Tanaman Obat Indonesia Terkaya di Dunia

Posted on 13 Juli 2007. Filed under: Berita |

Indonesia sebagai negara megabiodiversity dunia terbesar nyatanya juga menduduki urutan kedua terkaya di dunia dalam keanekaragaman hayati. Apalagi jika kekayaan laut masuk hitungan. Kekayaan lain berkaitan dengan gudangnya tumbuhan obat (herbal). Apakah kita patut bangga atas kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain? Bagaimana cara kita mewujudkan rasa bangga menerima kekayaan yang melimpah ruah?

Profesor Doktor Hembing Wijayakusuma, tokoh herbal Indonesia mengutarakan bahwa Indonesia berpotensi mengembangkan produk herbal yang kualitasnya setara dengan obat modern. Namun, sumber daya alam itu belum dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. “Baru sekitar 1200 spesies tumbuhan obat yang dimanfaatkan dan diteliti sebagai obat tradisional,” ujar Hembing Wijayakusuma, Kamis 12/7 di Ruang Merak Balai Sidang Jakarta pada lokakarya Pekan Produk Budaya Indonesia, pukul 10.00–12.00 WIB.

Beberapa spesies tumbuhan obat yang berasal dari hutan tropis Indonesia justru sangat berguna bagi negara lain. Peneliti dari Jepang mematerikan sekitar 40 senyawa aktif dari tanaman di Indonesia (Suara Pembaruan 26/3/05). “Beberapa obat-obatan yang bahan bakunya berasal dari Indonesia dipatenkan dan diproduksi secara besar-besaran di negara lain,” ujar Hembing dengan nada prihatin.

Sejak dahulu selain memiliki kekayaan hayati yang besar, pengetahuan masyarakat lokal tentang pemanfaatan sumber daya hayati itu cukup tinggi. Kalau pengobatan penyakit dan pemeliharaan kesehatan dengan pemanfaatan tumbuhan obat tidak diupayakan dan dikembangkan dengan optimal tidaklah bijaksana.

Pemanfaatan herbal untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini masih sangat minim. Padahal, biaya pengobatan dan harga obat-obatan melonjak. “Pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah itu,” tukas Hembing.

Sekitar 80% penduduk dunia dalam perawatan kesehatan memanfaatkan obat tradisional yang berasal dari ekstrak tumbuhan, kata world health organisation. Peningkatan kebutuhan obat herbal merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya dan agribisnis tumbuhan obat dan industri pengolahannya.

Saat ini industri farmasi di negara industri dan negara berkembang bahan bakunya sekitar 25% dari tumbuhan.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: