Sembilan Trik Atasi Bosan Saat Diklat

Posted on 14 Mei 2007. Filed under: Karangan Khas |

Pengantar
Ketika bosan melanda peserta pendidikan dan pelatihan atau diklat, ternyata menarik sebagai sumber inspirasi bagaimana cara menyiasatinya. Oleh karena itu, saya pun sebagai pemateri tertarik saat menugasi kedua puluh peserta diklat dari Pusat Grafika Indonesia bagi instansi pemerintah dan university press dalam penulisan karya ilmiah populer, 23 April-22 Mei. Seorang peserta mengungkap trik dan menyampaikan di forum dengan entusiasme. Perhatian penuh pun muncul dari peserta yang lain. Atas dasar itu, berikut ini saya sampaikan tulisan Rudy Halalutu yang berjuluk “Sembilan Trik Menyiasati Kebosanan Saat Diklat”.

Pendahuluan
Diklat atau pendidikan dan pelatihan adalah kata yang umum yang sering kali kita jumpai dalam dunia pekerjaan. Diklat bukan hanya terbatas pada kalangan pegawai negeri sipil, melainkan juga tidak jarang dijumpai dalam bidang pekerjaan lain. Diklat merupakan suatu bentuk usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam suatu bidang khusus tertentu dengan berbagai tingkatan. Juga sering kali berfungsi menyiapkan tenaga-tenaga dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan tujuan diadakannya diklat.

Dalam pelaksanaan, diklat tidak mempunyai suatu pakem atau aturan baku tentang bagaimana sistem pelaksanaan yang harus digunakan atau berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dari diklat itu sendiri. Walaupun beberapa lembaga tertentu sebagai pelaksana diklat memiliki apa yang disebut dengan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP), tetapi sekali lagi bagaimana diklat itu dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari pelaksanaan diklat.

Keragaman pelaksanaan diklat bukan hanya dari segi materi yang diberikan karena disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pelaksanaan, melainkan juga pada siapa pemberi materi, sistem pengaturan kelas, bahkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu diklat. Berbagai macam unsur yang tercakup dalam pelaksanaan suatu diklat tentu saja akan sangat mempengaruhi keadaan para peserta, baik dari segi fisik maupun psikologis, yang pada akhirnya mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaan diklat.

Pada kenyataannya, banyak diklat yang pada akhirnya tidak mampu mencapai tujuan yang diharapkan hanya karena para peserta tidak mampu beradaptasi dengan kondisi dan suasana diklat yang dilaksanakan. Banyak permasalahan yang bisa saja muncul yang dapat mempengaruhi konsentrasi para peserta dalam menerima materi yang diberikan. Bosan sebagai kata yang paling sering muncul ketika peserta diklat ditanyai tentang bagaimana pendapat mereka saat mengikuti suatu diklat. Sangat manusiawi jawaban ini, BOSAN! Mestinya jawaban seperti ini menjadi suatu kritik positif bagi para pelaksana diklat untuk lebih mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi para peserta.

Kebosanan yang dialami oleh para peserta bisa bersumber dari berbagai macam aspek, seperti materi yang diberikan yang tidak menarik, sistem pengajaran yang lamban, pemberi materi yang tidak menguasai materi dan tidak mampu menguasai kelas, fasilitas diklat yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan para peserta, pengaturan jam diklat yang terlalu panjang dengan waktu istirahat yang terbatas dalam satu hari, makanan, dan juga fasilitas-fasilitas pendukung lain jika dibutuhkan, seperti fasilitas praktikum, olahraga, hiburan, dan kesehatan. Selain itu, panjangnya waktu diklat sangat mempengaruhi keadaan fisik dan psikologis para peserta.

Dalam diklat-diklat tertentu yang memakan waktu lama, berminggu-minggu, bahkan sampai berbulan-bulan, kebosanan merupakan hal yang sangat wajar apabila dialami oleh peserta diklat. Bagaimanapun pelaksana diklat berusaha untuk menciptakan suasana yang tidak membosankan bagi para peserta diklat. Dalam kurun waktu panjang ketika seorang peserta diklat harus meninggalkan kehidupan sehari-hari, keluarga, kebiasaan-kebiasaan, maka kebosanan tetap saja akan muncul. Sekali lagi, hal ini sangat MANUSIAWI.

Sembilan Trik Mengatasi Kebosanan

tim-diklat-pusgrafin-dan-pemateri.jpg

Kata bosan sendiri kemudian seakan-akan menjadi momok baik bagi peserta diklat atau pelaksana diklat. Dalam tulisan ini, penekanan lebih diarahkan kepada para peserta diklat yang harus menghabiskan waktu yang lama, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dalam suatu diklat agar dapat menyiasati kebosanan yang muncul. Berikut ini sembilan trik menyiasati kebosanan saat diklat yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para peserta diklat dalam melewati hari-harinya. Dengan sembilan trik ini setidaknya kebosanan akan dapat ditekan, bahkan akan diperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman baru yang bukan bagian dari tujuan diklat yang sedang diikuti.

Pertama, bersyukur
Sebagai seorang manusia yang beragama, peserta diklat harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Menjalankan ibadah dan mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan kegamaan serta memperbesar rasa syukur karena telah diberikan kesempatan untuk menimba dan memperoleh pengetahuan serta pengalaman baru dari diklat yang diikuti.

Kedua, asas manfaat
Peserta diklat harus membangun suatu kesadaran akan pentingnya diklat yang sedang diikuti, baik untuk dirinya maupun instansi atau organisasi tempat ia bekerja. Suatu kesadaran tentang manfaat diklat yang sedang diikuti yang pada kenyataannya sangat membantu dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas sehari-hari sebagai seorang pegawai atau karyawan dalam suatu instansi.

Ketiga, manfaatkan kesempatan belajar
Sebagai peserta diklat tentu saja akan banyak memperoleh pengetahuan baru yang mungkin selama ini belum diketahui. Manfaatkan kesempatan untuk bertanya sebanyak-banyaknya tentang materi yang diberikan agar benar-benar dapat dimengerti dan dipahami sehingga dalam pengaplikasian tidak akan banyak menemui permasalahan dan hambatan. Jangan malu untuk mengajukan pertanyaan, karena dengan bertanya maka apa yang belum dimengerti akan menjadi lebih jelas dan dapat dipahami. Selain itu, dengan ikut berperan aktif dalam proses belajar mengajar melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan mengurangi bahkan menghilangkan perasaan jenuh dan kantuk yang sangat umum dirasakan oleh para peserta diklat.

Keempat, gunakan kesempatan perbanyak teman dan relasi
Diklat biasanya diikuti oleh rekan-rekan kerja yang berasal dari instansi atau lembaga lain yang mungkin tidak dikenal sebelumnya. Gunakan kesempatan untuk lebih saling mengenal antarsesama peserta diklat sehingga akan menambah teman dan relasi yang kelak berguna apabila membutuhkan bantuan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun hal-hal lain. Bahkan bagi yang belum memiliki istri atau suami, bukan tidak mungkin diklat akan menjadi tempat untuk mendapatkan pujaan hati.

Kelima, menggali potensi diri
Melalui diklat peserta dapat menggali potensi diri yang mungkin selama ini terpendam. Pada diklat-diklat dengan waktu pelaksanaan yang panjang, pelaksana diklat biasanya menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung, seperti fasilitas praktikum, olahraga, kesenian, keterampilan untuk mengisi waktu luang para peserta. Manfaatkan kesempatan dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada untuk menggali potensi diri atau melatih diri dan menambah keahlian yang dimilki, sehingga ketika diklat selesai ada nilai tambah yang diperoleh selain hasil dari diklat yang diikuti.

Keenam, rekreasi
Manfaatkan waktu luang untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi, pusat-pusat pertokoan dan perbelanjaan, tempat-tempat menarik yang belum pernah dikunjungi sebelumnya di sekitar tempat pelaksanaan diklat. Selain akan menyegarkan pikiran, dengan mengunjungi tempat-tempat rekreasi dan tempat-tempat menarik lainnya akan menambah referensi tentang tempat-tempat yang bisa menjadi tujuan untuk berlibur atau sekedar jalan-jalan apabila telah kembali berada di tempat masing-masing. Selain itu, dengan mengunjungi pusat-pusat pertokoan dan perbelanjaan akan menambah pen-getahuan tentang barang-barang kebutuhan baik dari segi perbandingan harga, mutu, dan jenis-jenis barang.

Ketujuh, belanja
Apabila memiliki kelebihan dalam keuangan, berbelanja adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan kebosanan. Selain memiliki fungsi seperti pada poin enam, berbelanja juga untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti diklat dan membeli barang-barang lain yang bermanfaat ketika telah kembali ke tempat masing-masing. Demikian juga dengan berbelanja barang-barang lainnya sebagai oleh-oleh yang akan dibawa pulang untuk keluarga, rekan-rekan kerja, atau kekasih hati.

Kedelapan, bijak dengan waktu
Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Gunakan waktu belajar dan menerima materi sebagaimana mestinya, gunakan waktu istirahat untuk benar-benar beristirahat. Apabila terdapat waktu-waktu yang tidak diisi dengan materi diklat, akhir pekan misalnya, gunakan waktu sebaik-baiknya dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan, seperti fasilitas olahraga, kesenian dan keterampilan, atau sekedar rekreasi dan jalan-jalan menyegarkan pikiran, atau berbelanja kebutuhan harian juga barang lain yang akan dijadikan sebagai oleh-oleh ketika diklat berakhir dan kembali ke tempat masing-masing.

Kesembilan, jangan menghitung waktu
Menjadi kebiasaan para peserta diklat untuk menghitung berapa hari diklat yang telah dilewati dan berapa hari lagi yang masih harus ditempuh. Kebiasaan ini pada umumnya menjadi penyebab utama munculnya rasa bosan. Dengan menghitung waktu, maka diklat akan terasa menjadi sangat lama, bahkan seakan-akan tidak akan berakhir. Hindari kebiasaan ini, isilah waktu dengan kegiatan yang sekiranya akan lebih bermanfaat sehingga waktu tidak terasa lama berlalu, selain mendapat keuntungan dari kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan.

Penutup
Walaupun mungkin sembilan trik ini tidak sepenuhnya akan dapat mengatasi rasa bosan saat mengikuti diklat dalam rentang waktu yang panjang, akan tetapi setidaknya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bernilai positif, diklat yang diikuti akan lebih bermakna dan akan bermanfaat dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab apabila kembali kepada aktifitas dan rutinitas kerja sehari-hari di tempat masing-masing.

Selamat mencoba, semoga diklat yang diikuti tidak akan berlalu dengan sia-sia tanpa ada keuntungan-keuntungan positif yang bisa dibawa pulang sebagai ganti waktu yang telah dipergunakan selama mengikuti diklat.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Sembilan Trik Atasi Bosan Saat Diklat”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

Alhamdulillah..
Thanx banget tulisan saya bisa terpampang disini.
Semoga membawa manfaat 🙂
Salam dari Gorontalo

Kesepuluh, sekembalinya dari diklat biasakanlah untuk mensosialisasikan / mentransfer itu ilmu dan pengetahuan yang didapat dari diklat tersebut.
Maaf, sekadar menambahkan Mr. Halalutu


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: