Keasyikan Menikmati Rasa Kantuk

Posted on 12 Februari 2008. Filed under: Opini |

Biang kerok tragedi kemalasan seseorang berkaitan erat dengan rasa kantuk yang mendera. Padahal, si kantuk hanyalah akibat dari rasa fisik kelelahan. Perlu waktu khusus untuk mengembalikan kondisi fisik normal. Istirahat cukup, makan memadai, suasana hati lapang disertai kenyamanan memadai, urunglah si kantuk hinggap menyergap ke dalam diri. Oleh karena itu, sebagian besar pengidap kantuk berat justru semakin bergaul akrab dengan si kantuk. Semakin akrab dengan rasa kantuk, semakin efektif pula daya kenal seseorang menikmati rasa kantuk. Persoalannya, sejauhmana keasyikan menikmati rasa kantuk dapat dinikmati dalam keadaan yang nyaman?

Fisik dalam tubuh bagi setiap orang wajib diistirahatkan. Ketika rasa kantuk muncul — entah seorang abang becak-pengemudi mobil pribadi-pengendara pesawat terbang, entah pelajar-mahasiswa-karyawan — tebusan rasa kantuk berat, ya tidurlah dengan waktu yang cukup. Tidur yang efisien. Kalau enggak cukup tidur, manakala rasaIstirahat Siang di Taman Monas kantuk muncul, saat itu juga pengaruh negatif bersiap-siap menyergap. Daya pikat wajah, daya pesona wajah, daya nalar dan daya konsentrasi menuju titik kesadaran terendah semakin menurun tanpa imajinasi sebagai cara menyiasati rasa kantuk. Pelajar sulit belajar, pengemudi susah mengemudi, pengendara pesawat dilarang terbang, pemandu perjalanan wisata mengecoh dengan petunjuk agak asal-asalan. Tujuan positif berubah menghasilkan tujuan yang negatif.

Pertanda fisik yang menurun itu sebagai salah satu sifat orang yang mengantuk. Pertanda fisik lain kalau seseorang sering menguap berkepanjangan, apalagi kerap mengeluarkan air mata. Oleh karena itu, berhenti saja sejenak dari serbaneka aktivitas (lihat foto tiga orang terlelap menikmati mimpi di Taman Monas, Jakarta 1/12/07).

j0433842 Pada hari-hari normal mulai pagi, siang, sore, hingga menjelang malam, rasa kantuk lazim terjadi mulai pukul 00.00 hingga dini hari menjelang mentari terbit pukul enam. Waktu lain yang kerap datang pada siang hari manakala usai makan siang hingga sore hari. Oleh karena itu, kebiasaan orang Timur saat usai makan, lalu terus mengantuk berat sering dianggap sebagai biang kerok kemalasan. Tragedi kemalasan berkaitan erat dengan produktivitas kerja manakala rasa kantuk kian mendera. Satu dari sepuluh karyawan yang mengantuk, seorang mahasiswa dari tiga puluh mahasiswa yang mengantuk, seorang pengemudi dari sekian banyak pengendara yang mengantuk, akibatnya buruk dan fatal karena ia mampu melumpuhkan kinerja dan menimbulkan korban yang tersia-sia.

Begitulah asyiknya menikmati rasa kantuk ternyata hanya memerlukan ekstrahati-hati, ekstraketat, ekstradisiplin untuk menikmati dengan kewajaran! Waktu istirahat dan tidur memadai sesuai dengan kondisi fisik adalah cara menikmati rasa kantuk yang wajar. Jika keadaan memaksa dan fisik tetap terkondisi gawat darurat, ia wajib beristirahat selama beberapa menit. Itulah siasat lain untuk menikmati keasyikan rasa kantuk. Cara lain dapat disiasati dengan menjauhi minum sebagai doping, seperti minum bersoda atau beralkohol. Namun, minum-minuman yang sifatnya tidak sekejap merangsang seperti meminum air mineral atau air putih-jernih, bahkan meminum secangkir kopi, boleh dinikmati juga sebagai bentuk keasyikan melawan rasa kantuk.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Keasyikan Menikmati Rasa Kantuk”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

salam kenal,
artikelnya cukup menarik


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: