Hukum Alam Jadi Metode Dahsyat Karyawan Superproduktif

Posted on 28 Agustus 2008. Filed under: Berita |

Ada serbaneka rahasia yang mendongkrak kinerja karyawan untuk semakin produktif. Daya dongkrak ini menjadi andalan karena mencapai produktivitas seratus persen ke atas. Untuk itu, sumber daya manusia dan modal, wajib memiliki kunci untuk meraih promosi dan puncak karier, meski dengan waktu yang cepat dan dahsyat. Siapakah trainer yang menawarkan konsep jitu mendongkrak kinerja karyawan untuk semakin produktif itu?

Sebut saja namanya Herry Tjahjono. Ia menjabat sebagai corporate culture therapist dan corporate human resources (HR) pada grup Agung Sedayu, Jakarta. Ia menawarkan diri melalui serbatalenta yang dimilikinya kepada karyawan dari pelbagai golongan eksekutif atau profesional bisnis. Tulisan manajemen gagasan-gagasannya kerap menjadi polemik pada serbaneka ulasan motivator jempolan, seperti konsep HR driven, HR culture, corporate culture management. Oleh karena itu, ia kerap disebut Corporate Culture Therapist dan Budayawan HR. Selain itu, ia menjadi penulis buku Becoming XO Employee” (Ubah Nasib Anda sebagai Karyawan Sekarang Juga!) yang menyampaikan konsep melalui sejumlah metodologi DaHSyaT.

Menjadi karyawan luarbiasa melalui metode “DaHSyaT” (yang diakronimkan dari kata Derap, limpAH SYukur, pikaT) bagi Herry Tjahjono, Corporate HR Director dan Corporate Culture Therapist terasa begitu mumpuni. Direktur HR dari salah satu perusahaan properti yang tengah berkembang pesat di Ibu Kota ini akrab dengan tema yang berurusan dengan budaya perusahaan. Untuk itu, budaya perusahaan bukan hanya dijadikan wacana atau visi dan misi, melainkan juga budaya perusahaan dapat diwujudkan dengan terukur dan dipertanggungjawabkan hasilnya.

Menurut Herry Tjahjono mengelola budaya perusahaan sebagai nilai menghasilkan sesuatu yang bisa diukur sehingga HR menjadi mitra strategis demi kelangsungan bisnis perusahaan. Untuk itu, pengalaman yang paling menarik, ketika gagasan kreatif mengenai corporate culture management diakui dan diterima oleh orang lain secara luas. Ia tidak mengklaim gagasannya sebagai orisinalitas atau konsep baru miliknya. Herry Tjahjono hanya mencoba mengadopsi konsep itu dari almarhum A.M. Dewabrata, wartawan Kompas.

Penjabaran tema-tema pokoknya berkaitan dengan kunci meraih promosi atau puncak karier dan peningkatan penghasilan dengan cepat dan dahsyat; rahasia mendongkrak produktivitas hingga di atas seratus persen; bagaimana menjadi “GREAT EMPLOYEE/XO EMPLOYEE”; karyawan yang berkinerja luarbiasa di atas batasan job description, job accountability dengan segenap key performance indicator-nya. Ia aktif menjelaskan tema-tema itu dengan sikap win-win relationship manakala kondisi itu bukan hanya menjadi “win” bagi karyawan, melainkan juga “win” bagi perusahaan!

Pada bagian lain, ia mengurai langkah-langkah menemukan: the Best in Me, BB goal, dan employee mindset management sebagai bekal untuk melahirkan karya-karya dan tujuan hidup atau karier yang terbaik dalam pekerjaan!

Di hadapan sebagian besar karyawan yang asyik menyimak presentasinya, Kamis 28/8, pukul 9.00—11.00 WIB di Palmerah, Jakarta, Herry Tjahjono melanjutkan bahwa cara menjadi karyawan sukses sejahtera superproduktif intinya mengaktifkan metode DAHSYAT”, sebuah metode ampuh menurut empat Hukum Alam, khusus bagi karyawan, seperti (1) Hukum Derap, (2) Hukum Limpah, (3) Hukum Syukur, dan (4) Hukum Pikat.

Hukum Derap (Law of Rhythm) artinya segala sesuatu di alam semesta bekerja berdasarkan irama tertentu, dan di balik irama itu tersimpan kekuatan dahsyat.

John Assaraf: The ocean has a great deal to teach you. The rhythms of life!

Sifatnya: (1) Indah, (2) Harmoni. Tugasnya: (1) Fokus pada BB goal atau visi dan misi, (2) Selaraskan à go with the flow!, (3) Jangan melawan irama itu!

Hukum Derap: (1) Ketukan musik: kekuatan dibalik keindahan! (2) Surfing: upaya minimal, hasil maksimal! (Ikuti irama (turun) dengan upaya stabil (meningkat), maka sikap fatalis atau arogan tidak terjadi.

Hukum LimpaH (Law of Abundance): Segala sesuatu sudah tersedia secara berkelimpahan, dan kelimpahan itu berisikan segala hal terbaik.

Sifatnya: (1) Tak terbatas, (2) Murah hati. Tugasnya: (1) Fokus pada BB goal/visi misi, (2) Selaraskan à agree dan accept! (3) Jangan pakai mentalitas kekurangan!

Hukum limpaH: US$ 7.000.000 (1) Creation: abundance mentality, meningkat-tumbuh-maju (2) Competition: scarcity mentality, kalah-menang

Inklusif, jangan eksklusif!

Positive influencer

Hukum Syukur (Law of Gratitude): Segala sesuatu terhubung dengan semesta besar, dan hubungan itu menjadi pipa saluran untuk menerima semua yang terbaik.

Sifatnya: (1) cepat (2) sukacita; Tugasnya: (1) Fokus pada BB goal/visi misi (2) selaraskan à obey dan disiplin (3) sukacitakan semesta, syukur untuk hal terkecil.

Wallace D. Wattles: Banyak karyawan mengatur hidup dengan benar dan bekerja keras sedemikian rupa, tetapi tetap miskin karena tidak adanya perasaan syukur!

Amirah Hall: Mulai dengan perasaan syukur (research à employee à complaint).

Mulai dengan hal terkecil (we never give anything!)

William Arthur Ward: Feeling gratitude and not expressing it. Is like wrapping a present and not giving it! Disiplin, Passion, Bekerja sesuai dengan company’s values. Hidup di dalam company’s values (A. Farmery)

Hukum pikaT (Law of Giving): segala sesuatu dimulai dengan memberi hanya untuk memberi, dan dari sanalah berbagai mukjizat penerimaan terjadi!

Vered Neta: Sekadar berkat dalam hati, hukum pikaT bangun! Sifat: (1) otomatis (2) tulus. Tugas: (1) fokus pada BB goal (2) selaraskan à join (3) ciptakan naluri memberi.

Herry Tjahjono menggarisbawahi konsep hukum dahsyat itu dengan mengingatkan adanya virus konsekuensi logis. “Juara sejati? Atau hadiah uang? Inilah hambatan, tantangan, godaan bagi olahragawan, mahasiswa, dosen, presiden, karyawan, rohaniwan. Semuanya memiliki pencapaian hidup,” ujarnya seraya mengingatkan hakikat manusia seperti yang disampaikan melalui tayangan salindia berikut ini.

Kodrat manusia: (1) James Rohn: tumbuh, sukses, sejahtera, bahagia selama di dunia à supernormal/XO/GREAT, (2) Ouspensky: orang normal yang sanggup “menjadi” à supernormal/XO/GREAT

Seandainya seseorang terpanggil untuk menjadi tukang sapu, maka seharusnya ia menyapu sebagaimana halnya Michelangelo melukis, atau Beethoven menuliskan komposisi musiknya, atau Shakespeare menuliskan puisinya.

Ia seharusnya menyapu sedemikian baiknya sehingga segenap penghuni Surga atau bumi berhenti sejenak untuk berkata, “Di sini telah hidup seorang penyapu jalan yang begitu hebat. Yang melakukan pekerjaannya dengan demikian baik.” (Martin Luther King)***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: