Tony Chen Mengajak Berinvestasi Saat Microsoft UC

Posted on 4 November 2007. Filed under: Apa&Siapa |

Kemacetan di Ibu Kota Jakarta menjadi sumber inspirasi bagi Tony Chen, Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Ia berbahagia kalau kondisi lalu lintas di Jakarta selalu macet, atau bertambah macet. Pasalnya, kalau lalu lintas di Jakarta sepi, itu artinya roda ekonomi mati. Sebaliknya, kondisi lalu lintas di Jakarta sangat penuh kendaraan, itu artinya peluang bisnis terbuka lebar. Microsoft juga menawarkan solusi menghadapi kemacetan lalu lintas, sementara bisnis tetap lancar. Tony Chen dengan penuh semangat mengutarakan peluang bisnis di Ibu Kota sebagai kata pembuka pada peluncuran Unified Communication (UC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis 1/11, pukul 9.00—17.00 WIB.

Sampai semalam (Rabu 31/10), sejumlah tiga ribu orang yang registrasi, kata Tony Chen bangga. Ia menegaskan, peluncuran ini akan diikuti dengan roadshow ke Singapura, yang sebelumnya sudah diselenggarakan di Amerika. Namun, audiens di Jakarta ini jauh lebih besar daripada di kota besar negara lain, tambah lelaki kelahiran Tebingtinggi, Sumatra Utara. “Ini menunjukkan potensi yang sangat besar,” ujar Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia. Kalau kondisi lalu lintas di Jakarta terus macet, itu artinya menunjukkan ekonomi yang berkembang. Perkembangan ekonomi tahun depan tumbuh enam persen, tambah ayah dari tiga anak pehobi games, pengoprek mobil rakitan, diving, penikmat musik, pianis, dan pegolf.

Ekonomi yang berkembang membuat berkomunikasi itu menyenangkan, apalagi terjangkau dengan media apa pun. Di luar kantor, imel bisa dilihat. Mobilitas di manapun, kapan pun dikehendaki selalu terhubung. “Meski demikian, saya menetapkan kalau week-end artinya bebas dari tugas kantor. Kalau ke kantor, seperangkat multimedia saya aktifkan. Push e-mail selama dua sampai tiga jam saya selalu terhubung (online),” tegas Tony Chen.

Tentang perusahaan di Indonesia, menurut Tony Chen dalam kurun belasan tahun ini lebih transparan. Antara satu departemen dan departemen yang lain saling terbuka. “Apa peran software?” tanya Tony Chen di hadapan dua ribu lima ratusan hadirin yang hadir di hotel Shangri-La, Kamis pagi. Pertanyaan itu ia jawab bahwa software berperan untuk membantu simplikasi berkolaborasi. Bagaimana software berperan lebih besar, menurut Tony Chen lebih berkaitan dengan kecepatan akses untuk mendapat informasi segera. “Saya pakai Vista dan Office serta seperangkat software terkini. Imel, instant messaging, voice mail, SMS, di manapun terhubung, dengan tingkat security yang semakin baik. Itu peran software. Padahal, dahulu semua itu sulit disatukan,” tegasnya mantap.

Tony Chen memanggil kembali ingatan yang telah lalu bahwa tahun 90-an manajernya pada sore hari mengirim faksimile dan teleks. Dulu, belum ada imel, katanya. Ia berkisah pula, customer kita saat ini mungkin ada di luar negeri, di berbagai tempat, persoalannya, bagaimana kita tahu kalau dia aktif. Itu masa lalu karena saat ini dengan communicator office seperti di Thailand, yang lagi ada meeting misalnya, dan ia tidak mau diganggu, sekarang mudah berkomunikasi dan terhubung tanpa gangguan.

Pada tahun 1995 ketika saya mau apply, saya mesti antre. Waktu itu, telecommunication cost sangat mahal. Saya punya teman, yang ikut hadir pada hari ini, ia dari kalangan perbankan, misalnya dengan ratusan cabang, bagaimana mengurangi biaya komunikasi. Memang dengan sistem video conference, biaya lebih tinggi. Namun, itu belum menjawab tantangan. “Microsoft menjalankan peran lebih besar. Berbagai media komunikasi saat ini disatukan dalam Microsoft one address book, one inbox. Sudah ada 400 juta pemakai office system di seluruh dunia saat ini. Opportunity ini bisa membantu perusahaan, customers Anda, end user kami. Security pun sangat perlu diperhatikan,” tandas Tony Chen sembari mengusulkan, agar perusahaan mulai mempertimbangkan respons early dengan harapan dan visi boleh berpartisipasi dan membantu information technology department. “Anda investasikan jadi mudah mendapatkan semua kemudahan,” pesannya.

Juli 2007 di AS, Tony Chen bertemu dengan Bill Gates, dan mudah-mudahan tahun depan akan datang ke Indonesia, kata pengagum Bill Gates yang berpola hidup seimbang antara keluarga dan bisnis ini. Perusahaan di Indonesia, ada empat yang sudah mengimplementasikan Microsoft Unified Communication, seperti XL, SNS, Bank Danamon, dan Petrosea. Mereka berani menjadi pionir. Investasi di sistem ini dengan meyakinkan asas manfaat yang sangat signifikan. Selain itu, ada 60 partner. “Saya harapkan potensi manfaat di perusahaan Anda pun demikian tinggi. Mengurangi biaya komunikasi, efektivitas yang lebih baik. Semua fitur sudah disiapkan, bagaimana sistem memberi manfaat kepada pemakai. Biar memiliki waktu lebih untuk melihat demo dan stan pameran, saya akhiri sambutan ini,” ujar Tony Chen penuh antusias.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: