portfolionya dari kondisi market yang seperti ini.

Seminar Nasional dengan Ketua, Dra. Margaretha Harsono, ME dan Sekretaris, Synthia Madya, SE berlangsung sejak pukul 8.00 hingga pukul 16.00 WIB. Seminar diadakan di Gedung Yustinus Lantai 15, Unika Atma Jaya, Jakarta. Moderator Drs. Satrio Prasetyo, ME. Peserta yang ikut seminar terdiri atas mahasiswa Unika Atma Jaya dan masyarakat umum. Peserta dari mahasiswa memperoleh Satuan Kredit Partisipasi atau SKP sebesar satu poin. Seminar ini wajib bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya yang mengambil mata kuliah Analisa Laporan Keuangan atau ECA 309, Manajemen Investasi atau ECA 310/EMF 342, Manajemen Keuangan atau ECA 206, dan Manajemen Keuangan I atau ECM 201.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Prospek Pasar Modal Indonesia bagi Investor”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

kira-kira ada sanksi ga ya bagi orang-orang yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengeruk keuntungan pribadi dan menyengsarakan negara?
http://ichwansusanto.kompasiana.com

How are you?.. useful post. I publish on your blog because you apparently may be able to help me. I know, it’s not the exactly exactly area to post but … I want to find a absolutely free hosting service that accept Perl and CGI. Do you know a super hosting provider , better a super free hosters database or something like that… etc. for what I wish ??? only another thing: Do you know totally free ads free hosting ?? How have you built your website ? See you

I savour, cause I discovered exactly what I was having a look for.

You have ended my 4 day lengthy hunt! God Bless you man.
Have a nice day. Bye. Darrel Low-priced and also Safeguarded
for twitter account.
Darrel for less along with fast, Get Real Supporters to your account.

If you would like to Darrel, we can easily help you!

Thanks for finally talking about >Prospek Pasar Modal Indonesia bagi Investor | johnherf <Liked it! Erwin without giving your own username and password or perhaps next other individuals.
get more followers without having offering your current code or perhaps adhering to some others.
how to buy twitter followers along with improve your sociable existence.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: