Sambut Hari yang Fitri

Posted on 17 September 2008. Filed under: Berita |

Sambut sukacita lebaran dengan semarak hati yang damai. Persiapkan dengan matang kedatangan lebaran dengan pikiran dan perasaan yang lapang. Berserah diri, berpasrah hati, dan bersyukur. Oleh karena itu, sebagaimana sejarah lebaran pada tahun-tahun silam, kesibukan meningkat luarbiasa. Mewarnai sisi-sisi kehidupan masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia.
Sambut hari yang fitri.

Sambut hari yang fitri.

Boleh jadi tradisi Lebaran untuk bersilaturahim menjadi peristiwa yang sakral. Penuh pesona lahir dan batin. Persiapan diri jauh-jauh hari direncanakan sebaik-baiknya. Bakalan terjadi libur panjang menyambut mudik sebagai peristiwa setahun sekali yang massal.

Tempat kerja sehari-hari di perkantoran akan sepi-lengang. Tenggat penerbitan media massa sudah dimajukan jadwalnya. Seluruh armada kerja atau personalia kerja ekstraketat membagi-bagi beban atau tanggung jawab. Persiapan edisi khusus Lebaran sebagai salah satu tema besarnya. Di sekolah-sekolah yang biasanya sesak dengan lalu-lalang anak sekolah plus guru dan tenaga staf sekolah tengah asyik mensyukuri peristiwa yang sarat rahmat.

Bagi pemudik yang terbiasa pergi-pulang kampung, persiapan yang memadai yang hanya mengulang-ulang juga sudah terjadwal. Setiap tahun semua Ayah dan Ibu menjadi mafhum, berjiwa besar ikutan membantu “mbak”-nya anak-anak, bersama-sama mensucikan diri, kembali ke khittah. Semua kebutuhan di perjalanan ikut dipersiapkan. Tanggalkan yang tidak diperlukan seraya memperbaiki yang diperlukan.

Pekerja kantoran atau pekerja informal di sektor riil turut menyemarakkan suasana ramadan menjelang Idul Fitri. Serbaneka penganan dipersiapkan. Lebaran bagi pekerja bermakna melebarkan rentangan tangan. Meraih seluas-luasnya dunia yang damai. Mencapai cita-cita luhur lagi mulia. Oleh karena itu, pekerja yang biasa membantu pekerjaan rumah tangga, biasanya jauh lebih siap ketimbang “tuan rumah”-nya. Sekali setahun masa bekerja di kota-kota besar di Tanah Air, sejenak terhenti. Roda ekonomi patut berhenti sembari menimba kembali hal-hal baik untuk menjadi lebih baik di kemudian hari. Kini tiba waktunya di hari yang fitri bersilaturahim. Berkumpul dengan anggota keluarga yang lain. Bercerita. Bercengkerama. Saling berbagi kasih, berbagi kepedulian, dan berbagi rezeki. Tali silaturahim antarsaudara hanya terjaga manakala ada kepedulian tinggi, saling menjaga hati, menghibur yang berkekurangan, mengingatkan yang berkelebihan untuk beramal. Sambutlah hari yang fitri dengan rentangan kedua tangan seluas-luas dunia.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Sambut Hari yang Fitri”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

Selamat Idul Fitri, Pak. Semoga kembali ke fitrah.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: