Serbaneka Pengadaan Naskah Cepat dan Baik

Posted on 11 Mei 2007. Filed under: Karangan Khas |

Serbaneka perolehan naskah semakin mudah pada saat ini. Kemudahan memperoleh naskah berkorelasi dengan faktor teknologi informasi. Di manapun kita bermukim jangkauan percepatan informasi dan komunikasi dapat ditempuh dalam hitungan detik.

Kalau era 1970-an masih ada penulis, pengarang, wartawan, kuli tinta mengirimkan naskah yang bertuliskan tangan, bahkan ada yang disertai kemampuan bersteno, pada era 2000-an ini hampir mustahil lagi ditemukan. Khususnya penulis, pengarang, reporter atau wartawan, kuli tinta atau kuli disket yang bermukim di kawasan kota-kota besar di Tanah Air. Kalau di luar kota besar, mulai pedalaman, pelosok Tanah Air sampai dengan tingkat kecamatan masih ada masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia yang mengalami kesulitan untuk mengakses teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, kriteria industri penerbitan pers yang menghendaki penulis, pengarang, wartawan mengirim via alamat imel bisa menjadi bumerang. Naskah mengalami kesulitan tiba di alamat yang dituju, lantaran kendala keterbelakangan mengakses teknologi informasi dan komunikasi.

Adapun ciri-ciri penulis, pengarang, wartawan pada era 2000-an mampu bekerja cepat dan baik dilandasi kepemilikan sebagai berikut.

1. Imel atau pos elektronik (electronic mail)
2. Telepon genggam (handphone)
3. Wireless fidelity di manapun dan kapan pun
4. Komputer jinjing (laptop)
5. Personal data assistent
6. Telepon genggam cerdas (smartphone)
7. Komputer meja (desktop)
8. Jaringan online antargadget
9. Chatting (obrolan atau ceting)

Penulis, pengarang, wartawan yang mumpuni dengan seperangkat gadget semakin mempermudah pengadaan naskah. Di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Ujungpandang, Medan, yang sebagian besar pengadaan naskahnya akrab dengan dunia gadget semakin mempercepat dan menambah baik bobot karangan atau tulisannya.

Industri penerbitan pers wajib cepat tanggap dan mengimbangi kemampuan penulis, pengarang, wartawan yang mumpuni. Perolehan naskah dapat dicapai melalui pengiriman seperangkat gadget. Perencanaan judul, lalu pencarian dan permintaan perolehan naskah pun semakin cepat dan baik.

Meski demikian, tetap terbuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia serbamanual saat mengirim naskah. Industri penerbitan pers tetap memperoleh naskah dengan cara menerima naskah yang dibawa sendiri. Naik angkutan kota atau naik angkutan umum dengan naskah yang masih bertuliskan tangan. Jenis karya seperti itu hingga saat ini tetap ada dan cukup dimaklumi. Unsur terakhir ini tetap dapat berlangsung meski dunia gadget dalam genggaman kian mencengkeram industri penerbitan pers. Pada beberapa penulis, pengarang, wartawan kalau bekerja tanpa suara tak, tik, tuk, tak, tik, tuk, tak, tik, tak, tik bersuara mesin ketik, ide dan gagasan kepengarangannya macet. Sumber suara berisik mesin ketik justru berunsur fantasi munculnya inspirasi ide dan gagasan yang semakin mumpuni. Mumpuni artinya ahli, cakap, lihai, mahir yang muncul dari bahasa Jawa.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: