Menyiasati Tenggat Setor SPT Pajak

Posted on 22 Maret 2008. Filed under: Unek-Unek |

Hanya tinggal lima hari lagi dari masa kerja untuk menyerahkan Surat Pemberitahuan atau SPT pajak tahunan penghasilan atau PPh orang pribadi ke kantor pajak. Pada hari-hari ini di kantor-kantor pajak bagi seseorang yang menyerahkan SPT mulai melimpah ruah. Ramai dan agak sesak. Seperti kebanyakan tradisi bagi orang sekolahan yang mulai sibuk belajar menjelang ujian, begitu itulah yang terjadi persis dengan Darmin Nasution, Direktur Jenderal Pajak mengungkapkan bahwa Wajib Pajak patut menyampaikan SPT paling lambat Senin 31/3.

fotodatacomm_33 Sejumlah karyawan swasta dan pegawai negeri sipil yang menyetor SPT Pajak Tahunan dan PPh semakin menyadari betapa penting pemberitahuan pajak segera disampaikan. Tingkat kesadaran yang meninggi ini berkaitan dengan aspek pembelajaran yang baik kepada sesama karyawan bahwa betapa penting pembayaran pajak sungguh-sungguh dapat mengamankan anggaran pendapatan dan belanja negara. Selain itu, pembayaran pajak memperlancar arus kas atau anggaran penyelenggaraan pemerintahan, memperlancar pelayanan umum dan pembangunan Nasional.

Mulai Maret 2008, Wajib Pajak sudah mendapat kiriman paket amplop dari Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak. Amplop dari departemen ini ber-tagline atau jargon “Lunasi Pajaknya Awasi Penggunaannya“. Si pengirim menggarisbawahi kepada Wajib Pajak bahwa sebelum menutup amplop harap memeriksa kembali: apakah SPT telah ditandatangani, apakah ada lampiran surat kuasa, bila SPT diisi oleh kuasa, apakah lampirannya lengkap, dan apakah pajak yang harus dibayar telah dilunasi? Pesan berikutnya berkaitan dengan pemanfaatan amplop untuk digunakan kembali saat Wajib Pajak mengirim kembali SPT.

envelopeIsi amplop meliputi buku petunjuk pengisian SPT edisi 2007 (vii + 33 halaman), selembar perubahan data identitas Wajib Pajak, dan Surat Setoran Pajak serta SPT Tahunan 1770 S disertai pengantar surat oleh Darmin Nasution, Direktur Jenderal Pajak. “Kini telah tiba waktunya bagi para Wajib Pajak untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh yang merupakan sarana bagi Wajib Pajak untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan dan atau pembayaran pajak,” tulis Darmin Nasution seraya menambahkan, “SPT Tahunan PPh yang diisi dengan benar, jelas dan lengkap sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan berdasarkan ketentuan yang berlaku, diharapkan segera disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak di mana Wajib Pajak terdaftar.”

j0432560 Tenggat atau batas waktu (deadline) penyerahan SPT kian mendekat, hitung-hitungannya tinggal lima hari sejak tulisan ini 22/3–31/3 dalam masa kerja, kecuali untuk batas pembayaran pajak kurang bayar, yakni Selasa 25/3. Waktu yang mepet membuat sejumlah karyawan menyiasati kirim-kiriman data dan fakta seputar pengisian SPT pajak tahunan penghasilan orang pribadi melalui imel atau pos-el (e-mail) dan pos tercatat. Kantor elektronik yang tersedia dalam gadget, seperti telepon selular atau personal digital assistant (PDA) memperlancar komunikasi. Demikian juga kantor pos dari jasa layanan jasa antarsurat mempermudah ke Kantor Pelayanan Pajak yang berlokasi di sekitar tempat bermukim si Wajib Pajak. Meski si karyawan tengah berada di luar kota atau di luar negeri, misalnya proses pengiriman SPT Tahunan PPh tetap dapat dilaksanakan. Bebas macet, bebas antrean, lancar dan bebas stres lantaran waktu kerja kantor pajak yang bersamaan dengan jam kerja kantor.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: