Kreatif Periklanan Kurang Berkembang Baik

Posted on 5 Juni 2008. Filed under: Berita |

Di negeri ini menurut Subiakto Priosoedarsono dari Hotline Advertising bahwa aspek ekonomi dikalahkan dengan politik. Oleh karena itu, paparnya lebih lanjut, pelaku ekonomi akan berpikir dulu untuk investasi. Menunggu siapa orang yang terpilih dalam susunan kabinet pada 2009. Lantas, akibatnya investasi dalam bentuk marketing periklanan cenderung berjangka pendek. “Investor akan menyokong sejumlah investasi yang disesuaikan dengan kebijakan pemenang pada Pemilu 2009 sehingga iklan-iklan kita adalah iklan-iklan berjangka pendek,” ujar Pak Bi, panggilan akrabnya pada lokakarya “Pekan Produk Budaya Indonesia” di Jakarta, Kamis 5/6 tentang Periklanan. Berikut ini resumenya.

 

Bisnis periklanan itu enggak menguntungkan. Isi pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta seminar manakala seorang peserta, Dra. Lidia Evelina, M.M., dosen Universitas Tarumanagara yang mempertanyakan ruwetnya kajian suatu iklan menuju pada brand yang baik. Menjawab hal-ikhwal keruwetan mekanisme penilaian brand periklanan, Pak Bi tangkas menjelaskan. Pada seminar itu, kebetulan hadir peserta yang dahulunya pernah menjadi account executive biro iklan terkenal. Lantas, kenapa ia berhenti pindah profesi ke bisnis “Burger Klenger?” tanya Pak Bi kepada peserta. Sekarang ia malah sukses di bisnis roti burger, tambahnya.

 

Perpindahan orientasi bisnis dalam periklanan ternyata sudah biasa, bahkan seorang kreator iklan seringkali tidak dihargai selayaknya. Karyanya bisa diacak-acak manakala berkaitan dengan penilaian. Padahal, industri iklan yang ikut tender dari Pemerintah RI, umpamanya jumlahnya sampai ratusan. Meski demikian, kenyataan tidak selalu menunjukkan biro iklan yang besar bebas antrean karena ia pun ikut antre. Hal itu bergantung pada strategi periklanannya. Tergantung dari legitimasi. Kepercayaan.

 

 

Pada paparan selanjutnya, Pak Bi mengungkap “Periklanan Brand” bermula dari usaha kecil menengah atau UKM plus brand yang hasilnya sama dengan business. Selanjutnya, brand itu plus franchise menghasilkan scale. Value creation ini menurut Pak Bi dalam penjelasannya bahwa Brand without Value will remain as a name. That’s why we have to create value to the name to be come Brand.
Tentang brand ini meliputi brand DNA, brand architecture, brand essence, brand value. Berikut ini jabarannya.

 

 

Name + Value = Brand à Big Idea à Message + Story Telling = Content

 

If story telling in 30 second = TVC

If Story telling in 30 minute = program

If Story telling on the field = event

If story telling on computer = website

Demikian gambaran “periklanan brand” bahwa idea menuju creation mencapai piracy.

 

 

Idea > Protection > Copy right > Royalty

  • Marketing
    Target Market
    Pesan Iklan
    Creative
    Media
    Marketing
    Target Market
    Jangkauan Iklan
    Media

  • Creative

     

    >Copyright dihilangkan

 

Pada sesi tanya jawab, selanjutnya Pak Bi mendaulat salah seorang peserta (suami-istri) yang ikut hadir untuk memberi kesaksian. Peserta yang didaulat langsung memberi penjelasan sehubungan dengan bisnis roti burger yang kini bercabang-cabang hingga ke wilayah Nusantara (lihat foto teratas). Padahal, katanya awalnya ia mendapat posisi sebagai account executive biro periklanan. Namun, periklanan dianggap kurang prospektif. Industri kreatif periklanan kurang berkembang baik.

Selain Pak Bi, narasumber lain pada sesi “periklanan” ialah Profesor Doktor Insan Budi Maulana, S.H., LL.M. dari Direktorat HKI Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Drs. Freddy H. Tulung MUA dari Direktorat Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Hery Margono dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, Ricky Pesik dari Satucitra Advertising, dan I Ketut Martana dari Dekan Periklanan Bina Sarana Informatika Jakarta. Doktor Sumbo Tinarbuko, M.Sn. yang bertindak sebagai moderator.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Kreatif Periklanan Kurang Berkembang Baik”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

[…] Velly Kristanti, 33 tahun, pengusaha burger mengajak Muhammad Rakha Abyan, 6 tahun dan Shafira Azzahra Khairunnisa, 4 tahun untuk mengembangkan jiwa bisnis. “Saya membuka peluang bagi mereka untuk bereksplorasi. Misalnya, membelikan laptop agar mereka bisa menjalani internet, termasuk games. Mereka lalu menemukan bahwa games di internet itu sangat beragam, bahkan ada games tentang cara membuat burger, cake, dan sushi. Siapa tahu hal itu nanti bisa berguna,” ujarnya. […]

[…] Velly Kristanti, 33 tahun, pengusaha burger mengajak Muhammad Rakha Abyan, 6 tahun dan Shafira Azzahra Khairunnisa, 4 tahun untuk mengembangkan jiwa bisnis. “Saya membuka peluang bagi mereka untuk bereksplorasi. Misalnya, membelikan laptop agar mereka bisa menjalani internet, termasuk games. Mereka lalu menemukan bahwa games di internet itu sangat beragam, bahkan ada games tentang cara membuat burger, cake, dan sushi. Siapa tahu hal itu nanti bisa berguna,” ujarnya. […]


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: