Wacana tentang Morfologi bagi Mahasiswa Indonesia

Posted on 19 Juni 2007. Filed under: Bahasaku-Bahasamu |

     Tatkala saya memunculkan wacana serba-serbi morfologi pada diskusi terbatas kebahasaan, artinya setali tiga uang dengan hal-ikhwal linguistik.

     Pada umumnya peserta yang hadir mafhum. Morfologi sebagai ilmu justru berkaitan dengan bagian linguistik. Artinya, ilmu yang mempelajari morfem dan bagaimana morfem atau morfem-morfem dihubung-hubungkan sehingga membentuk kata. Dengan kata lain, morfologi semakna dengan ilmu tata bentuk kata. 

     Atas dasar itu, ketika saya mengamati seluk-beluk morfologi yang artinya bentuk, makna, dan fungsi imbuhan, maka pengertian yang saya maksud saya bagi menjadi empat bagian. 

     Pertama, membicarakan konsep-konsep dalam morfologi. Isi pernyataannya, antara lain, konsep-konsep morfem, alomorf, kata, afiks, dan morfofonemik. Kedua, membahas bentuk, fungsi, dan makna afiks ber-, meng-, peng-, dan per-. Ketiga, membedakan ciri, perilaku semantis, dan perilaku sintaktis kategori verba, adjektiva, adverbia, dan nomina. Keempat, menjelaskan penulisan nama diri dan nama jenis.  

     Kalau mau tuntas, tampaknya pembicaraan semacam itu bisa lebih dalam lagi ulasannya. Untuk itu, tugas mahasiswa atau dosen sastra Indonesia yang dapat membahas ulasan morfologi ke dalam satu buku bacaan wajib. 

     Pertanyaannya, apakah mahasiswa tertarik mendengarkan uraian tentang seluk-beluk morfologi?  

     Boleh jadi wacana tentang morfologi bagi mahasiswa barulah tertarik kalau ulasannya berkaitan dengan kehidupan sehari-harinya. Misalnya, pada bagian keempat, kalau saya batasi penjelasaannya mahasiswa akan tertarik pada pemakaian ejaan bagi nama diri Tuhan, nama diri persona, nama khas geografi, dan ejaaan nama benda, baik benda bernyawa maupun benda takbernyawa. 

     Akan tetapi, untuk memperdalam materi bagi mahasiswa, saya mengimbau agar para dosen memberikan latihan-latihan yang sudah tersedia dalam buku bacaan wajib. Mahasiswa Atmajaya Jakarta bisa merujuk pada buku morfologi dari Harimurti Kridalaksana, mahasiswa Universitas Indonesia merujuk pada buku Jos Daniel Parera, mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan mahasiswa perguruan tinggi yang lain dapat mencari buku rujukan sendiri-sendiri. 

     Para dosen dapat mengembangkannya sesuai dengan situasi dan kondisi perkuliahan. Oleh karena itu, saya juga menganjurkan kepada para dosen morfologi di mana pun, seyogianya berikanlah kesempatan kepada para mahasiswa untuk berkomentar,  bertanya, dan berdiskusi tentang temuan mereka yang berkaitan dengan morfologi di tengah masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “Wacana tentang Morfologi bagi Mahasiswa Indonesia”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

hmmm… kalo masalah tertarik ato gak seh.. tergantung bgaimana membawakannya…. hehehhehehe….

Mohon maaf, cuma sedikit komentar, setahu saya Mahasiswa UI lebih merujuk pada pemikiran-pemikiran Harimurti Kridalaksana. Sebabnya, dia adalah pengajar tetap di UI,yang diakui kepakaran lingustiknya baik oleh mahasiswa maupun oleh rekan sejawatnya. Karya-karyanya pun sering dijadikan acuan para mahasiswa UI.

Sebaliknya, Jos Daniel Parera tidak pernah atau jarang dirujuk oleh para mahasiswa UI. Setahu saya belum ada karyanya yang dijadikan acuan dalam mata kuliah Morfologi di lingkungan FIB UI.

Salam takzim,

Islam Agama Yang Diridhai Allah SWT Rabb Semesta Alam Pencipta Langit Dan Bumi

Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT Rabb Alam Semesta Pencipta Langit Dan Bumi dan tidak menyembah Tuhan selain Allah SWT. “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [QS Ali Imran : 64]

Sesungguhnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan Nabi Ibrahim : “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” [QS Al Hajj : 78]

Sesungguhnya Ibrahim dan tiap-tiap Nabi lainnya beragama Islam. Bukan orang yang musyrik : “Dan mereka berkata : “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” [QS Al Baqarah : 135]

“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.“ [QS Al Baqarah : 140]

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” [QS Al An’aam : 161]

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [QS An Nahl : 123]

Bahkan Ibrahim mewasiatkan keturunannya agar tidak mati kecuali dalam agama Islam : “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [QS Al Baqarah : 132]

Agama yang diridhai Allah hanya Islam.
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [QS Ali Imran : 19]

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [QS An Nuur : 55]

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [QS Ali Maa-idah : 3]

Tidak Diterima Agama Selain Islam.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS Ali Imran : 85]

Hanya Islam agama yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah. Hanya mengabdi pada Allah. Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah : ”Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” [QS Az Zumar : 3]

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [QS Ali Imran : 10]

Bila dalil-dalil yang begitu jelas dan gamblang, masih belum juga membuka hati untuk mengatakan bahwa hanya agama Islam-lah agama yang benar, maka sebagai penutup untuk orang-orang yang menga-takan semua agama adalah sama dan benar, mari saya kutipkan ayat untuk menjadi perenungan bersama : “Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): Apakah yang dikatakannya tadi? Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” [QS Muhammad : 16]

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci” [QS Muhammad : 24].***


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: