Industri Permainan Interaktif Berbasis Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Posted on 8 Juni 2008. Filed under: Berita |

Permasalahan subsektor permainan interaktif muncul dalam lima pertanyaan pada lokakarya Pekan Produk Budaya Indonesia bertajuk “Warisan Budaya Indonesia Inspirasi Kebangkitan Ekonomi Kreatif”, Jumat 6/6, pukul 9.00–11.30 di Jakarta. Kelima pertanyaan ini meliputi bagaimana meningkatkan kuantitas dan kualitas lembaga pendidikan yang dapat menghasilkan pekerja kreatif yang andal di subsektor permainan interaktif? Bagaimana ‘brain drain’ (perpindahan pekerja kreatif subsektor permainan interaktif ke luar negeri) bisa ditransformasikan menjadi ‘brain circulation'(adanya sirkulasi pengetahuan dari pekerja kreatif di luar negeri dengan pekerja kreatif di dalam negeri)? Bagaimana aturan distribusi permainan interaktif di dunia maya melalui jaringan internet? Insentif apa yang dibutuhkan oleh subsektor Permainan Interaktif terkait dengan diterbitkannya peraturan presiden tentang Kebijakan Pengembangan Industri Nasional? Bagaimana usaha untuk menyebarkan atau memperluas jangkauan pasar bagi industri Permainan Interaktif? Pertanyaan-pertanyaan ini mendapat jawaban Dhanang Sasongko dari Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI). Berikut ini resume jawabannya.

Lokakarya tentang subsektor permainan interaktif menampilkan Beng Rahadian dari Creative Tress, Ir. Lolly Amalia, M.Sc. dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Agustiawati dari Pusat Studi Antaruniversitas Al Azhar, R. Ari Sudrajat dari Brain Code, Ramon Bangun dari Direktorat Industri Telematika Departemen Perindustrian, dan Yudho Giri Sucahyo, Ph.D. dari Fakultas Komunikasi Universitas Indonesia sebagai moderator. “Membangun Industri Permainan Interaktif Berbasis Pemanfaatan Sumber Daya Alam” menjadi tajuk jawaban yang Dhanang Sasongko ajukan.

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan dan edukasi disebut industri kreatif permainan interaktif. Selain itu, kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi alat permainan yang bersifat hiburan, ketangkasan dan edukasi berbasis teknologi juga yang menggunakan bahan baku alam.

Dhanang Sasongko mengungkap bahwa perluasan permainan edukatif antara lain produk berbasis kreativitas anak bangsa yang mengusung muatan lokal. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebagai dampak terbukanya lapangan kerja baru di industri kreatif. Mengutamakan pada pemanfaatan sumber daya yang tersedia dan berkelanjutan. Menciptakan nilai ekonomis dari inovasi kreatif yang berlandaskan warisan budaya Nusantara. Menumbuhkembangkan kawasan kreatif di wilayah Indonesia yang potensial.

Serbaneka faktor yang mempengaruhi perkembangan permainan interaktif, menurut Dhanang Sasongko ada tiga. Pertama, permainan interaktif sebagai kebutuhan pengembangan emosional dan mengandung unsur edukatif bagi pengguna atau anak. Kedua, potensi pasar yang luas dan terus berkembang sesuai dengan karakter konsumen permainan interaktif. Ketiga, kekayaan sumber daya alam sebagai pendukung bahan baku industri kreatif permainan interaktif.

Akan tetapi, kendala perkembangan permainan interaktif ternyata masih terbatas perangkat permainan interaktif berbasis komputer dan video. Tidak ada posisi yang jelas terhadap jenis industri mainan atau permainan interaktif. Terbatas akses pemanfaatan lintas sektoral antar-instansi bidang industri dan pengguna produk mainan atau permainan interaktif. Sosialisasi dari fungsi dan kebutuhan permainan interaktif.

Atas dasar itu, Dhanang Sasongko mengajukan strategi mengembangkan permainan kreatif. Ciptakan model industri kreatif bagi usaha sejenis pendukung permainan interaktif. Tempatkan kluster tersendiri bagi industri mainan atau permainan interaktif. Terapkan standar nasional Indonesia untuk produk permainan interaktif. Bangunlah model laboratorium mainan anak Indonesia, seperti lembaga riset, forum pelatihan krativitas dan keterampilan, serta produksi dan distribusi.

Peran “Triple Helix” dari cendekiawan menyumbangkan pemikiran kreatif dan inovatif. Ikut mensialisasikan dan menggunakan produk permainan interaktif dalam negeri. Dari sisi bisnis ikut membantu sistem manajemen produk distribusi. Membantu memberikan akses dasar dan membangun iklim bisnis yang menguntungkan. Dari sisi pemerintah ikut membuat model yang mendukung perluasan industri kreatif permainan interaktif. Menjalin sinergi lintas sektoral antardepartemen yang terkait.

Kontribusi industri permainan interaktif dalam meningkatkan perekonomian atau kesejahteraan rakyat, seperti pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan industri plasma. Efisiensi belanja permainan interaktif di daerah melalui perluasan akses pengadaan. Perluasan pendirian industri permainan interaktif dengan ikut memeratakan kualitas pembelajaran anak Indonesia.

Langkah membangun industri kreatif permainan interaktif, antara lain pemetaan potensi dan kebutuhan, meningkatkan jumlah lembaga untuk melatih sumber daya manusia dalam bidang industri permainan interaktif. Membangun knowledge melalui sosialisasi dan pelatihan. Menciptakan model laboratorium mainan anak Indonesia (pusat dan daerah), seperti mengembangkan permainan interaktif dan melestarikan mainan tradisonal Indonesia.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Industri Permainan Interaktif Berbasis Pemanfaatan Sumber Daya Alam”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

Alhamdulillah, kami juga melakukan hal yang sama; memproduksi mainan yang edukatif, terjangkau namun tetap aman dan akrab lingkungan, serta berbasis budaya tentunya.
Jika berkenan, silahkan mampir di site kami: http://mainanbocah.wordpress.com, terima kasih


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: