Visi, Misi, dan Keberhasilan Penerbitan Pers

Posted on 19 Januari 2008. Filed under: Opini |

Penulis blog sering menyampaikan isi pernyataan kepada pembaca melalui koran dan majalah. Berkenaan dengan hal itu, saat ini sejumlah penulis blog atau blogger memberi perhatian serius terhadap pengelolaan penerbitan koran dan majalah yang berhasil.  Keberhasilan pengelolaan penerbitan pers akan membawa manfaat besar — entah bagi blogger entah bagi pembaca — untuk mencapai tujuan tulisan. Baik apa dan siapanya maupun kenapa dan bagaimananya mengelola penerbitan pers yang menuju keberhasilan terus-menerus, tulisan berikut ini mengungkap secara lengkap.

Ada sejumlah unsur untuk memahami keberhasilan penerbitan pers, dalam hal ini penerbitan pers dalam arti yang sempit, seperti koran dan majalah. Pengurus atau personalia kerja koran dan majalah wajib memiliki visi yang dapat mengarahkan misi, rancangan kerja, dan serbaneka usaha menuju keberhasilan penerbitan pers. Visi dan misi demi keberhasilan penerbitan pers tampak pada bagan berikut.

Visi, Misi, dan Keberhasilan Penerbitan Pers

Visi Misi Rancangan Kerja Sumberdaya Modal&Manusia Keterampilan Profesional Motivasi &Insentif Pengembangan Perubahan&Keberhasilan
Tidak ada Ya Ya Ya Ya Ya Pengembangan tanpa arah visi
Ya Tidak ada   Ya Ya Ya Pengembangan tersendat-sendat
Ya Ya Tidak ada Ya Ya Ya Tidak efektif (pemborosan)
Ya Ya Ya Tidak ada Ya Ya Frustasi
Ya Ya Ya Ya Tidak ada Ya Perkembangan lambat & tidak kompetitif
Ya Ya Ya Ya Ya Tidak ada Keragu-raguan

*     Modifikasi dari model: American Productivity & Quality Center, Austin; dan Bul Penyami, Universitas Pelita Harapan, Jakarta, yang dikutip dari Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Era Globalisasi, Visi, Misi, dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020, oleh H.A.R. Tilaar, Penerbit Grasindo, 1997, hlm. 14.

Visi merupakan awal dari serbaneka perubahan besar. Misi merupakan rumusan langkah-langkah sebagai kunci untuk mulai melakukan inisiatif yang mewujudkan, mengevaluasi dan mempertajam bentuk-bentuk kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam visi. Atas dasar itu, rancangan (rencana) kerja merupakan rencana aksi untuk mewujudkan misi yang dirumuskan. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia  dan modal untuk mendukung perwujudan rancangan kerja. Rancangan kerja ini dioperasionalisasikan (diterapkan) melalui keterampilan profesional yang dapat menghasilkan kinerja dan kualitas yang tinggi. Motivasi dan insentif (vitamin D atau Duit) yang memadai, kemudian menjadi pendorong kegairahan kerja bagi siapa pun yang terlibat dalam organisasi penerbitan pers. Tujuan akhirnya agar terus-menerus meningkatkan perubahan yang berkelanjutan dan keteraturan penerbitan.

Keterpaduan semacam itu mendasari sejumlah cara mencapai keberhasilan pengelolaan penerbitan pers. Pada mulanya berasal dari konsep keutuhan visi dan misi. Jika salah satu unsur hilang, hasilnya berupa pengembangan koran dan majalah tanpa arah, atau pengembangan yang tersendat-sendat. Pada akhirnya dapat muncul pemborosan, frustasi, perkembangan yang lambat dan tidak kompetitif, atau keragu-raguan.

Selanjutnya, pengurus atau personalia kerja koran dan majalah perlu membuat Buku Pedoman (gaya selingkung/house style). Buku selingkung ini berguna bagi pengurus baru yang menggantikan pengurus lama dalam suatu penerbitan pers. Isi pernyataannya berupa visi dan misi penerbitan pers, dilengkapi dengan pedoman dan etika penerbitan koran dan majalah yang berlaku di negara Republik Indonesia. Atau yang berlaku pada komunitas sasaran penerbitan pers itu diterbitkan. Jadi, koran dan majalah yang berhasil terbit dengan rutin tidak lagi ada alasan berhenti penerbitannya, jika berganti pengurus. Karena pengurus yang dulu aktif, sedangkan yang sekarang melempem. Yang penting, buku pedoman tetap berguna bagi pengurus yang baru. Pengurus baru tinggal merevisi segala hal-ikhwal gaya selingkung yang lama, bila dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Dengan demikian, koran dan majalah makin lama makin berkembang. Isi koran dan majalah juga tetap taat asas.

Atas dasar itu, blogger yang mengirim tulisan untuk koran dan majalah, selain mempelajari kebijakan redaksional, ternyata ia juga wajib mengetahui keberhasilan penerbitan koran dan majalah sasaran tulisannya. Perhatian atas tingkat keberhasilan pengelolaan penerbitan pers ini menjadi cara pencapaian tujuan tulisan. Dengan demikian, manfaat penerbitan pers yang berhasil sungguh-sungguh dialami dan dirasakan baik oleh blogger.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: