Oracle Siasati Perubahan Perusahaan di Indonesia

Posted on 26 Juli 2007. Filed under: Sastra Teknologi Informasi&Komunikasi |

Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel July 26th 2007 (1)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel July 26th 2007 (1)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel July 26th 2007 (1)

Perkembangan komunikasi dan media industri membuat pelanggan telekomunikasi mengalami kerugian-kerugian. Ambil contoh kelebihan tagihan, penyelesaian keluhan pelanggan berlarut-larut, jumlah gangguan yang meningkat, panggilan telepon terputus, dan layanan operator telepon mengecewakan. Namun, Prof. Dr. Ir. Muhammad Noeh, DEA selaku Menteri Komunikasi dan Informatika, seperti yang disitir oleh Adi J. Rusli berkomitmen bahwa pemerintah akan membantu pelanggan. Lantas, bagaimana cara perusahaan memperlakukan pelanggan?

Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (2)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (3)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (4)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (5)

Cara berpikir yang berubah merupakan inti dari isi pernyataan yang disampaikan oleh Andrew Lau, General Manager, Services Industry, ORACLE Corporation ASEAN dalam tayangan salindia (slide show) yang berjuluk “Trend and Business Challenges in Telecommunications and Media” di Hotel Mulia, Kamis 26/7 pukul 9.10—9.45 WIB.

Inti resume penyaji Andrew Lau itu mendapat respons bagi Giri Suseno Hadihardjono, Former Minister of Communication of RI Chairman of MASTEL, pukul 9.45—10.30 WIB. Bahkan Keynote for Communications and Media Industry in Indonesia ini mempertanyakan bahwa percepatan perkembangan teknologi apakah masih ada gunanya?

Direktur Pengelola (Managing Director), Adi J. Rusli sebagai orang nomor satu di Oracle Indonesia dan lebih dari dua belas tahun memangku serbaneka jabatan itu menegaskan, Oracle ingin berpartisipasi aktif pada pengembangan teknologi perusahaan. Melalui pengembangan teknologi perusahaan, Manager Support ini meyakini bahwa pengembangan dan pengimplementasian strategi bisnis dapat mendorong pendapatan dan pangsa pasar bagi setiap perusahaan. “Saya sangat bersemangat untuk bekerjasama dengan mitra dan pelanggan Oracle Indonesia untuk mengimplementasikan teknologi strategis yang akan mengubah dan meningkatkan performa serta efisiensi operasional perusahaan,” ujar insinyur teknik elektro dari Universitas Diponegoro Semarang yang bergabung dengan Oracle Indonesia 1995, seraya menambahkan, “saya berharap membantu perusahaan di Indonesia untuk tumbuh dan bersaing dalam pangsa pasar global.”

Entah Sum Chor Mien selaku Industry Director, Telecommunication and Media Industry ORACLE Corporation Asia Pacific, entah Andew Lau, keduanya mengamini pertanyaan Giri Suseno Hadihardjono bahwa betapa berguna teknologi yang berkembang pesat bagi  kemajuan perusahaan. Jawaban yang tepat atas pertanyaan itu bergantung pada diri kita, ia melanjutkan ceramah dengan satu kalimat pertanyaan, dari manakah kita melihatnya?

Lihatlah, katanya, perkembangan peradaban mulai meningkat sampai dengan titik tertentu. Kurva pertama A melewati titik kritis tertentu C, sebelum sampai pada kurva kedua B. Ia mengurai lebih lanjut bahwa perkembangan peradaban dengan living standar meliputi agricultural wave (gelombang pertanian) pada 8000 BC—1750, lalu memasuki periode dislocation dengan industrial wave (gelombang industri) pada 1850—1960, dan information wave (gelombang informasi) pada 2000—xxx. ”Pada tahap informasi ini, (dirjen) pajak tidak berdaya terhadap penulis online, yang memiliki akses langsung kirim tulisan dan kirim honor melalui internet, langsung masuk ke rekeningnya,” tandas Giri Suseno Hadihardjono mantap.

Era informasi dan komunikasi ini membuat hubungan perburuhan juga rusak. ”Itu semua karena internet.” Oleh karena itu, pada era ini kebutuhan masyarakat terbagi dalam dua paradigma. Yang lama, masyarakat mengutamakan pangan, sandang, papan, sedangkan yang baru pada aspek psiko sosial, rasa aman, pengakuan sosial, harga diri. Pola lama, sifat masyarakat baku dan universal, sedangkan pola baru serbaneka dan unik. Lama, kebutuhan masyarakat tidak berubah dengan waktu, sedangkan yang baru berubah dengan waktu. Penguasa pasar masyarakat yang lama sebagai produsen dan pemilik modal, sedangkan yang baru masyarakat bertindak sebagai pelanggan dan pemakai.

Pertanyaannya kemudian, pelanggan kita bagaimana? Giri Suseno Hadihardjono yang akan melanjutkan penerbangan ke Manado untuk berceramah tentang ICT di hadapan ibu-ibu usai seminar itu menjelaskan, sebagian besar pelanggan kita terdiri atas:

1. kaum muda;

2. fashionfreek (biar bokek asal gaya), misalnya memiliki Nokia E90 Communicator canggih. Padahal, ia hanya memakai tiga fungsi, seperti menelepon, SMS, dan ditelepon;

3. happy-happy (enggak mau susah);

4. imported thinks oriented;

5. high mobility;

6. demanding convenience.

Pada era gelombang ketiga ini, katanya, tuntutan perubahan dan kemampuan teknologi begitu besar. ”Mungkinkah kita bisa bertahan menghadapi situasi?” tanya Giri Suseno Hadihardjono.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Giri Suseno Hadihardjono menjelaskan permasalahan di Sampit Kalimantan Barat. Katanya, tumbuhkanlah peradaban agriculture dengan industri, itu solusi masalah di Sampit.

Nintendo sebuah permainan yang pasti dikenal oleh semua peserta, menurut Giri Suseno Hadihardjono, berapakah usianya sekarang? Pertanyaan ini mendapat respons dari peserta seminar dengan serbaneka jawaban. Ada yang mulai menjawab, sepuluh tahun, lima tahun, malahan ada yang menjawab lima belas tahun. Mendengar jawaban itu dengan cepat Giri Suseno Hadihardjono mengungkap data dan fakta melalui tayangan salindia bahwa sejak berdiri 1889, kalau kita lihat sampai 2007 Nintendo siap dengan perubahan-perubahan. “Company yang akan dicapai memerlukan company policy,” tegas Giri Suseno Hadihardjono, sembari menggarisbawahi bahwa tema perubahan boleh saja berarti visi ikut berubah, paradigma berpikir pun berubah. Oleh karena itu, bagaimana menyiasati perubahan? Giri Suseno Hadihardjono pun menekankan bahwa perubahan itu terserah Anda!

Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (6)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (7)Oracle Communication and Media Industry Executive Forum, Mulia Hotel, July 26th 2007 (8)

Seminar “Oracle Communication and Media Industry” Forum Eksekutif di Ruang Gerbera Hotel Mulia Jakarta berakhir pukul 11.20 WIB dengan pembagian hadiah pintu (doorprize) berupa dua DVD Philips yang berstiker ORACLE. Stiker pada doorprize ini membuat sebagian peserta nyaris terkecoh jika Gunawan dari Oracle tidak segera menyampaikan informasi bahwa Oracle tidak mengeluarkan DVD. “Itu hanya stiker,” ujarnya seraya mengingatkan kepada peserta agar mengembalikan feedback form untuk ditukarkan dengan souvenir Oracle.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Oracle Siasati Perubahan Perusahaan di Indonesia”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

Oracle merupakan Raksasa Database yang terkenal dimana, bukan hanya terkenal karena produknya yang digunakan dimana-mana, juga dikarena peletakan prosedur yang baku dan diakui secara umum dalam prilaku pengelolaan perusahaan. Sebagian besar benturan perusahaan yang memulai menggunakan oracle adalah perbedaan prosedur yang ada di perusahaan dan yang tertanam di sistemnya oracle. Oracle juga dikenal ekslusif karena harganya yang kurang bersahabt dengan kantong kecak.

blidane.wordpress.com

salam kenal bung john,
bung, kalo untuk pemula, sebaiknya belajar oracle mengawalinya darimana bung? misal kalo mau di administrasi, apakah mempelajarinya dari developernya dulu..
wah tambah binun deh saya..

thanks


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: