Menyiasati Demam Anak

Posted on 10 Juni 2008. Filed under: Advertorial |

Sejumlah cara menyiasati demam anak segera pulih kerap menjadi tantangan bagi orangtua. Demam anak tak kenal waktu. Demam anak kerap mencemaskan. Apalagi tersiar kabar akibat demam anak berhari-hari luput dari perhatian orangtua akibatnya fatal. Nyawa jadi taruhan bagi si anak. Oleh karena itu, demam sebagai pertanda daya tahan tubuh anak yang menurun, ternyata juga sebagai penanda mekanisme pertahanan tubuh anak bekerja dengan baik. Demam bukan penyakit, melainkan demam gejala penyakit. Anak yang demam cenderung rewel. Tidak mau makan dan sulit tidur. Ayahbunda berjargon “Bacaan Pasangan Muda” (9—12 Juni) menawarkan suatu kiat agar demam berhenti. “Anda tetap perlu tenang, damping saja anak dan pantau perkembangan suhu tubuhnya,” tulis Dewi Handajani di bawah teks berjuluk “Bila Demam”. Berikut ini resumenya.

Pertanyaan kenapa anak demam bekaitan dengan suhu tubuh di atas 36°–37,5° C. Meski demikian, batasannya bergantung pada tingkat usia anak, jenis pengukuran atau lokasi pengecekan suhu. Anak balita dikatakan demam jika suhu tubuh yang diukur di mulut, telinga, ketiak atau dubur 38°C atau lebih. Dalam hal ini, pengukuran suhu sebaiknya tidak dilakukan sehabis anak makan atau beraktivitas fisik, seperti melompat, berlari-larian di terik matahari.

Peningkatan suhu tubuh terjadi akibat beredarnya molekul kecil di dalam tubuh, seperti pirogen yang disebut sebagai pencetus panas. Peningkatan pirogen antara lain imunisasi, pertumbuhan gigi, alergi, infeksi, dan radang. Oleh karena itu, demam sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk bertahan menghadapi masuknya benda asing atau kuman penyakit, seperti virus, bakteri, atau parasit. Cirinya terjadi tiba-tiba dan bersuhu tinggi. Demam jenis ini biasanya turun dalam waktu dua atau tiga hari.

Bagaimana merawat anak demam? Pertanyaan ini mendapat jawaban dari Dewi Handajani yang menggunakan jasa konsultan dokter Albert Daniel Solang, Sp.A., RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Meski demam anak umumnya tidak membahayakan jiwa, katanya, bukan berarti boleh diabaikan, apalagi jika akibatnya anak menjadi rewel. Beginilah caranya:

  • Pantau perkembangan suhu tubuh secara berkala menggunakan thermometer anak;
  • Beri banyak cairan, missal minum air putih, sari buah atau sup untuk mencegah dehidrasi. Jika anak masih menyusu, tetap berikan ASI;
  • Usahakan anak tetap mendapat asupan gizi seimbang. Makanan yang baik memperkuat daya tahan tubuh;
  • Usahakan anak cukup istirahat dan tidak bergerak-gerak berlebihan. Mainan atau bacaan menarik bisa menenangkannya sehingga anak mau duduk atau berbaring;
  • Jaga sirkulasi ruang. Jangan pengap dan tidak ada aliran udara. Jangan pula terlalu banyak angin;
  • Berilah obat penurun demam. Patuhi aturan pemakaian, terutama dosis dan jangka waktu pemberian obat. Beri satu jenis obat. Jika suhu tubuh sudah normal, hentikan pemberian obat;
  • Kompres dengan air hangat bila suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih. Basuhkan handuk kecil atau waslap yang dicelup air hangat ke seluruh tubuh. Air hangat membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar dan membuka pori-pori tubuh sehingga mempercepat penguapan. Suhu tubuh cepat menjadi normal;
  • Berilah pakaian yang pas, tidak terlalu tebal atau ketat. Terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Jika anak menggigil, selimuti saja atau kenakan kaus kaki. Lepaskan jika menggigil berhenti;
  • Waspadai setiap gejala yang memerlukan perhatian dokter.

Kapan ke dokter?

  • Demam tidak hilang selama lebih dari tiga hari;
  • Suhu tubuh sangat tinggi. Mencapai 39°C. Suhu tinggi sebagai pertanda terjadi infeksi cukup berat;
  • Anak tampak mengkhawatirkan kondisinya, seperti tubuh lemas, mual dan muntah, kejang sehingga kesadaran menurun.

Mitos Seputar Demam

(√) Demam mencetuskan dehidrasi;

(√) Tubuh menggigil dan membiru;

(√) Demam memicu bercak dan bintil merah di kulit.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: