Gangguan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Posted on 30 September 2007. Filed under: Bahasaku-Bahasamu |

Kondisi bahasa Indonesia masa kini merupakan kondisi kumulatif dari kondisi-kondisi sebelumnya yang kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. Hal itu terjadi karena sejak kemerdekaan Republik Indonesia tidak ada contoh dan teladan dari para pemimpin bangsa.

Isi pernyataan itu mengemuka sesuai dengan catatan Profesor Zainal Arifin, 59 tahun, Peneliti Madia Bidang Bahasa dari Pusat Bahasa, seperti yang disampaikan kepada johnherf, Minggu 30/9 pagi di Jakarta.

Perihal suri teladan pimpinan ia kemukakan sebagai bentuk perhatian yang kurang serius. Ketidakseriusan berbahasa Indonesia merupakan kondisi kumulatif. Lebih jauh lagi, pendamping bahasa di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan serbaneka rancangan undang-undang ini mengungkap kondisi sebelumnya juga kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. “Tidak ada contoh dan teladan dari pemimpin bangsa,” tegas Profesor kelahiran Tasikmalaya, 28/3.

Adapun jargon bahasa Sukarno, misalnya, kata pengarang buku “Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi” ialah “Kami punya bangsa, kami punya negara, kami punya rakyat.” Gaya bahasa Suharto, misalnya memperhatiken, menginginken, semangkin. Bahasa Habibie, misalnya technologi, ikonomi. Gaya bahasa Gus Dur, “Gitu aja kok repot,” dan “Gak usah didengerin.” Lantas, gaya bahasa Megawati, tidak jelas (Bali, Jawa, Bengkulu), dan pemimpin masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia, SBY bergaya bahasa, menurut Guru Besar Bahasa Indonesia/Linguistik pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Institut Ilmu Pemerintahan Abdi Negara, Universitas Indonusa Esa Unggul, dan Universitas Nasional Jakarta ini, yakni “I don’t care with popularity.”

Lebih-lebih pada era reformasi ini, ujar Profesor Zainal Arifin, bahasa Indonesia makin goyah karena goyahnya budaya nasional dan budaya suku dengan alasan kini sudah era bebas bicara dan bebas berekspresi, sudah era globalisasi. “Akibatnya, bahasa Indonesia berantakan dan memprihatinkan,” tegasnya.

Bahasa Indonesia masa kini, katanya, diganggu dari berbagai penjuru, seperti bahasa gaul, bahasa Betawi, bahasa pelesetan, dan bahasa asing. Berikut ini contoh-contoh serbaneka gangguan.

Contoh Bahasa Gaul

Nondra yuk bow! (Nonton yuk bow!)

Bolelebo, jambore berapipa? (Boleh jam berapa?)

Jambore enam anjas ye? (Jam enam aja ya?)

Ketumbar di sandro ye. (Oke, ketemu di sana ya.?)

Contoh Bahasa Betawi

Gapapa klo lho blon tau sape aQu;

Gitu aja kok repot, nggak usah didengerin, gak perlu diurusin; uda, gimana, makasih, gini, truZ, dikit;

Hari gini pengennya pasti dapet.

Nyok kite bareng bikin Jakarte lebih baek dari kemaren.

Contoh Bahasa Pelesetan

Agus = ‘Agak GUndul Sedikit’; M.B.A. = ‘Mulai Botak Atas’; Sugus = ‘SUdah GUndul Sekali’; Wagub = ‘WAh GUndul Benar’; Umar = ‘Untung Masih Ada Rambut’; M.Sc. = Mantan Sopir Camat; Ph.D. = Perkawinan Hamil Duluan; DR (tidak mau Dr.) = Doktor Ruko-Ruko; S.H. = Susah Hidup; S.T. = Sarjana Togel; Ir. = Injak Rem; M.M. = Magister Main-Main; S.Pd. = Sarjana Penderitaan atau Saya Penggemar Dangdut; Niaga = Nikmatnya Main Bertiga; Ardath = Aku Rela Ditiduri Tapi Tidak Hamil; Senior = Senang Istri Orang; Bupati = Buka Paha Tinggi-Tinggi; Sekwilda = Sekitar Wilayah Dada

Contoh Penggunaan Kata Asing yang Tidak Perlu

Who wants to be a Milionaire; Pos Sore News and Talk; Metro This Morning; Metro Hit List; Today’s Dialogue; Musik MTV Most Wanted; Musik MTV Connect; Video Fashion News.

Kata yang sering digunakan

lawyer, break, job order, misleading, common sense, money politics, Square (Cipadu Square), goodwill

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: