Kartunis Mengkritisi Dunia Hijau

Posted on 15 Juli 2008. Filed under: Berita |

Eko-munikasi (Pameran Kartun Juara)

Eko-munikasi (Pameran Kartun Juara)

Apakah dunia yang bersih, indah, penuh kenyamanan dan ketenteraman bagi makhluk hidup terancam punah? Siapa yang menjadi biang keladi kepunahan serbaneka keindahan dan kenyamanan hidup di dunia ini? Kapan ancaman kepunahan suatu dunia yang sesak dengan serbaneka kebutuhan makhluk hidup ini mulai terjadi? Kenapa makhluk hidup di dunia ini mulai meratapi dunia yang akan hilang? Bagaimana mengembalikan habitat makhluk hidup ke alam yang bersih, penuh kenyamanan dan ketenteraman yang jauh dari ancaman punah? Jawaban atas serbaneka pertanyaan yang mengemuka penuh keprihatinan ada pada enam kartunis yang berpameran selama tujuh hari di Bentara Budaya Jakarta (11—17 Juli).

Temanya berjuluk “Eko-munikasi (Pameran Kartun Juara)” menampilkan enam kartunis yang mumpuni. Peduli pada lingkungan. Dari kalangan muda hingga orang tua. Mulai dari Gerardus Mayla Sudarta, Hanung Kuncoro, Jitet Koestana, Muhammad Nasir, Didie S.W., hingga Tommy Thomdean.

Kenapa kartunis juara yang memamerkan karyanya? Menurut Efix Mulyadi, Penyelia Bentara Budaya, keenam kartunis ini sering menang di dalam bermacam kompetisi ternama di berbagai negeri. “Sudah tentu karya-karya pemenang ini memiliki mutu yang tinggi,” tulis Efix Mulyadi, Wartawan dan Pengelola Bentara Budaya pada Pengantar Pameran Kartun Juara.

Simaklah karya-karya asli atau salinan yang dikopi dari karya asli yang memboyong gelar juara berikut ini.

Keran air tanpa tetesan air mengalir dengan selubung hutan terjal kering kerontang mendapat judul “Menanti”. Duka nestapa mendalam, air mata mengalir deras, memuncrat, menyembur dengan lidah menjulur memiliki judul “Air Mata Sidoarjo”. Dunia yang hilang, melenyap, melesap, penuh kegelapan, tiada berdaya duduk di kursi roda seorang penderita yang menyiapkan dunia baru tampil berjuluk “Reborn”. Gurita sebagai perlambang kota besar yang siap menerkam dunia hijau demi warga kota besar tampil bertajuk “Urban Legend”. Keempat karya itu menyentuh hati dan rasa-perasaan mendalam, merasuk ke relung hati, siap menyapa suksma untuk menyentuh hati manusia yang berakal daripada makhluk hidup yang lain. Demikian gaya Tommy Thomdean yang dilahirkan di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juli 1980. Sejak 2005, ia bekerja sebagai ilustrator di harian Kompas.

Bahu-membahu merupakan sifat dasar manusia manakala terjadi krisis air (Water Crisis). Krisis bermula pada anomali cuaca ekstrem yang membuat bumi semakin panas (New Evolution). Sebagai alat bukti hancurnya habitat ikan yang hidup di dasar laut ketika menyemburkan barang pecah belah dari nelayan (Carrying a Pace). Demikian Didie S.W. menyampaikan pesan kartunnya. Sejak 2003, ia bekerja sebagai ilustrator harian Kompas.

Gunung Pencaharianku merupakan kartun Muhammad Nasir. Ia dilahirkan di Kendal, Jawa Tengah, 18 Februari 1968. Sejak 1995, ia bekerja sebagai ilustrator di tabloid Bola. “Paru-Paru Sakit”, “Tanah Airku Menunggu Waktu”, “Tak Tersisa”, “Hutan Mebel” merupakan kepedulian terhadap lingkungan yang digoreskan dalam rupa kartun.

Seorang pembesar yang Diikat Mimpi, Seandainya ini Indah, Revolusi Hijau, Rewriting History, Semburan Kematian, dan Future Children merupakan ciri khas kartun Jitet Koestana. Ia dilahirkan di Semarang, 4 Januari 1967. Kini bekerja sebagai karikaturis dan ilustrator harian Kompas.

Hanung Kuncoro yang dilahirkan di Purwodadi, 5 Maret 1961 menyampaikan pesan tentang Pembalak Liar, Ozon, dan Bike to Work. Yang terakhir ini menjadi tren hidup dan kehidupan warga dunia sejak krisis bahan bakar minyak. Sementara itu, Gerardus Mayla Sudarta yang bergabung di harian Kompas sejak 1967 menyampaikan pesan Tawa Terakhir dan Inikah Bumiku?***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: