Koleksi Perpustakaan Edisi Khusus Tempo

Posted on 21 Mei 2008. Filed under: Advertorial |

Majalah berita yang menjadi panutan bagi pekerja media selalu berhubungan dengan majalah yang berjargon “enak dibaca dan perlu”. Majalah ini konsisten menyampaikan laporan utama dengan tingkat kepekaan tinggi. Pada edisi 13/XXXVII/19–25 Mei 2008 kiprah tim peliput Tempo menyajikan Laporan Utama bertajuk “Indonesia yang Kuimpikan: 100 Catatan yang Merekam Perjalanan Sebuah Negeri”. Dalam edisi khusus Kebangkitan Nasional 1908—2008 ada seratus teks imaji Indonesia. Simaklah resumenya.

Di bawah judul “Berbagai Tinta Menulis Indonesia”, tim edisi khusus dikomandani oleh Arif Zulkifli. Isi pernyataannya berkaitan dengan seabad Indonesia dalam seratus karya, seperti maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, buku fiksi dan nonfiksi. Tim ini menampilkan sebuah negeri yang dicatat dalam sejumlah teks, misalnya tentang susah-senang memelihara sebuah bangsa, dengan segala kepedihan dan ketidaksempurnaannya.

Sejarah Indonesia ditulis dengan serbaneka cara oleh tokoh-tokoh nasional. Mohamad Hatta bermimpi tentang sebuah negeri demokrasi tanpa kecuali. Bung Karno mendambakan persatuan, meski ia terjerembap dalam lubang kediktatoran yang digali sendiri. Namun, tokoh misterius Tan Malaka dan mitos M. Yamin tampil dalam sisi yang berbeda. Ulasan dalam rupa buku tampak tim peliput bekerja keras, apalagi selain buku, ada juga isi maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, fiksi, dan nonfiksi, maka semakin lengkap edisi khusus ini sebagai bahan referensi yang mumpuni.

Sejumlah judul yang menarik, misalnya “Kontroversi Buku Yamin”, “Membongkar Mitos Konstituante”, “Logika Si Misterius”, “Menggugat Budi Utomo”, “Tetralogi Buru dan Indonesia ’Modern”, “Perlawanan Abadi Siti Nurbaya”, “Nasionalisme dan Preman di Surabaya”, “Fondasi Dasar Bahasa Indonesia”, “Moeis Menyalahkan Pengasuhan Hanafi”, “Hamka Menggebrak Tradisi”, “Negara tanpa Rakyat?”, “Chairil Anwar dan Semangat Kebangsaan”, “Jagat Buku Islam dan Kebangkitan Nasional”, “Mati Ketawa Keliling Indonesia”, “Kisah Atlas dari Amsterdam”, “W. J. S. Poerwadarminta Bapak Kamus Indonesia”.

Tulisan lain berkaitan dengan “Pembelaan dari Kiai Muda” yang menyatakan bahwa di tengah arus besar ulama yang menyatakan Ahmadiyah sesat, sejumlah kiai kurang dikenal justru mendukung sekte ini. Namun, argumen teologi mereka tak didengar. Selain itu, wawancara dengan Sri Mulyani yang menyatakan pemerintah tak ‘kan menggeser menaikkan harga bahan bakar minyak. Menteri keuangan RI bicara blak-blakan soal cerita di balik keputusan menaikkan harga bensin bersubsidi.

Pada “Surat dari Redaksi” ditegaskan bahwa edisi khusus ini merupakan edisi paling tebal sepanjang sejarah majalah Tempo. “Jangan sampai edisi ini luput sebagai bahan koleksi perpustakaan ….” Harga Rp27.000,00, tebal 248 halaman plus empat halaman sampul majalah.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: