Simpanan Olga Lidya

Posted on 9 Juni 2008. Filed under: Apa&Siapa |

Kalau mencari Olga Lidya sangat mudah. Klik saja tayangan enam stasiun televisi di Ibu Kota, wajah ceria pun siap tayang untuk disaksikan oleh pemirsa. Namun, kalau mencari buku yang langka tak semudah mencari Olga Lidya. Jika mencari buku langka ternyata sulitnya bukan main, entah dari toko buku entah dari tukang loak buku. Olga Lidya pun merasakan kesulitan mencari buku langka. Kesulitan mencari buku ini erat kaitannya dengan jenisnya yang langka. Artinya, penjual hanya menyimpan buku untuk keperluan orang tertentu saja, yang memiliki minat khusus. Pemiliknya termasuk kategori langka. Jarang ada peminat dan penjual buku yang langka. Namun, persoalan sebuah buku disebut langka tolok ukurnya terletak pada jawaban dengan pertanyaan pokok tentang kapan mulai berlakunya sebuah buku disebut langka. Bagaimana hitung-hitungan sejak sebuah buku menjadi buku langka? Olga Lidya, 32 tahun, presenter, pemain sinetron/film, sekaligus pebisnis ini memiliki minat tinggi atas buku yang sulit ditemukan (lagi), entah buku yang sudah tidak diterbitkan entah eksemplar buku yang cuma sedikit dicetak. Matabaca edisi Juni 2008 mengulas “Buku Langka” versi Olga Lidya. Berikut ini resumenya.

Namanya Olga Lidya. Berpostur tubuh tinggi 171 sentimeter. Sejak ia dilahirkan sudah memiliki perpustakaan keluarga. Oleh karena itu, seiring pertumbuhan fisik dan umur, ia terbawa kakak-kakaknya yang menaruh minat besar pada bacaan. Ia pun menjadi pencinta bacaan. Sampai pada akhirnya, ibunya menjadi sebel banget kepadanya.

Kisah Olga Lidya — seperti yang dituliskan oleh M. Ata Piero — berlanjut pada usia di bangku kelas lima sekolah dasar. Ia melahap habis novel Sidney Sheldon. Lalu di kelas enam giliran novel Agatha Christie dan Charles Dickens yang ia baca tuntas. Hal itu ternyata berdampak lebih positif lantaran semua buku milik kakak-kakaknya ikut ia nikmati hingga saat ini. Di kemudian hari, Olga Lidya menyukai karya-karya Pramoedya Ananta Toer, Remy Silado, dan Romo Mangun. Jadi, sekeluarga pada galibnya memang pencinta buku. Namun, ternyata minat Olga Lidya yang lebih besar dibandingkan dengan minat kakak-kakaknya.

Sampai pada suatu waktu, oom-nya menyerahkan sebuah buku tua kesayangan miliknya. Prinsip oom-nya buku yang diberikan tersimpan dengan baik. Rupanya Olga Lidya termasuk orang yang menjadi sumber inspirasi bagi oom-nya bahwa ia pandai menyimpan barang. Tak segan-segan oom-nya menghibahkan buku langka berupa Alkitab berbahasa Belanda cetakan 1890-an. Lantas, Alkitab itu ia simpan ke dalam toples kedap udara. Ia beri pengering. Olga Lidya memperoleh Alkitab itu pada 1990.

Kesan pada buku yang disebut langka, menurut Olga Lidya yang dilahirkan di Jakarta, 4 Desember 1976 terletak pada denyut kehidupan saat penulisan bukunya. Lebih-lebih lagi buku yang ditulis oleh penulis sungguh-sungguh berkualitas, pasti tulisannya mampu merekam (jejak) subjek tertentu dengan baik. Deskriptif dan detail. Buku semacam itu mampu menziarahi aneka masa silam. Ia menunjuk buku-buku lawas Presiden Soekarno sebagai contoh. Buku lain yang ia simpan, seperti buku Pramoedya Ananta Toer terbitan Hasta Mitra.

Buku-buku yang sempat ia miliki sejak masa kanak-kanak hingga kini, ia simpan dengan baik. Ia berkeyakinan suatu saat semua bukunya kalau diturunkan kepada anak-anaknya akan menjadi buku antik dan langka. Oleh karena itu, lulusan fakultas teknik sipil Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini tidak menginginkan buku koleksinya rusak. Ia menjaga benar buku yang langka bebas kelembapan. Ia memberi kamper. Saat ini, ia pun mencari orang yang tahu benar cara mengurus buku tua untuk memperoleh kiat jitu merawat buku-bukunya.***

 

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Simpanan Olga Lidya”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

ilove you!!!!!!!
mmmmccccccuaaaaaaaaaaahhhhhh!!!!!!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: