Langkah Praktis Hidup Hijau

Posted on 4 Juni 2008. Filed under: Advertorial | Tag: |

Hobi Menyelam Peduli LautHidup hijau menjadi pedoman menafasi hidup dan kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kenyamanan. Keluasan dan kelapangan hati. Bebas gangguan kesehatan dan segar alami. Demikian majalah femina 5—11 Juni mengambil tema serbahijau di antaranya “Rumah Alam Oppie Andaresta” dan tulisan berupa bonus bertajuk “Hidup Hijau Sekarang Juga”. Sampul majalah menampilkan Nadine Chandrawinata selaku model yang berkostum serbahijau. “Penghematan juga menjadi bagian dari gaya hidup hijau untuk mengurangi sampah ekologis di bumi kita yang makin menderita akibat pemanasan global,” tulis Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi seraya merekomendasikan “Shades of Green” karya Paul Waddington, 2008, “True Green, 100 Everyday Ways You can Contribute to a Healthier Planet” karya Kim McKay dan Jemmy Boonnin, 2006, dan “1001Ways You can Save the Planet” karya Joanna Yarrow, 2007 sebagai buku yang bukan hanya menggugah kesadaran terhadap lingkungan, melainkan juga sebagai pelaku aktif yang bergaya hidup hijau. Berikut ini resumenya.

 

Pada tajuk bonus “Hidup Hijau Sekarang Juga: 27 Langkah Praktis Dimulai dari Rumah” menyajikan isi pernyataan empat langkah “Sayangi Air”.

  • Pertama, membatasi mandi bukan hanya menghindari berendam diri, melainkan juga mandi dengan pancuran bervolume air yang kecil saja.
  • Kedua, memilih model toilet bertombol dua flush untuk sisa buang air kecil atau besar.
  • Ketiga, mencuci dengan keran cuci piring dengan cara menyabuni terlebih dahulu piring kotor, lalu dibilas bersamaan. Mengoperasikan mesin cuci piring dan  menggunakan ember untuk mencuci kendaraan, serta mematikan keran air ketika menggosok gigi, menyabuni tangan atau tubuh.
  • Keempat, menyiram halaman dengan mencidukkan sejumlah air pada pot tanaman.

 

Hemat listrik dan bahan bakar minyak atau BBM dengan tujuh langkah.

  • Pertama, kipas angin terbaik dipasang pada langit-langit dan penyejuk ruang atau AC yang bebas bocor dengan membersihkan filter dan coil tiga bulan sekali. Sebagai catatan, mengurangi suhu AC satu derajat celsius setara berhemat biaya listrik sampai dengan lima persen.
  • Kedua, kulkas yang isinya sesuai dengan kapasitas, bila ditinggalkan dalam waktu cukup lama, kulkas dimatikan. Memberi jarak 15 sentimeter dengan dinding agar sirkulasi udara kulkas menjadi lancar.
  • Ketiga, mesin cuci digunakan sesuai dengan muatan kapasitas.
  • Keempat, lampu perlu diganti model pijar. Memakai lampu bersensor cahaya. Kelima, bahan bakar gas dan minyak dengan beralih ke bahan bakar bioenergi, menservis kendaraan secara berkala, menggunakan telepon, imel, SMS daripada bolak-balik berkendaraan, dan memakai bahan bakar seperlunya.
  • Keenam, penggunaan alat listrik dengan mencopot charger telepon selular pada stop kontak. Mematikan televisi, komputer, setrika atau stereo set jika tidak dipergunakan tanpa meninggalkan pada posisi siap nyala (standby). Melengkapi microwave, oven, dan penanak nasi dengan pencatat waktu, dan melengkapi bak penampung air sumur dengan pelampung otomatis.
  • Ketujuh, menggunakan panel surya sebagai pilihan terbaik untuk sumber energi alternatif.

 

Tajuk “Halamanku Hijau dan Asri” mengungkap tiga tema besar.

  • Pertama, membuat tanaman yang menyatukan seluruh bangunan rumah dengan lingkungan sekitar. Membuat pohon produktif di jalur hijau depan rumah atau belakang sebagai penangkal debu. Mendesain rumah bebas AC.
  • Kedua, menanam pohon di sekitar rumah, memilih pohon yang berbuah dan berbunga, dan menempatkan bambu kuning dan cemara dekat dengan jendela.
  • Ketiga, membuat sumur resapan dan lubang biopori.

 

“Lakukan Sekarang”menjadi tema penutup bonus femina.

Menurut Ayu Utami, 41 tahun, novelis,  rumahnya di Utan Kayu Jakarta Timur kini menjadi “rumah hijau”, seperti rancangan rumah tanpa AC, membangun taman terbuka di dalam rumah, menghindari penebangan pohon, dan berdisiplin memilah sampah, serta membuat sumur biopori. “Sedikit apa pun kontribusi kita untuk memelihara bumi, pasti ada artinya,” kata penulis novel Saman kepada Tina Savitri, Heni Pridia, Heryus Saputro dan Angela H. Wahyuningsih selaku perangkum.

 

“Pada dasarnya, kita ini manusia tropis yang habitatnya di iklim tropis. Apalagi, tubuh manusia punya kemampuan menyesuaikan diri. Kalau terbiasa, tak ada masalah,” ujar Erwin Parengkuan, 37 tahun, presenter dan penyiar radio. Ia mendesain rumah tiga lantai dengan langit-langit yang tinggi dan banyak jendela, berkebun dan memiliki hutan mini tanpa menebang pohon besar yang sudah ada, menggunakan genting kaca sebagai skylight, “Kami baru menyalakan lampu kalau cahaya matahari sudah hilang,” ujar Erwin Parengkuan yang dalam waktu dekat membuat beberapa sumur resapan biopori di halaman rumah.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Langkah Praktis Hidup Hijau”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

hallo pak. he..he.. ROe gak sibuk2 amat sih pak, cuman lagi deg2an aja lihat ekonomi global kayak gini. harga indeks jadi gak menentu, kadang naik. kadang turun.

gimana pak kabarnya, sehat aja kan.? udah lain nih pak blognya. makin keren.!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: