Narkoba pada Anak

Posted on 23 Juli 2008. Filed under: Berita |

Memaknai hidup dan kehidupan demi pendidikan anak menuju keberhasilan kerap dibela-belain amat bagi orang tua. Apa pun permintaan anak, bagaimanapun sulitnya memenuhi permintaan anak, ternyata bagi orang tua hanya soal mudah. Kemudahan ini jadi mengejutkan manakala semua ada apa pun bisa dikerjakan oleh anak. Di kemudian hari, anak baru ketahuan bahwa ia kecanduan narkoba. Beritanya jadi sangat mengejutkan bak halilintar di siang bolong. Kabar anak terkena narkoba sungguh-sungguh memilukan hati orang tua. Bagaikan jatuh tertimpa tangga, orang tua dua kali mengalami derita saat anaknya terjangkit narkoba. Pertama, perasaan cemas-gelisah mengatasi si narkoba yang merasuki diri anak. Kedua, perasaan cemas-gelisah mengatasi rasa malu yang menjadi gunjingan para tetangga dan kerabat di sekitar. Dosa siapakah gerangan hingga azab ini melanda kehidupan yang awalnya cerah-ceria bebas nestapa?
Narkoba pada Anak Cegah Sejak Dini

Narkoba pada Anak Cegah Sejak Dini

Ikrima Nurfikria mengemukakan survei yang dilakukan oleh National Institute on Drug Abuse di Amerika Serikat tahun 2000 kepada mayoritas murid kelas 4 dan 5 SD. Hasil penelitian itu menggarisbawahi bahwa peran orang tua sangat besar dalam menginformasikan seputar narkoba, minuman keras, dan seks. Oleh karena itu, orang tua perlu membekali dengan informasi, seperti yang disampaikan oleh dokter Iskandar Irwan Hukom, Sekretaris Jenderal Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Veronica Colondam, CEO YCAB (femina nomor 30).

Menurut Petty Siti Fatimah Tunjungsari, Pemimpin Redaksi femina, fakta yang disajikan tidak menjadi pemicu kekhawatiran berlebihan untuk orang tua yang memiliki putra-putri. “Justru menjadi bahan pemikiran dan menggerakkan keinginan untuk berbicara dengan sesama orang tua baru dan melakukan pencegahan paling tepat.”

Masalah narkoba pada anak-anak misalnya, lanjut Petty Siti Fatimah Tunjungsari, dari perbincangan dalam talkshow femina & friend, ada pelajaran penting bisa dipetik. “Tantangan terbesar orang tua masa kini adalah tetap rasional dan berkepala dingin di tengah serbuan informasi yang sebagian sampah belaka. Rumor dan desas-desus tak perlu dicemaskan, tapi kewaspadaan harus tetap ada,” ujarnya.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: