Minat Baca Meningkat dan Menurun Berkat Peran Media Massa

Posted on 23 Agustus 2007. Filed under: Bahasaku-Bahasamu |

Minat baca masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia menurun. Isi pernyataan ini agak mengkhawatirkan sekaligus menyesatkan. Apalagi saat ini media massa sebagai lembaga penggerak minat baca berkembang pesat di seantero Nusantara. Justru yang terjadi pada zaman ini peran media massa meningkatkan minat baca. Masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia mendapat pasokan bertubi-tubi dan terengah-engah menit per menit tanpa bisa melarikan diri dari serbaneka bacaan. Namun, media massa bermata dua, sisi untung saja atau komersiil dan sisi pendidikan dan pengajaran atau idiil. Sulitkah keduanya berpadu berperan penggerak minat baca plus penerima pundi-pundi keuntungan demi memperpanjang nafas pengelolaan media massa?

Agak aneh rasanya bagi sebagian besar pengelola media massa, kok ya sempat-sempatnya peran media massa dalam peningkatan minat baca masyarakat dipersoalkan lagi. Seminar demi seminar, dari kampanye satu beralih ke bentuk kampanye yang lain tetap sajalah minat baca digugat.  Soal minat baca ini memang stereotipe masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Belum lagi budaya membaca terpatri mengakar kokoh sebagai pembiasaan, eh rupanya media televisi menyelonong masuk ke setiap rumah dan gedung-gedung pertemuan.

Nah, lagi-lagi persoalan ini mengemuka kalau bukan hanya gencarnya media elektronika berbasis tayangan televisi semakin berkuku, melainkan juga karena kegelisahan dan kecemasan peran media cetak yang kian menurun. Daya juang pengelola media cetak terasa “tinggal menghitung hari”.

Bukan itu saja, ada sinyalemen dari peserta seminar, pensiunan harian Kompas bahwa “Peran Media Massa dalam Peningkatan Minat Baca Masyarakat” yang diseminarkan Kamis 23/8 di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, lantai 19, Jakarta, pukul 10.00–14.00 WIB menggarisbawahi bahwa tahun 2025 media baca seperti koran dan majalah tersingkirkan kalau tidak lekas mencari alternatif media yang lain. “Televisi dan koran saat ini memang sangat kapitalis karena asumsi beli peralatan yang mahal,” ujar Thahir Dadang Asmadi, yang dilahirkan di Cirebon, Ketua Forum Bahasa Media Massa dengan mengajukan komentar penuh semangat pada sesi tanya jawab.

Presentasi diawali dengan pembicara doktor Dendy Sugono, Kepala Pusat Bahasa, lalu berlanjut kepada pemakalah doktor Endry Boeriswati, M.Pd.,.Kepala Jurusan Bahasa Seni Universitas Nasional Jakarta, kemudian pemutaran cuplikan film “Rumah Dunia” bertajuk “Sauni” oleh Heri Hendrayana Harris yang akrab disapa Gola Gong, tim kreatif.RCTI, Mulyo Sunyoto, M.Pd., wartawan parlemen dari LKBN Antara yang dimoderatori oleh Maria Dian Andriana +628128432706 dari LKBN Antara.

Latar belakang kondisi geografis wilayah negara Republik Indonesia, lingkungan alam tropis, kekayaan alam, yang berlatar pada kondisi masyarakat dengan budaya, etnik, bahasa, ekonomi, politik, dan agama adalah bagian ulasan pembuka Dendy Sugono. “Pencerdasan masyarakat dengan penerbitan bacaan, perluasan penggunaan, pengungkapan gagasan modern, dan ranah ilmu, teknologi informasi, seni, pendidikan, usaha, dan media massa marilah bergerak bersama,” demikian Kepala Pusat Bahasa menegaskan seraya menambahkan, “Saya sangat mendukung kalau lembaga kebahasaan seperti forum bahasa media massa berkembang pesat sampai di setiap ibu kota provinsi. Saya selalu mendorong sejak awal supaya FBMM maju terus.”

Lebih lanjut lagi Dendy Sugono mengurai bahwa jati diri masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia memiliki bahasa persatuan, bahasa negara, dan lambang kebahasaan. Oleh karena itu, masalah minat baca memiliki multi-aspek, antara lain kondisi budaya lisan, ekologi (dengan adagium kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit, itu kebiasaan yang berkembang supaya mendapat uang pelicin, katanya), bahan bacaan yang utama, pendukung, rujukan, ruang baca seperti di rumah (pribadi), perpustakaan, ruang publik, motivasi, dan iklim penciptaan.

Manfaat membaca, kata Dendy Sugono, dimulai dengan melihat aspek identifikasi, pemahaman, pengembangan sikap kritis atau kreatif. Oleh karena itu, muncul kekuatan bahasa dengan unsur-unsur seperti kecerdasan spiritual (intuisi, kekuatan spiritual), kecerdasan emosional seperti masalah sosial, seni, perasaan, kecerdasan intelektual seperti mengukur kecepatan dan hal-hal baru, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, berperan aktif dalam menghitung angka.

Pada sisi lain, Dendy Sugono mengungkap kekuatan bacaan, seperti memberikan masyarakat memiliki wawasan ilmu (politik, ekonomi, flora, fauna, ekologi, seni/sosial/budaya). Kekuatan bacaan ini berkorelasi dengan pengembangan minat baca (nonkertas dan nirkertas) dan pengembangan bahan bacaan dengan mencetak buku (media cetak), elektronik (televisi), ruang maya, ruang publik.

Dendy Sugono yang menyampaikan presentasi bersemangat menyampaikan bahwa minat baca wajib dikampanyekan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi, penerbit, dan media massa. Oleh karena itu, wadahnya berupa sayembara penulisan kembali bacaan untuk anak, resensi buku, penulisan buku. Selain itu, penyediaan ruang atau kolom bacaan yang menarik, berisi berbagai bidang kehidupan, pengisahan cerita, deskriptif, informatif, seperti menyediakan ruang baca di tempat umum (suratkabar, tabloid, majalah), koran masuk desa (suratkabar edisi khusus, bacaan ringan).

Presentasi yang disampaikan melalui tayangan salindia mendapatkan respons peserta yang serius menyimak dan mencatat poin demi poin. Pada akhir tayangan Dendy Sugono menutup dengan jargon atau tagline “Membaca Membuka Jendela Ilmu dan Teknologi serta Seni”.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Minat Baca Meningkat dan Menurun Berkat Peran Media Massa”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

John, saya lihat fotonya,lebih muda 20 tahun. Berita-berita yang ditampilkan bagus banget.Banyak informasi yang diperoleh.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: