Negeri Ajaib yang Sangat Indah

Posted on 5 September 2008. Filed under: Apa&Siapa |

Tandus, terjal, gurun gersang yang tak bersahabat, itu pada awal sebuah negara yang tidak memiliki keindahan. Jelek, kusam, jauh dari lirikan negara tetangga, apalagi kunjungan wisatawan akan terkenang pada sebuah negeri dongeng. Namun, seiring perubahan visi dan misi bagaimana membangun negara yang mandiri, kini semua pandangan tertuju pada negara yang disebut-sebut “Tidak ada yang mustahil di Dubai”. Air laut diubah menjadi air tawar bak tanah surga ketika tongkat, kayu dan batu menjadi tanaman. Demikian perjalanan Widarti Gunawan, Pemimpin Redaksi “Pesona” (September 2008).

Ia menggarisbawahi bahwa kita tidak memerlukan seribu satu malam. “Hanya dalam empat hari tiga malam kami sudah menikmati negeri Arab yang paling modern,” tulis Mbak Arti, panggilan akrab Widarti Gunawan.

Dubai membuat makmur rakyatnya. Dubai identik dengan kekayaan minyak bumi, seperti di negeri Arab yang lain. Dugaan ini dipastikan bagi siapa pun yang pertama menginjakkan kaki di Dubai. Namun, siapa sangka perolehan minyak hanya ditemui pada 1966, dan sumber minyaknya diperkirakan habis pada 2010.

Pada kurun waktu dua puluh tahun terakhir, Dubai berkembang paling cepat di seluruh dunia. “Bersama seorang teman yang ahli di bidang finansial, kami mampir di Dubai — dalam perjalanan pulang dari Eropa,” lanjut Mbak Arti seraya menambahkan, “Selain ingin membuktikan sendiri kehebatan negeri ajaib ini, … siapa tahu harga branded items di sini lebih murah.”

Dalam perjalanan city tour dengan pemandu tur, Mbak Arti mencatat bahwa Dubai sebagai negeri paling menonjol di antara ketujuh negara Saudi yang lain. Wilayahnya mencapai 3.885 kilometer persegi. The Creek sebagai salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika bepergian ke Dubai City.

Ada lagi, masjid Jumeira yang dikenal sebagai masjid kebanggaan Dubai. Masjid ini dibangun untuk memberikan pengertian yang lebih baik antara sesama muslim dan saling menghormati perbedaan agama (serta budaya yang lain). Lokasi masjid di Al Jumeira Road. Ini contoh masjid bagus yang berarsitektur Islam modern, yang menjelaskan sendi-sendi agama Islam dan kebudayaan Arab. Keindahan masjid dan besarnya kota-kota tampak semakin indah di malam hari. Kilauan cahaya berpendar-pendar menyoroti bentuk relief. Tiap Kamis masjid dibuka untuk umum.

Julukan Dubai sebagai “The Shopping Capital of the Middle East” sangat cocok dengan citarasa beberapa produk luks yang berharga lebih rendah daripada di negeri asalnya. Lokasi Spice Souk merupakan lokasi asli sejak zaman dahulu kala. Bentuk pasar sangat sederhana dan tidak unik. “Menurut saya tak ada bedanya dengan pasar Beringharjo di Jogjakarta. Pasar antiknya juga sejenis dengan pasar di jalan Surabaya, Jakarta yang jauh lebih menyenangkan karena tidak umpel-umpelan,” tambah Mbak Arti seraya menuliskan, baik di pasar antik Dubai maupun di jalan Surabaya, tetap saja kita harus waspada karena benda antik asli dan tiruan bercampur jadi satu.”

Souk Madinat Jumeirah merupakan ikon Dubai karena berbentuk mirip badan sebuah dayung kapal layar. Kompleks yang terhubung antara hotel, vila, pertokoan, restoran dan sungai buatan perahu Arab ini merupakan transportasi khusus bagi penghuni hotel. Arsitektur ini merupakan interpretasi modern atas pasar tradisional Arab. Bangunannya mewah. BerInterior unik. Berkombinasi kayu dan kaca patri. Barang yang dijajakan berupa produk tradisional Arab. “Saya menyebut Dubai sebagai The City with 1001 Malls.”

Mbak Arti mengisahkan lagi bahwa mal di Dubai banyak sekali menerapkan sistem one-stop-shopping. Rata-rata memiliki pasar swalayan, restoran, serbaneka tempat hiburan anak, orang dewasa, dan keluarga. Ditambah dengan bank, bioskop, dan tempat parkir yang luas. Bersafari ke gurun Sahara yang memakan waktu tempuh 50 kilometer dari pusat kota juga menjadi cerita lain yang mengasyikkan jika bepergian ke tempat safari di Dubai.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: