Sinergisme Profil Tokoh Soeharto versi Tempo

Posted on 10 Februari 2008. Filed under: Opini |

Mengungkap data dan fakta bernuansa sastra dalam penulisan, sudah mafhum dicap sebagai gaya selingkung Tempo, entah majalah entah koran. Aroma sastra nyaris tak terbantahkan manakala bidang liputan yang disajikan bercerita bak pujangga menebarkan pesona kata-kata. “Setelah Dia Pergi” edisi khusus Soeharto menjadi petunjuk kekhasan penyajiannya. Namun, jauh dari kesan Tempo kalau penyajian bernuansa sastra menjadi hak otonom bukan hanya reporter atau Tim Edisi Khusus Soeharto, melainkan juga hak penyajian yang terletak pada pundak perancang kulit muka (cover); suatu sinergisme yang mumpuni. Adakah perbenturan antara ide kreatif dan pesan yang ingin disampaikan tim penulis?

“Tujuh Tahun Jantung Berdebar” menjadi rahasia yang bermanfaat bagi pembaca. Apa, siapa, di mana, kapan, kenapa dan bagaimana tersingkap sebagai landasan Tempo, mengapa ia menulis begini dan kenapa Tempo menulis begitu. Apalagi detak jantung tim edisi khusus atau kru Tempo tentu semakin kencang berdetak manakala menyangkut peristiwa (mantan) orang nomor satu di Republik Indonesia. Peristiwa demi peristiwa menggerakkan energi, menghabiskan waktu, bahkan cenderung berbiaya tinggi (untuk membangun moral saja, sejumlah biaya tetap diperlukan, demikian Julian Benda).

Ketika edisi khusus Soeharto terbit, sejumlah mata saling memandang, betapa apik dan ciamik kalau sebuah penerbitan saling membantu. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul, menuliskan dan melaporkan profil tokoh Soeharto memerlukan kerja sama erat. Manalah mungkin tampil apik dan ciamik sebuah medium tanpa kerja sama saling memahami dalam kesetaraan untuk membahasakan pesan. Oleh karena itu, sejauh-jauh mata memandang kalau cermin karya Leonardo da Vinci menginspirasi Kendra Paramita sebagai perancang kulit muka, layaklah cermin kemampuan seseorang memvisualkan pesan mendapat aplaus.

Pamusuk Eneste, 57 tahun, editor senior sebuah penerbit, penganut kristen Katolik berkomentar kreativitas perancang sampul mampu memvisualkan ide berjudul “Setelah Dia Pergi”. Bahkan komentar penuh rasa hormat salut muncul dari seorang pembaca setia saat mencermati jatuh bangun personalia kerja Tempo di bawah judul “Tujuh Tahun Jantung Berdebar”.

---#Cover_3650_Harto.indd Entah disadari entah tak disadari, visualisasi rancangan sampul Kendra Paramita sepertinya menjawab apa dan bagaimananya persiapan dan penyajian “Setelah Dia Pergi”. Dengan menyembul judul “Tujuh Tahun Jantung Berdebar” sesungguhnya cerminan bahwa karya Leonardo da Vinci menginspirasi visual bak langsung menjawab ketujuh orang yang divisualkan. Soeharto di tengah, lalu mengapit anak-anaknya, tiga di kiri dan tiga di kanan, sebagai jawaban, kenapa perlu tujuh tahun jantung tim edisi khusus Soeharto bergemuruh. Mulai 2001 hingga 2007 nama petinggi negeri gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja menjadi “bulan-bulanan” akhirnya membentuk sinergisme. Bukan tidak mungkin gemuruh rasa dan jiwa tim edisi khusus, setali tiga angpao dengan gemuruh tim keluarga Cendana. Sebuah penghargaan yang patut dijadikan cermin format penyajian sebuah medium penyampai pesan.

---JaketCover_3649_03Feb_HARTO.indd Boleh jadi simpanan data dan fakta orang terkenal sangat cocok dengan jargon seorang jurnalis: names makes news atau nama membuat berita, lagu lama yang senandungnya terpatri erat dalam diri jurnalis manapun. Lantas, menyangkut Soeharto terkandung data dan fakta yang bernilai berita tinggi. Oleh karena itu, wajib hukumnya tersimpan erat dengan data dan fakta terkontrol ketat. Menulis dan menyampaikan pesan orang nomor satu amatlah sulit tanpa pemikiran dan pengalaman mendalam. Sinergisme tim edisi khusus Soeharto menyembulkan serbaneka judul yang berkaitan dengan serbaneka wajah Soeharto.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Sinergisme Profil Tokoh Soeharto versi Tempo”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

kirim kn profil Alm. Pak Harto ke email q


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: