Ekstrahati-hati bagi Pengemudi

Posted on 23 Januari 2008. Filed under: Unek-Unek |

Kecelakaan berulangkali membawa maut. Entah korban meninggal entah korban mengalami luka serius yang menetap. Pengemudi kerap mendapat peringatan, berhati-hati dan berdoalah sebelum berangkat mengemudi. Apalagi keadaan jalan dan rambu lalu lintas belum memadai. Tambahan pula mentalitas menerabas pengemudi menambah persoalan lain di jalan. “Sudah Tiga Mobil Terjun Bebas di Jabodetabek” demikian judul berita yang jadi hits. Apa saja bekal bagi pengemudi untuk ekstrahati-hati di jalan?

Selasa siang (21/1/08) Honda Accord bernomor polisi B 8722 FZ jatuh dari areal parkir lantai 8 Menara Jamsostek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pengemudi mobil tewas seketika. Pada 2007, 17 Mei, mobil Honda Jazz warna hitam bernomor polisi B 1792 EV jatuh dari Gedung Parkir lantai 6 ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB. Mobil hancur remuk dalam posisi terbalik. Tiga penumpang sekeluarga, ayah-ibu dan anak, tewas seketika. Januari tanggal 14 mobil boks Isuzu Panther berlogo Toko Buku Gunung Agung jatuh dari parkir mal Pangrango Bogor. Mobil berplat Jakarta B 9991 FA yang diparkir di lantai tiga jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter ke Jalan Malabar pukul 21.15 WIB yang melukai dua pengendara.

Berita kecelakaan lalu lintas itu tak lepas dari sikap si pengemudi di jalan. Meski sebuah dilematis yang muncul kalau pengemudi berada di jalan; saat ia ekstrahati-hati berkendara, ada pengemudi lain yang sembrono, liar, dan seenak-enaknya malang-melintang mengemudi di jalan raya. Jadi, raja jalanan. Belum lagi, angkutan umum yang selalu jadi bulan-bulanan saat menaikkan dan menurunkan penumpang. “Nyetir mobil itu gampang, semua orang bisa. Tak heran kalau banyak orang yang bisa bawa mobil. Tapi yang biasa bawa mobil itulah yang sedikit. Nah, bedanya orang yang bisa bawa mobil dengan orang yang biasa bawa mobil, ini yang sering disepelekan bagi kebanyakan orang,” ujar B. Djanu S., 76 tahun mengurai pengalaman berkendara selama bekerja di bank milik negara RI. Oleh karena itu, simaklah tulisan berjuluk Seandainya Pengendara Tertib oleh Wawan H Prabowo  berikut ini.

Pertama, setiap pengendara sepeda motor di jalan harus memiliki surat izin mengemudi untuk sepeda motor dan (harus) mampu mengendarai kendaraannya dengan wajar. Kedua, pengemudi dan penumpang wajib menggunakan helm yang telah direkomendasikan keselamatannya dan terpasang dengan benar. Ketiga, pengendara sepeda motor wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki.

Ketiga hal di atas adalah cuplikan dari Undang-Undang Nomor 14 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dikeluarkan pada tahun 1992. Jika saja ketiga hal itu diterapkan, tentunya angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan ke batas yang minimum. Sayangnya, dalam kenyataan sehari-hari di jalan, dengan mudah disaksikan pelanggaran terhadap ketiga hal itu. Di berbagai ruas jalan dengan mudah ditemui pengendara yang mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan atau melawan alur lalu lintas (di jalan satu arah).

Banyak pula pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm. Atau kalaupun pengendara menggunakan helm, helm itu tidak memenuhi standar yang ditetapkan dan tidak terpasang secara benar. Sedangkan penumpang sepeda motor sebagian besar tidak menggunakan helm, kecuali bagi sepeda motor yang melintas di jalan-jalan protokol. Kalaupun menggunakan helm, biasanya helm itu hanya digunakan sebagaimana layaknya menggunakan topi. Tali penahan helm tidak dikaitkan.

Yang paling parah adalah pelaksanaan kewajiban untuk mengutamakan keselamatan pejalan kaki. Rasanya hampir tidak ada satu pengendara sepeda motor pun yang melaksanakan kewajiban ini, terutama di ruas-ruas jalan di mana sepeda motor yang melintas jumlahnya belasan atau puluhan. Dalam kondisi seperti itu, pejalan kaki sangat diabaikan. Para pengendara sepeda motor seakan tidak merasa perlu mengurangi kecepatannya jika mobil, minibus, bus, atau truk berhenti untuk memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyeberang. Akibatnya, pejalan kaki sering menjadi korban. Kadang-kadang pengendara dan
penumpang juga menjadi korban karena sepeda motor terjatuh atau ditabrak oleh sepeda motor yang melaju di belakangnya.

Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan tentang mengapa keadaan seperti itu terjadi. Tetapi, inti persoalannya: apakah keadaan ini akan dibiarkan terus terjadi?

Jarak aman dan titik mati
Itu baru pada tahapan awal. Pada tahapan selanjutnya, pengendara sepeda motor juga harus mengetahui tentang jarak aman dengan kendaraan lain saat melaju dengan kecepatan tinggi dan juga mengenai titik mati (blind spot).  Setiap orang mempunyai pendapat sendiri tentang hal tersebut, tetapi penting diingat bahwa jarak aman itu berubah-ubah sesuai dengan kecepatan kendaraan. Kecepatan 60 kilometer per jam sama dengan 16,66 meter per detik. Itu berarti dalam waktu satu detik kendaraan bergerak sejauh 16,6 meter. Dan, kecepatan 80 kilometer per jam sama dengan 22,22 meter per detik, atau dalam waktu satu detik kendaraan bergerak sejauh 22,22 meter.

Dengan kata lain, jika seorang pengendara, baik itu pengendara sepeda motor maupun pengendara mobil, dalam kecepatan 80 kilometer per jam melaju di belakang kendaraan lain dengan jarak 10 meter, dipastikan ia akan menabrak mobil di depannya jika mobil itu secara mendadak berhenti. Ini mengingat seseorang memerlukan waktu satu detik untuk bereaksi (termasuk menginjak rem), dan 1 detik itu dalam kecepatan 80 kilometer berarti 22,22 meter.

Khusus yang berkaitan dengan titik mati, pengendara sepeda motor perlu menyadari bahwa bukan hanya dirinya mempunyai titik mati, pengendara mobil pun mempunyai titik mati. Itu sebabnya penting bagi pengendara sepeda motor untuk membuat kehadirannya diketahui oleh pengendara mobil, bus, atau truk yang berada di dekatnya.

Seandainya pengendara tertib dalam berlalu lintas, berapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan?***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: