Wisata Kuliner Hemat Terencana

Posted on 13 Juni 2008. Filed under: Advertorial |

//www.dewi-sandra.com/schedule.phpHemat sebagai kata kunci untuk pengendalian diri sering menjerumuskan orang per orang. Hemat jadinya berkonotasi negatif. Hal ini muncul manakala hemat berkonotasi dengan pelit dan irit serta membelanjakan hanya sesuai dengan kebutuhan mendesak tanpa kompromi. Namun, hemat yang terencana menjadi kata kunci yang berkonotasi positif. Apalagi sisi hemat tinjauannya dari sudut wisata kuliner maka hemat menjadi kata kunci yang bermakna mendalam. Oleh karena itu, penyajian femina edisi 12–18 Juni patut dicermati, terutama yang bertajuk “Info Lengkap Wisata Hemat Terencana”. Tulisan ini bisa menjadi pegangan mengisi hari-hari libur anak sekolah. “Jujur saja, hanya sedikit di antara kita yang mengalokasikan biaya untuk liburan, apalagi merencanakannya jauh-jauh hari,” tulis Petty Siti Fatimah Tunjungsari, Pemimpin Redaksi sambil menggarisbawahi bahwa liburan kita bukan sesungguhnya liburan, melainkan beresensi pada seberapa santai dan relaksnya kita menikmati hari-hari tanpa rutinitas.

Pada umumnya menurut Petty Siti Fatimah Tunjungsari, liburan kita digabungkan dengan mudik Lebaran atau Natal. Liburan ini samasekali sulit dibuat relaks. Ada pula liburan yang berkaitan dengan putra-putri sekadar memenuhi tuntutan mengisi hari libur. Meski demikian, liburan itu tanpa rencana yang jelas. Dengan gaya liburan semacam ini, tulisnya, bukan tak mungkin pengeluaran malah membengkak tak terkendali. “Ada baiknya kita mulai meniru kebiasaan masyarakat Barat yang merencanakan liburan tahunan sejak awal tahun, sesuai dengan budget yang realistis disisihkan dari penghasilan,” pesan pemimpin redaksi ini mantap.

Dengan tajuk “Padang–Bukittinggi Rancak Bana” bonus femina berkisah panjang lebar hal-ikhwal keindahan alam yang mengagumkan dengan sejumlah 16 halaman. Dua srikandi, Tina Savitri dan Lila Muliani benar-benar pencerita cerdas dan tangkas. Kulinernya juara, arena belanjanya bikin kalap, dan keindahan alamnya pun luar biasa, tulisnya. Padang–Bukittinggi dan Sekitarnya, Padang, Padangpanjang, Bukittinggi, Maninjau–Pariaman, dan Transportasi dan Hotel mengisi halaman demi halaman padat informasi.

Serbaneka foto jepretan Rafi Tanjung dan Muhammad Fadli menghiasi wisata kuliner yang apik lagi ciamik, seperti Taman Nasional Lembah Harau, Sunset di Teluk Bungus, Air Terjun Lembah Anai, Upacara Tabuik, Menenun Songket Pandai Sikek, Benteng Fort de Kock, Museum PDIKM di Padangpanjang, dan Jam Gadang, maka sungguh-sungguh cermin alam dan budaya yang memukau pantang untuk terlewatkan. Tambahan pula pada boks, dua srikandi itu menambahkan teks tentang Ngarai Sianok, pantai air manis dan Batu Malin Kundang, jam gadang, desa kerajinan Songket Pandai Sikek, museum Pusat Data dan Informasi Kebudayaan Minang.

Pada petualangan kuliner di Padang terdapat hidangan-hidangan yang pedas penuh bumbu, seperti Soto Simpang Karya, es durian ganti nan lamo, sate Dangung-Dangung, nasi sop dan pecal lontong, warung nasi simpang TPI, es cendol Berkat Yakin, Safari Resto dan Cafe. Di Padang terkenal juga sebagai surga oleh-oleh, misalnya Kacang Tojin Toko Nipah, Keripik Balado Udang Saei Monda dari Ibu Ida, Kerupuk Sanjai Christine Hakim, Toko Harian Jaya, Silungkang Art Jaya, Silungkang Art Center, Dakak-Dakak Restu Keluarga dari Ibu Len.

Di Padangpanjang ada juga lokasi makan yang jagoan dendeng kering STM, selain Bubur Kampiyun, rumah makan Pak Datuk, Katupek Pitalah, Restoran Gumarang, rumah makan Sambal Lado, sate Mak Syukur. Selain ke Bukittinggi dengan serbaneka masakah yang lezat, di tempat ini kita bisa “kalap” belanja di pasar atas dan pasar bawah. Lalu di Maninjau-Pariaman dengan jalur yang menakjubkan, kita diajak pasang mata untuk meninjau lokasi Puncak Lawang dan Kelok 44.

Bagian terpenting dari wisata kuliner ini berkaitan dengan transportasi umum. Jika tertarik pesawat terbang, hampir semua rute penerbangan disinggahi oleh semua maskapai. Selain itu, bus shuttle bandara, travel, taksi, angkot, delman, dan becak serta ojek menghiasi perjalanan Padang–Bukittinggi. Di tempat ini pun Tina Savitri dan Lila Muliani menyajikan tempat menginap di hotel sebagai pilihan wisata kuliner yang hemat terencana.***

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: