Organisasi Penerbit yang Biasa

Posted on 21 Oktober 2007. Filed under: Artikel |

Penerbit digital telah hadir “di depan mata”. Penerbit digital masuk kategori manajemen pers yang ketat waktu terbitnya. Tiada lagi waktu lama untuk menunda-nunda. Jarak waktu terbit dan sifat media bergerak supercepat. Terkini. Termasa. Terbaru. Tenggat jadi ukuran keberhasilan menyajikan terbitan dalam hitungan menit. Speed and quality itu tagline-nya. Namun, organisasi penerbit nondigital sebagai pola manajemen penerbitan di Tanah Air tetap eksis. Meski penerbit digital hadir saat ini, penerbit nondigital sebagai penerbit biasa tak ’kan berhenti “ditelan zaman”. Bagaimana penerbit biasa atau penerbit nondigital menyiasati organisasi penerbitannya?

Entah penerbit digital, entah penerbit nondigital pada umumnya memiliki orientasi tugas yang serupa dan sebangun. Penerbit merupakan sarana komunikasi antara pengarang dan pembaca. Dalam bentuknya yang paling sederhana penerbitan adalah penyerahan sebuah naskah oleh pengarang kepada penerbit dengan tujuan agar diterbitkan sebagai buku yang kemudian dapat diperoleh oleh pembaca. Dari sini muncul tiga pertanyaan yang umum:

a.     siapa pengarang?;

b.    bidang apa?;

c.     siapa pembaca?

Agar penerbit dapat berkomunikasi dengan baik, jawaban terhadap pertanyaan itu harus senafas. Bagaimana cara menjawabnya dan pilihan mana yang diambil sangat membantu penerbit dalam memutuskan di bidang mana ia akan bergerak.

Di bidang komunikasi, fungsi penerbit bukan hanya sebagai sa­rana antara pengarang dan pembaca, melainkan juga elemen-elemen lain mempengaruhi perkembangan sebuah penerbit dan dalam memilih jenis penerbitannya. Jadi, di samping pengarang, jenis penerbitan dan pembaca, ada lagi masalah yang timbul, antara lain masalah persaingan, keuangan, dan struktur masyarakat.

Ketika menjalankan fungsi sebagai sarana komunikasi, penerbit merupakan badan yang kompleks. Sesuai dengan adanya hambatan dan kemudahan yang dijumpai oleh penerbit dalam menyusun struktur organisasinya. Ada hal-hal tertentu yang harus dipenuhi dalan usaha memproduksi buku, termasuk pembidangan kerja yang dapat dibagi dalam berbagai cara.

Spesialisasi (pengkhususan) ada beberapa macam penerbit, yaitu:

a.     Buku umum

b.    Buku sekolah

c.     Buku perguruan tinggi

d.    Buku siswa (paperback)

e.    Buku anak-anak

Pemilihan spesialisasi ini sering ditentukan oleh pasar. Dengan demikian, cara bergeraknya berbeda-beda pula, seperti halnya dalam menangani penulis dan dalam menjual buku-bukunya.

Di samping pembagian itu, ada pula penerbitan yang lebih khusus lagi. Umpamanya penerbit buku perguruan tinggi hanya menerbitkan buku-buku kedokteran. Mungkin juga penerbit itu menerbitkan buku kesehatan untuk sekolah menengah, atau buku bergambar tentang penyakit un­tuk anak-anak. Spesialisasi ini mungkin sebagai pilihan yang disebabkan oleh kebiasaan, oleh kesulitan-kesulitan dari luar,  dan oleh kemampuan staf. Setiap bidang usaha, bagaimanapun membutuhkan keahlian khusus dalam pekerjaan, walaupun sesungguhnya dasar setiap penerbitan itu tetap sama, baik penerbit digital maupun penerbit nondigital atau penerbit biasa.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: