Ejaan dalam Karya Tulis Ilmiah

Posted on 26 September 2007. Filed under: Bahasaku-Bahasamu |

Category            [Bahasaku-Bahasamu]

Ketika kita mencermati serbaneka isi pernyataan dalam kebahasaan yang muncul di kalangan mahasiswa, ternyata masih memerlukan penyuluhan yang intensif. Apalagi kalau isi pernyataan mahasiswa berkaitan dengan ejaan dalam karya tulis ilmiah, ejaan ini sering luput dari perhatian mahasiswa. Oleh karena itu, materi “Penyuluhan Bahasa bagi Mahasiswa Persatuan Guru Sekolah Dasar Universitas Khairun” di Ternate yang disampaikan oleh Profesor Zaenal Arifin zaenal_arifin48@yahoo.com.au berikut ini sepatutnya mendapat perhatian.

Kata depan di yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan di mana, maka dituliskan terpisah. Misalnya di sana, di jalan, di kali, di sini, di pasar, di sungai, di situ, di toko, di kebun, di atas, di rumah, di gunung, di bawah, di sekolah, di hutan, di dalam, di udara, di perairan, di tengah, di serambi, di sudut, d sisi, di jamban, di stasiun.

Di- sebagai awalan yang dapat diubah menjadi meng- ditulis serangkai. Misalnya digarami berlawanan dengan menggarami, diperlihatkan berlawanan dengan memperlihatkan, diungkapkan berlawanan dengan mengungkapkan, dimeriahkan berlawanan dengan memeriahkan, dilandasi berlawanan dengan melandasi, disajikan berlawanan dengan menyajikan, diubah berlawanan dengan mengubah, dipikirkan berlawanan dengan memikirkan.

Ke yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan ke mana ditulis terpisah. Misalnya ke sana, di pinggir, ke atas, ke sini, ke samping, ke bawah, ke situ, ke sisi, ke udara, ke pojok, ke tengah, ke kebun, ke dalam, ke depan, ke kampus, ke belakang, ke muka, ke kecamatan, ke mana, ke hilir, ke pertemuan.

Ke- yang tidak menunjukkan arah  harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengiringinya. Misalnya ketua, kehujanan, kehendak, kedinginan, kekasih, kepanasan, ketiga, kepagian, kelima, kemalaman, keberhasilan, kesorean, keberuntungan, kejujuran, kehadiran, keterampilan.

Penulisan gabungan kata. Misalnya tata bahasa, juru tulis, kerja sama, kambing hitam, tepuk tangan, anak emas, duta besar, beri tahu, bulu tangkis, lipat ganda, tanda tangan, dua puluh lima, tanggung jawab, hancur lebur, bulu tangkis , rumah sakit umum.

Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai. Misalnya manakala, matahari, sekaligus, barangkali, bilamana, padahal, daripada, bumiputra, apabila, bagaimana, segitiga, barangkali, saputangan, halalbihalal.

Gabungan kata yang salah satu unsurnya terikat atau tidak berdiri sendiri harus dituliskan serangkai. Misalnya amoral, saptakrida, asusila, subbagian, antarwarga, subpanitia, antarkota, subseksi, caturwarga, swadaya, dasawarsa, swasembada, dwiwarsa, tunanetra, ekstrakurikuler, tunarungu, kontrarevolusi, perilaku, mahasiswa, peribahasa, mahakuasa, monoteisme, Pancasila, poligami, purnawirawan, semiprofesional, purnasarjana, pascaperang, pascapanen, pasca-Darurat Militer.

Demikian juga, bunyi /k/, /p/, /t/, /s/ harus luluh jika diberi imbuhan peng- atau peng- … -an.

Bentuk Baku                      Bentuk Tidak Baku

pengait                                pengkait

pengaitan                            pengkaitan

pengikis                               pengkikis

pengikisan                          pengkikisan

pemarkiran                         pemparkiran

pemompaan                      pempompaan

penafsiran                          pentafsiran

penahapan                         pentahapan

penargetan                        pentargetan

penerjemahan                   penterjemahan

penargetan                        pentargetan

penyurvai                          pensurvai

penyuksesan                     pensuksesan

penyuplai (pemasok)        pensuplai (pempasok)

penyabotan                       pensabotan

Bentuk Benar                    Bentuk Salah

bilamana                              bila  mana

acapkali                                acap  kali

sekaligus                              sekali  gus

apabila                                  apa  bila

amoral                                  a  moral

purnabakti                          purna  bakti

non-RRC                              nonRRC

non-Asia                              nonAsia

pan-Islamisme                  pan Islamisme

antarwarga                         antar  warga

antarmahasiswa               antar  mahasiswa

ekstrakurikuler                 ekstra  kurikuler

saptakrida                           sapta  krida

nonblok                               non  blok

Terdapat dua belas kata dengan pun yang harus dituliskan serangkai.

walaupun, bagaimanapun, andaipun, sekalipun (yang berarti ‘walaupun’), meskipun, sungguhpun, kendatipun, adapun, kalaupun, maupun, ataupun, dan biarpun.

Kata pun lain harus ditulis terpisah.

Misalnya saya pun, berlari pun, dua orang pun, mereka pun, sedih pun, gembira pun, gunung pun, Pemilu 24 pun, apa pun, ke mana pun, di sini pun, rakyat pun.

Partikel per harus ditulis terpisah jika
a. berarti  ‘tiap’ per meter, per orang;
b. berarti ‘mulai’ per Oktober, per April;
c. berarti ‘demi’ satu per satu.

Bentuk per yang berarti pecahan dan yang tergolong imbuhan ditulis serangkai. Bentuk per yang berarti pecahan dan yang tergolong imbuhan ditulis serangkai.

Misalnya lima persen, dua pertiga, tujuh persembilan, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.

Penggunaan Tanda Koma

a. Sebelum kata-kata berikut tidak boleh ada tanda koma.

bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah,  dan sebagainya.

b. Ungkapan penghubung antarkalimat diikuti tanda koma.

oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, lagi pula, namun, meskipun demikian,

misalnya, sebaliknya, sehubungan dengan itu, sementara itu, kemudian, dan sebagainya.

Penggunaan Tanda Hubung

(a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital

Misalnya, se-Jakarta, se-Jawa Barat

(b) ke dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata.

Misalnya, ke-25, 2000-an, di-PTUN-kan, dan mem-PHK.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Ejaan dalam Karya Tulis Ilmiah”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

cukup bagus nih, bisa menambah wawasan juga, terutama buat yang bekerja di bagian editor seperti saya.. ^_^ terimakasih


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: