Harga Buku Naik Dua Puluh Persen

Posted on 19 Mei 2008. Filed under: Berita |

Kenaikan bahan bakar minyak atau BBM dipersiapkan awal Juni. Oleh karena itu, mulai tampak antrean warga berburu BBM. Sejak persiapan kenaikan harga bergulir hampir setiap hari serbaneka berita antrean warga. Sulit rasanya sehari tanpa pemberitaan antisipasi kenaikan BBM. Belum lagi BBM resmi naik harganya, harga buku ikut-ikutan naik.

Harga buku produksi penerbit di belantara kota besar di Tanah Air bakal naik sekitar dua puluh persen mulai Agustus 2008. Kenaikan berkaitan erat dengan harga kertas dan BBM yang mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu mengganggu industri penerbitan buku yang saat ini, konon banyak yang bangkrut.
Sejak kenaikan harga kertas dua puluh persen dua bulan yang lalu, muncul sinyalemen bahwa puluhan penerbit anggota Ikapi mulai non-aktif.

Non-aktif penerbit buku dilatarbelakangi pada beban produksi akibat kenaikan harga kertas. Hal ini menambah tingkat kesulitan pimpinan penerbit dan toko buku. Kalau menaikkan harga buku terlalu tinggi tidak dapat dilakukan karena daya beli masyarakat saat ini sangat rendah. 

Di seantero Nusantara sebagai dampak kenaikan harga kertas, sejumlah penerbit menaikkan harga. Kenaikan juga diprediksi terjadi lagi sekitar Agustus saat BBM naik akhir Mei. Kenaikan harga BBM berpengaruh pada biaya produksi buku dan biaya transportasi untuk distribusi buku. Bagaimana jika penerbit bertahan dengan harga lama tanpa menaikkan harga buku?

Atas dasar itu, posisi penerbit jika bertahan dengan harga buku yang sekarang akan mengalami kerugian yang sangat besar. Namun, jika harga buku dinaikkan untuk menutupi ongkos produksi, omset buku otomatis turun karena daya beli masyarakat rendah. Adakah cara lain tanpa menaikkan harga buku?

Serbaneka cara bagi penerbit untuk mempertahankan usahanya, antara lain meniadakan diskon dan meminta pembayaran tunai. Apakah langkah ini cukup efektif tanpa menaikkan harga buku? 

Akan tetapi, permasalahan lain muncul. Pada tahun ajaran baru yang biasanya merupakan masa yang cukup menggembirakan bagi penerbit, saat ini hanya menjadi cerita tentang mimpi di siang bolong. Oleh karena itu, kenaikan harga buku dapat juga menyebabkan penerbit mengurangi judul buku yang diterbitkan dan mengurangi jumlah cetakan.

Persoalan itu memunculkan strategi baru dari penerbit. Kalau dalam setahun, penerbit mampu memproduksi dua ribu judul buku yang jumlahnya sekitar dua juta eksemplar. Sejumlah eksemplar buku itu baru habis dalam waktu enam bulan. Jika harga buku dinaikkan, maka buku satu kali cetakan akan habis sembilan bulan kemudian.

Belum lagi harga buku dinaikkan sudah muncul soal lain yang mendasar. Di komunitas pendidikan yang berkaitan dengan buku pelajaran gairah membaca menurun karena sistem yang belum sepenuhnya kondusif. Guru yang asalnya pembebas seseorang dari ketidaktahuan, malahan mendapat dorongan sistem sebagai distributor soal demi kelulusan siswanya.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Harga Buku Naik Dua Puluh Persen”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

mahal amed


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: