Sony Ericsson Salib Nokia di ICS

Posted on 14 Juni 2008. Filed under: Berita |

Apa boleh buat, di arena ajang akbar pameran sebagai tempat adu posisi, fakta baru  bermunculan. Ajang akbar itu memunculkan pameran besar-besaran bagi setiap perusahaan untuk menampangkan produk dan jasa. Ajang akbar juga berkepentingan bagi pengunjung pameran yang berbondong-bondong menyaksikan, menyempatkan diri, dan memenuhi rasa ingin tahunya. Ada interaksi, ada umpan balik, ada kesempatan untuk menyaksikan dan memeragakan kebolehan, entah mempergelarkan teknologi terbaru, entah memperkenalkan produk dan jasa terbaru. Pada hari keempat menjelang hari kelima terakhir berpameran besok di Balai Sidang Jakarta, pergulatan, persaingan, dan perseteruan siapa yang terunggul, siapa yang paling berkompeten, siapa yang paling dipercaya oleh pelanggan berkumpul dan berkolaborasi selama lima hari. Namanya ajang akbar Pameran Selular Indonesia.

Bertanyalah seorang ibu, pengunjung pameran ke bagian informasi.

“Stan Nokia di mana mbak?”

Belum sempat si gadis petugas layanan pengunjung menjawab, seorang bapak menyeruak di antara antrean hendak bertanya pula.

“Di mana stan Nokia?”

Dua pertanyaan penting itu hanya bagian dari pertanyaan-pertanyaan lain yang senada isi pernyataannya. Di antara berpuluh-puluh stan, carilah nama yang disebut-sebut oleh pengunjung. Ternyata sungguh-sungguh tidak ada. Seolah-olah tidak percaya akan kenyataan itu, seorang pengunjung mengelilingi stan demi stan. Hasilnya nihil. Padahal, ajang akbar ini betul-betul sebagai tolok ukur yang menunjukkan keberhasilan sebuah usaha. Di antara nama Nokia yang disebut-sebut antara lain tampak stan Hi Tech, Fren, I-Mode, BenQ, HP, TAXCO, LG, My-G, dan NEXIAN.

Saat ini produk buatan negeri Tirai Bambu boleh jadi merajalela. Di mana-mana bermunculan produk Cina dengan jargon khas, murah. Harga telepon selular mana yang menawarkan fitur berjibun lengkap dengan teknologi terbaru yang menjangkau kelas menengah ke bawah. Teori pembanding harga semakin menguat pada ajang akbar pameran. Dengan fitur serupa, apa pun bisa, segalanya ada, lengkap, maka harga jadi penentu. Oleh karena itu, produk telepon selular buatan Cina benar-benar membuat revolusi harga alias revolusi daya beli bagi masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia.

Gara-gara produk Cina, produk Eropa pun mulai ngos-ngosan. Tanpa strategi jitu sangat terbuka kemungkinan produk yang meraja kian surut pamornya. Ajang pameran ini menampilkan dengan sangat mencolok di hadapan pengunjung stan tandingan utama Sony Ericsson hilang menggeser produk Nokia. Pada pameran ini vendor Sony Ericsson menyebar ke segala ruang dan mengisi waktu utama pengunjung. Otomatis citra kolaborasi vendor dari Swedia dan Jepang merasuk suksma pengunjung. Dari segala sudut, mulai dari mobil yang menyediakan fitur unduh, serbaneka aksesori peningkat daya beli, dan produk terbaru yang mengacak citra produk kian menyebar. Oleh karena itu, tidak mengherankan sejumlah kekecewaan bermunculan. Seolah-olah vendor Sony Ericsson melaju tanpa pesaing. Sudah berakhirkah perseteruan produk unggulan telepon selular itu? Di samping Motorola yang ketat membayangi perseteruan di pasar Tanah Air.

Setali tiga uang dengan produk kendaraan roda dua, maka motor Honda juga (pernah) tersalip Yamaha. Benar-benar kemajuan yang mengejutkan bagi pengguna motor, biar bagaimanapun Honda lebih unggul bergeser menjadi Yamaha semakin di depan. Lantas, manajemen Honda tersentak seperti dibangunkan dari tidur panjang. Kemajuan yang sungguh membangunkan orang terlena, lagi terlelap-nyenyak menikmati mimpi. Kesulitan usaha justru menjadi cambuk menyusul produk yang sudah di depan.

Tiba-tiba mengejutkan juga Sony Ericsson menunjukkan penampilan total tanpa pesaing utama. Melenggang ke kanan ke kiri bebas merdeka tanpa Nokia. Kalau mau menjadi indikasi susul-menyusul dalam bisnis sebagai suatu kelumrahan belaka, sebetulnya sayang sekali Nokia masuk ruang “rawat inap”. Pengunjung yang berdatangan penuh harap bahwa telepon selular yang menjadi produk generik, kini menjadi produk yang lama-kelamaan siap untuk dilupakan. Ajang akbar pameran terbesar di Republik ini hanya menunjukkan Sony Ericsson menyalib Nokia. Padahal, Motorola sebagai telepon selular unggulan siap menghadang pada pameran yang berlangsung setahun sekali dengan penyelenggara Dyandra Promosindo di Balai Sidang Senayan Jakarta, mulai 11 s.d. 15 Juni.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Sony Ericsson Salib Nokia di ICS”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

wah itu kan denger2 karena nokia dan samsung ada masalah sama dyandra penyelenggaranya, jadi selama penyelenggaranya dyandra ya nokia ma samsung ogah muncul. mending ke PRJ aja, hehehe….

mas boleh dunk saya minta nomer hapenya spg sony ericsson yg diatas😉


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: