Teknologi Wi-Fi Integrasikan Infrastruktur Sistem Jaringan

Posted on 14 Maret 2008. Filed under: Sastra Teknologi Informasi&Komunikasi |

Komodo memiliki fisik luarbiasa kuat. Komodo menjadi komoditas objek wisata yang berdaya tarik tinggi bagi wisatawan domestik atau wisatawan mancanegara. Namun, komodo menginspirasi sebagai medium berunsur kreatif dan inovatif bagi pebisnis teknologi komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, komodo akhirnya menjadi merk dagang bagi Michael S. Sangguardi, yang piawai melesapkan diri dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi berbasis wireless fidelity atau wi-fi ke seantero Nusantara.

Kependekan dari wireless fidelity merupakan standar yang dibuat oleh konsorsium perusahaan produsen peranti W-LAN atau Wireless Ethernet Communications Alliance untuk mempromosikan kompatibilitas perangkat 802.11, kata Michael S. Sangguardi pada lokakarya (workshop) di Merak Room Balai Sidang Jakarta, Rabu 12/3 dalam Mega Bazaar Computer, pukul 16.00–21.00 WIB. “Semua produk wi-fi adalah 802.11, tapi tidak semua 802.11 mengikuti standar wi-fi,” ujar pembangun 160 circuit camera televisi atau CCTV di Jakarta yang berpusat di Balai Kota. Michael S. Sangguardi menyampaikan makalah bertajuk “Teknologi Wi-Fi” yang bahannya berasal dari penggabungan perjalanan seminar wi-fi dalam 144 materi. “Bahan presentasi saya dari hulu ke hilir yang lebih manusiawi,” tegas perintis teknologi wi-fi di Tanah Air ini mantap.

Wi-fi itu merupakan proses tipuan-tipuan dari vendor-vendor besar, katanya membuka acara lokakarya. Wireless fidelity atau wi-fi akhirnya dijadikan standar berkode 802.11. “Tetapi tidak semua 802.11 adalah wi-fi,” kata Michael S. Sangguardi seraya beranalogi orang yang ahli teknologi wi-fi berarti ahli dua bidang, yakni teknologi informasi dan ahli komputer.

Pada sistem wireless, lanjutnya ada banyak faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan sinyal, seperti kabel, konektor, penangkal petir dan lainnya yang akan menyebabkan turunnya unjuk kerja dari radio jika dipasang sembarangan, kata pembuat produk wi-fi infrastruktur sistem jaringan bermerk Komodo seraya menambahkan, pada radio yang dayanya rendah seperti 802.11b, setiap dB adalah sangat berarti, dan harus diingat “3 dB Rule”. Setiap kenaikan atau kehilangan 3 dB, kita akan mendapatkan dua kali lipat daya atau kehilangan setengahnya.

Michael S. Sangguardi memberi gambaran bahwa 3dB Rule bisa diterapkan secara praktis dengan bantuan antena access point dengan standar 802.11b mempunyai penguatan 13dB untuk jarak 300 meter, maka kalau kita menggunakan antena 15dB (total 28dB) rumusannya menjadi:
a. 13 + 3 dB – jaraknya menjadi 600 meter
b. 16 + 3 dB – jaraknya menjadi 1,2 KM
c. 19 + 3 dB – jaraknya menjadi 2,4 KM
d. 22 + 3 dB – jaraknya menjadi 4,8 KM
e. 25 + 3 dB – jaraknya menjadi 9,6 KM
f. 1dB dianggap loss ….

Mengenai wireless LAN (W-LAN) menurut Michael S. Sangguardi adalah perangkat yang dipakai untuk menyambung jaringan komputer (LAN) dengan menggunakan udara sebagai medium komunikasinya. “Frekuensi yang dipakai adalah 2,4 GHz atau 5 GHz, yaitu frekuensi yang tergolong ISM (Industrial, Scientific dan Medical) dan UNII (Unlicensed National Information Infrastructure).”

Pada bagian teknologi wi-fi, Michael S. Sangguardi menjelaskan jenis-jenis perangkat wireless LAN, seperti access point, PCI card, USB, PCMCIA, dan compact flash embedded. “Perangkat yang terakhir ini yang saya rekomendasikan,” ujar perintis warung internet di Tanah Air ini sembari mempertanyakan bagaimana memilih perangkat 802.11? Ahli teknologi wi-fi ini menegaskan kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 memiliki spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama. Perbedaan yang menyolok berada di peranti lunak (software) pengendalinya.

Jenis sambungan Wireless LAN, kata Michael S. Sangguardi ada dua. Pertama, W-LAN indoor yang dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, yang mengikuti standar 802.11. Kedua, W-LAN outdoor yang dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, yang mengikuti standar 802.16. “Atas dasar itu, kenapa W-LAN indoor terletak di tempat tertentu, pastilah ada alasannya,” tambah pembuat Komodo bermisi meningkatkan kemampuan orang Indonesia menguasai teknologi seraya memeragakan pada titik pusat yang lokasi sinyal yang memenuhi syarat dengan menyebar ke pelbagai sudut lokasi ideal.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “Teknologi Wi-Fi Integrasikan Infrastruktur Sistem Jaringan”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

Terimakasih mas atas share artikelnya.. sangat membantu belajar saya.. 😆

maaf, saya bukan bermaksud untuk mengomentari. Tapi saya kesulitan untuk membaca postingan ini karena tulisan/font nya kurang jelas karena tertutupi background. Terimakasih

terima kasih atas informasinya, akan saya pakai untuk tambahan makalah saya


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: