Her-story dan Kisah Tanpa Narasi Titarubi

Posted on 20 September 2007. Filed under: Apa&Siapa |

Pameran tunggal HERSTORY oleh Titarubi, 39 tahun mengundang decak kagum. Kekaguman pada karya perupa yang menunjukkan ketekunan dan kepiawaian, entah ide entah cita rasa. Ia mengekspresikan keramik yang mewujud dari gagasan perupa dalam rupa tubuh. Ia menempatkan manusia dan kemanusiaan pada derajat tertinggi.

Seniman berlatar belakang keramik itulah Titarubi. Karya keramik Titarubi, yang akrab dipanggil Tita menyerupai doa ibu untuk keselamatan sang anak sepanjang hayat. Pada hakikatnya ia mengekspresikan keramik dalam rupa perempuan dan tentang dunianya. Tita sungguh-sungguh memperkaya khazanah dunia kreatif di Tanah Air.

Karyanya begitu halus penuh rasa-perasaan (perhatikan karya Tita via tayangan salindia!) Pembuatan yang ekspresif penuh ketekunan. Begitu itulah profesional perupa. Ia berangkat dari dunia keramik. Tita juga memberi makna mendalam di dalam dunia seni rupa. Tita sebagai perupa Indonesia dengan keterampilan grafir. Proses kreatif Tita luarbiasa. Sebagai seniman rupa, Tita mulai berkarya dari medium, lalu mengambil bentuk hingga merangkaikan sejumlah material. Herstory bagian dari biografi Tita, ibu dari dua anak: Carkultera Wage Sae dan Gendis Genclang Hatena Wage Sae.

Sementara itu, menurut Tarlen Handayani, penulis yang “Mengisahkan Tita dalam Kesan” menegaskan bahwa Tita bertransformasi menjadi survivor untuk menapaki jalan menuju garis horizon. Kadang horizon itu bagi Tita seperti kisah tanpa narasi. Tak terlalu penting apapun narasinya. Yang terpenting baginya adalah bersetia pada kisah dan harapannya. Horison kemudian menjadi tujuan baginya untuk menapaki proses kekaryaan dan kehidupannya.

Alia Swastika, kurator dan penulis dalam buku “Herstory Titarubi” menyatakan Tita adalah seseorang yang terus gelisah dan mencari. Saya mengetahui bahwa ia membaca banyak buku dan rajin mencari referensi untuk karya-karyanya.” Dalam “Kisah Tanpa Narasi Titarubi” Alia Swastika menjelaskan awal kisah tanpa narasi ketika Tita sibuk mencari rongsokan besi bekas rel kereta pabrik gula. “Saya pikir ia akan mengolah besi itu menjadi satu bentuk yang sama sekali baru. Ketika kemudian ia mendapatkan apa yang ia cari dan sungguh-sungguh memulai prosesnya … saya agak terperanjat melihat sebuah lori — kereta tebu — lengkap dengan jalinan relnya, terpasang kokoh di studionya yang luas. Ternyata dari rongsokan rel itu Titarubi merekonstruksi kereta tebu, kemudian meletakkan patung-patung tubuh manusia di atasnya.. Itu versi pertama dari Kisah Tanpa Narasi, yang kemudian dipamerkan di Summit Bali Biennale, 2005.”

Demikian Tita. Banyak mengolah tubuh atau sesuatu yang berkaitan dengan tubuh. Tita alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, 1997. Ia berpameran tunggal di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan 17 Jakarta. Pameran karya instalasi Tita berlangsung mulai Selasa 18/9 hingga Kamis 4/10.

Karya-karyanya menampakkan cermin diri sehingga Tita seolah-olah sedang merakit “her-story”. Tita dilahirkan di Bandung, 15 Desember 1968. Tiinggal di jalan Ngadinegaran MJ III/146 Jogjakarta 55143, Indonesia, telepon +62274 418174, +62274 7100250, faksimile +62274450678, Surat-Menyurat Singkat (SMS) +62815 6872540, imel tita@indosat.net.id.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Her-story dan Kisah Tanpa Narasi Titarubi”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

titarubi, keren banget


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: