Hati ”Mama”

Posted on 6 Mei 2008. Filed under: Percik Pengalaman |

 Ibu, izinkan aku memanggilmu mama

mama mengenal benar anakmu

mama tahu rasa dan asa anakmu……”Mutiara Hitam”

mama mengerti itu semua

Mama……

Andai mata manusia bukan lagi kaca mata kuda

Jikalau telinga belum tuli oleh bising kerasnya hidup

Mama bersuara bagi yang tak bersuara

Mama petualang misteri hidup yang tertirai

Mama……

Ketika aku membaca suaramu dengan hatiku

Aku hanya menangis dan berpikir:

andai aku miliarder

andai aku berkuasa

Kuraih kembali humanisme yang tergadai

Karena ternyata hanya uang dan kuasa nakhodai hidup negeri ini

Mama, aku hanya dapat berdoa

umur panjang untukmu, mama

Mama tanamkan hatimu kepada dua orang saja

Entah siapa mereka

Mereka akan tanamkan kepada empat orang …..

dan 2000 tahun kemudian

Mutiara Hitam menjadi mutiara dunia di atas tanah leluhurnya

atau justru ”Mutiara Hitam” tinggal cerita (lenyap).

     Jogjakarta, Jumat 16/3/06, pukul 00.00 WIB oleh Yermias Ignatius Degei

DSC04596

Situasi anak usia dini yang ada di Kelompok Bermain Fajar Papua, menurut Ibu Widarmi (12/03) — yang terletak di daerah terpencil tepi danau Sentani yang indah menawan dengan kesunyiannya di Kabupaten Jayapura — keadaan kesehatan dan gizi “mutiara hitam” ini belum baik. Di antara mereka masih banyak anak yang ingusan, rambut kotor, perut buncit dan badan gatal-gatal.

Makanan yang tersedia sehari-harinya untuk mereka masih terbatas dan yang sering dikonsumsi anak-anak adalah ubi, talas, pisang dan papeda. Minuman sehari-hari air putih tanpa gula dan tentu anak-anak ini tidak pernah minum susu. Minum susu dianggap barang mewah. Padahal di Papua mempunyai lahan yang sangat luas dan sebagian besar masih menjadi lahan tidur dan tanah Papua pasti lebih mudah untuk tempat ternak sapi dibandingkan ternak sapi di wilayah Jawa. Mutiara hitam belum tahu cara beternak sapi perah. Dari turun temurun mutiara hitam hanya mengetahui ternak hewan babi dan anjing. Sayang sekali tanah Papua yang sangat luas tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Seandainya ada yang membantu memberi modal hewan sapi perah kepada mutiara hitam dan sekaligus mendidiknya bagaimana beternak sapi perah dan mengelola susunya pastilah anak-anak mutiara hitam ini dapat menikmati susu dan mereka dapat tumbuh menjadi lebih baik. Karena ternak sapi memerlukan proses yang lama, sedangkan anak usia dini mendesak kebutuhannya. Maka anak-anak mutiara hitam ini sangat memerlukan bantuan susu bubuk atau memprioritaskan pengadaan susu bubuk yang murah atau terjangkau oleh warga mutiara hitam.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Hati ”Mama””

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

semoga sukses bude!!!!!!!
perjuangan bude tidak pernah akan terlupakan
oleh negeri yang kami cintai!
yogyakarta’8 november 2008


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: