Tema Pokok Tulisan bagi Blogger

Posted on 20 Januari 2008. Filed under: Berita |

Dalam penulisan, kita selalu melihat sesuatu dari penulis. Ada semacam daya yang keluar dari setiap kata yang dituliskan. Yang terasa melalui susunan kata dan kalimat. Namun, kata dan kalimat itu mati. Tidak tampak ekspresi dari penulis. Padahal, kita berhubungan dengan penulis yang hidup, yang menulis dengan alam pikiran dan perasaan sepenuh hati. Demikian pula tema pokok. Tulisan tanpa tema pokok ibarat orang berjalan tanpa arah yang jelas. Lama-kelamaan kecapekan, kelelahan, lalu mati juga. Mati rasa.

Jika kita menulis selalu ingat tema pokok, kita dapat sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Tulisan menjadi utuh, lurus, jelas, gamblang, dan enak dibaca. Tak pernah tulisan dengan tema pokok kita tanpa hasil sama sekali. Tentu ada pengaruh bagi diri kita masing-masing. Kita puas. Oleh karena itu, makin kuat anggapan yang muncul bahwa kekuatan kata dan kalimat yang dituliskan berpengaruh lebih ampuh daripada kata-kata yang dilisankan.
    Daya tema pokok bagaikan daya tumbuh biji. Dayanya membuat kita mengharapkan buah dan panenan. Apakah biji itu akan menghasilkan buah banyak, sebagian besar bergantung pada kesiapan dan daya terima hati kita. 
    Pada setiap tulisan yang memiliki tema pokok, kita yang memiliki kata terakhir. Tulisan itu ibarat sebuah biji yang diharapkan berbuah pada diri kita, yaitu buah optimisme dan harapan akan masa depan. Bahwa seluruh daya cipta ikut serta dalam menyebarluaskan informasi yang kita kuasai. 
    Blog yang memiliki kekuatan kata dan kalimat dalam tulisan-tulisannya pasti enak dipelajari dan cocok dijadikan sebagai bacaan pilihan. Oleh karena itu, sebelum dipublikasikan, blogger perlu selalu memeriksa dan menyesuaikan tema pokok untuk kepentingan yang paling mendesak agar dibaca sekarang juga.
    Perhatikan saja penyajian blog, amati secara cermat, apakah isi pernyataannya memiliki tema pokok? Jika ya, tulisan itu mewakili naluri ingin tahu macam-macam sifat manusia. Jika belum memiliki tema pokok, apa alasannya! Jika belum, tulisan itu lantas belum memenuhi kepentingan kita. Naluri ingin tahu kita belum dapat terpenuhi dengan membaca blog.
    Demikian pula ketika menulis sebuah laporan, kita diibaratkan melukis seraut wajah di atas sebuah kanvas. Kita bisa langsung menggoreskan pena, dan perbandingan bagian-bagian wajah itu bisa langsung dikontrol. Kita  bisa langsung tahu, misalnya jika mata yang kiri miring letaknya dibandingkan dengan mata yang kanan. Bidang yang kita hadapi kecil.
    Upaya untuk menghindari kesalahan dapat dilakukan jika seorang pelukis terlebih dahulu membuat skala. Apa yang sangat kita perlukan sebagai penulis? Seperti halnya pelukis yang tengah mempersiapkan gambar besar memerlukan skala, seorang penulis untuk membuat sebuah cerita panjang memerlukan tema pokok. Ia harus punya satu kerangka cerita sebelum ia mulai bekerja.
    Tema pokok sering kita sepelekan. Adakalanya seorang penulis salah mengartikan, atau ia sebenarnya tidak bisa membuatnya. Akibatnya berabe: si penulis sering tergelincir dari fokus. Terjadi pengulangan yang tak perlu. Urutan cerita pun menjadi kacau.

    Peribahasa lama mengatakan, alah bisa karena biasa; sesuatu yang sukar, jika sudah biasa dikerjakan tak menjadi kesukaran lagi. Itu dapat juga berarti dalam tema pokok ditentukan mana yang sukar. Di situ dapat kita tentukan mana yang wajar untuk menjadi bagian pertama cerita. Sekaligus ditentukan apa yang secara logis merupakan bagian berikut. Begitu itulah seterusnya, sampai dengan bagian penutup. Jadi, tema pokok merupakan pengorganisasian langkah-langkah kita menjelang kita berangkat menulis. Kini kita tahu apa manfaat tema pokok, marilah kita juga membuatnya, setelah kita baca semua bahan yang terhimpun di depan kita. Berikut ini contoh tulisan sebagai hobi.

Menulis Itu Hobi
Oleh Bambang Mochtar Roesdijanto
Sejak SMP saya sudah kepingin menulis. Sampai saya beli bukunya Arswendo yang berjudul Menulis Itu Gampang. Tapi yang namanya ide, kok ya ndak keluar-keluar. Tangan sudah mulai corat-coret, selesai satu halaman, kehilangan ide, kertas langsung masuk laci. Kenyataannya, menulis itu tidak mudah.

Saya mulai belajar menulis ketika sudah mulai berkenalan dengan dunia internet, saya sering berkorespondensi baik japri maupun lewat milist yang lumayan banyak saya langgani. Dengan banyak membaca, berdiskusi, atau sekedar hahahihi, saya mulai terbiasa menulis. Kalau dulu hanya menulis sepotong surat perlu mikir lama, sekarang seakan-akan mengalir begitu saja lewat jari-jari tangan.

Tentu saja, tulisan saya juga masih jauh dari sempurna. Tata bahasa masih amburadul, ide utama terkadang tidak terfokus, lebih banyak tulisan pembukanya dibanding ide utamanya. Saya yakin itu, semua ini merupakan proses. Dan sudah barang tentu saran dan kritik Anda sekalian amat saya perlukan untuk lebih meningkatkan mutu tulisan saya.

Tulisan saya terdiri dari pengalaman masa kecil, tulisan ringan dari kehidupan sehari-hari, dan tulisan pengalaman ketika travelling.

Ternyata, menulis itu hobi yang amat menyenangkan untuk mengisi waktu luang.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: