Berutang yang Produktif

Posted on 11 Juli 2008. Filed under: Advertorial |

Boleh berutang asal produktif.

Boleh berutang asal produktif.

Urusan utang-piutang sungguh-sungguh melelahkan, entah fisik entah psikis. Padahal, kalau mau bebas finansial sebetulnya jauh lebih nyaman dan hidup lebih terjamin ketimbang sehari-harinya dalam jeratan utang. Namun, pola hidup dan tuntutan warga Ibu Kota sering sulit bebas utang. Apalagi sekarang berlomba-lomba suku usaha yang profitable menyerbu konsumen dari segala penjuru. Tak ada lagi ruang yang memadai kalau orang mau bebas utang. Tak ada lagi waktu untuk menimbang-nimbang perlukah barang yang ingin dimiliki segera dibayar dengan kartu utang. Pengelola kartu utang pun berlomba-lomba menawarkan bebas ongkos tahunan, bebas ongkos persentase bayar utangan, atau kebebasan lain yang mengiming-imingi konsumen agar terikat pada penawaran yang menjanjikan. Liputan khas femina 10–16 Juli menawarkan “Boleh Berutang Asal Produktif: Apa Saja” yang menarik. Berikut ini resumenya.

Ada utang jahat, ada utang baik. Kenali cermat, agar tak hidup dililit utang, tapi tetap tak punya apa-apa, demikian teras berita liputan khas di bawah judul “Biarpun Ngutang Hidup Tetap Damai”. Menurut Perencana Keuangan, Chairman, International Association of Registered FInancial Indonesia, Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE, RFC bahwa utang yang baik adalah utang yang produktif. Artinya, uang hasil berutang digunakan untuk membeli barang yang nilainya terus naik seiring waktu dan inflasi. Utang baik juga berlaku, bila uang hasil berutang digunakan untuk membeli barang yang bisa memberi pemasukan, yang kemudian bisa untuk mencicil pembayaran utang itu sendiri. Sebaliknya, utang buruk atau utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk membeli barang yang nilainya turun seiring waktu atau habis sekali pakai. Apalagi, bila utang itu berbunga.

Isi pernyataan yang menggarisbawahi boleh berutang, asal produktif, menurut Angela H. Wahyuningsih, penulis liputan khas artinya cermat memilih prioritas kebutuhan. Mau kredit mobil, rumah, atau laptop, janganlah takut mengambil kredit, pesannya. Mengambil kredit pemilikan rumah atau kredit pemilikan apartemen masih terhitung utang baik. Kalau kredit mobil yang fungsinya untuk disewakan atau digunakan untuk usaha atau untuk bekerja, utang itu termasuk produktif. Dalam penggunaan laptop, jika frekuensi pemakaiannya satu atau dua hari sesuai dengan kebutuhan, itu artinya utang yang produktif.

Hasrat hati untuk berutang atau tidak dituliskan dalam boks oleh Angela H. Wahyuningsih. Wawancara empat kesaksian tentang kisah orang yang berutang atau yang bebas utang diawali oleh Vichaya Pasaribu, 29 tahun, menikah, wiraswasta. Ia mengaku kredit mobilnya menguntungkan. Irma Kusuma, 26 tahun, menikah, karyawati swasta mengaku dengan menabung dua tahun demi laptop yang menunjang pekerjaan dan bisnis suami di bidang desain grafis. Veronika Febrina, 28 tahun, lajang, reporter mengurangi jatah ke kafe dan lebih suka membeli tunai. Hera Diani, 30 tahun, menikah, penulis lepas berutang untuk uang muka rumah.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: