Salah Nalar pada Logika Berpikir

Posted on 28 Oktober 2007. Filed under: Bahasaku-Bahasamu |

[Salah Nalar pada Logika Berpikir]

Category            Bahasaku-Bahasamu 

Dalam diskusi antarmahasiswa berkaitan dengan logika di politeknik negeri Jakarta terjadi perbalahan pendapat tentang kalimat. Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang muncul terkesan salah, keliru, atau cacat. Kesan ini menjadi pola pikir yang disebut salah nalar. Salah nalar berlangsung lantaran ketidaktepatan seseorang saat mengikuti tata cara pikirannya. Bagaimana ketepatan pengertian salah nalar itu?

 

Ada suatu kalimat pertama yang bunyinya seperti ini:

Tidak semua mahasiswa lulus dalam mata kuliah Pernaskahan.

Peserta pertama dalam diskusi itu berpendapat bahwa berdasarkan kualitas dan kuantitas, proposisi itu tergolong proposisi O, yaitu proposisi khusus negatif karena di dalamnya terdapat pemarkah formal tidak semua. Namun, peserta  kedua berkeyakinan bahwa berdasarkan kualitas dan kuantitas juga, proposisi itu tetap tergolong proposisi pertama, yaitu proposisi khusus positif karena dari segi makna sama dengan proposisi (2) “Sebagian mahasiswa lulus mata kuliah Pernaskahan”.

Peserta pertama tetap pada pendirian, yaitu bahwa proposisi (1) adalah proposisi negatif. Dia berargumentasi bahwa kalau kita mengikuti jalan pikiran peserta kedua tadi, memang benar bahwa dari segi makna, di balik semua kalimat yang mengandung ungkapan negatif  tidak atau bukan pastilah positif karena di balik tidak atau bukan, terkandung juga makna positif  ya atau betul; di balik frasa tidak semua, pasti ada frasa  sebagian; di samping frasa  bukan laki-laki, pastilah yang dimaksud adalah perempuan atau bahkan banci. Contoh proposisi negatif yang dikemukakan peserta pertama adalah (3) Tidak semua mahasiswa saya adalah laki-laki, yang artinya pasti sama persis dengan proposisi positif (4) Sebagian mahasiswa saya adalah perempuan.

Perbalahan antarmahasiswa berlanjut dan makin panas karena keduanya tetap pada pendirian masing-masing. Untuk meredakan perbalahan, muncullah peserta ketiga, sebagai penengah. Peserta ketiga melontarkan pertanyaan berikut. Bagaimana bentuk proposisi positifnya terhadap kalimat (5) Lima belas mahasiswa tidak lulus mata kuliah Pernaskahan, jika kita tidak mengetahui persis jumlah mahasiswa di kelas yang bersangkutan. Apakah (6) Dua puluh mahasiswa lulus mata kuliah Pernaskahan ataukah (7) Yang lainnya lulus mata kuliah Pernaskahan. Ternyata, kedua peserta yang berbalah tadi tidak bisa menjawabnya dengan pasti.

Atas dasar itu, gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.

Berpikir adalah obyek material logika. Yang dimaksudkan dengan berpikir di sini ialah kegiatan pikiran, akal budi manusia. Dengan berpikir manusia ‘mengolah’, ‘mengerjakan’ pengetahuan yang telah diperoleh. Dengan ‘mengolah’ dan ‘mengerjakan’ ia dapat memperoleh kebenaran. ‘Pengolahan’, ‘pengerjaan’ ini terjadi dengan mempertimbangkan, menguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lain. Oleh karena itu, obyek material logika bukanlah bahan-bahan kimia atau salah satu bahasa, misalnya.

Akan tetapi, bukan sembarangan berpikir yang diselelidiki dalam logika, melainkan dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan, ketepatan. Oleh karena itu, berpikir lurus, tepat, merupakan obyek formal logika. Kapan suatu pemikiran disebut lurus? Suatu pemikiran disebut lurus, tepat, apabila pemikiran itu sesuai dengan hukum-hukum dan aturan-aturan yang ditetapkan dalam logika. Kalau peraturan-peraturan itu ditepati, dapatlah pelbagai kesalahan atau kesesatan dihindarkan. Jadi, kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih aman. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: