Kesehatan Orang Muda Mengembangkan Perusahaan

Posted on 23 Maret 2007. Filed under: Karangan Khas |

Kalau produk Cina merambah ke Nusantara mulai dari pelosok ibu kota hingga ke pelosok desa, saya mafhum. Setali tiga angpao dengan produk, maka obat Cina pun menyertai pengobatan resmi dari pihak rumah sakit.

Obat Cina identik dengan sinshe, obat di apotek identik dengan dokter. Sinshe merekomendasi komposisi obat untuk si A, misalnya sesuai dengan keperluan pengobatan si penderita. Obat Cina yang direkomendasi itupun langsung ditelan dan diminum oleh si pasien. Berbeda dengan Sinshe, seorang dokter merekomendasi obat yang jadi pilihannya dengan merujuk ke apotek.

Baik obat rujukan Sinshe maupun rekomendasi seorang dokter, tujuannya adalah mencapai kesehatan yang prima. Bagi saya, kesehatan pada setiap orang berorientasi pada masa istirahat yang cukup memadai. Semua orang yang dinyatakan mengalami gangguan kesehatan, ujung-ujungnya pasti diminta untuk melakukan istirahat total.

Kalau penderita belum istirahat pasti ia tidak bisa sembuh. Dengan beristirahat, energi positif pada masing-masing orang tidak terbuang untuk serbaneka aktivitas sehingga dapat dipakai untuk menyembuhkan organ yang sakit. Oleh karena itu, manfaat istirahat sangat efektif bagi orang yang sakit. Walaupun si sakit minum obat satu truk, kalau tanpa istirahat jangan harapkan ia sembuh. Dokter yang baik pasti memberi nasihat yang sama.

Atas dasar itu, prioritas hidup apa yang baik bagi kita saat ini? Saya akan menggarisbawahi prioritas terletak pada kesehatan. Kesehatan menjadi prioritas. Kesehatan nomor satu. Kalau sehat, semua yang kita inginkan dan angankan niscaya mencapai hasil yang memuaskan. Semua bisa dicapai. Kalau sakit, semua gagal.

Pada saat ini serbaneka perusahaan di Indonesia tengah memasuki era baru, era yang dipimpin oleh generasi muda. Di mana-mana ada perubahan dengan tema “perubahan demi perbaikan” artinya perubahan struktur di perusahaan demi perbaikan kinerja dan pencapaian hasil yang baik untuk kemajuan perusahaan.

Akan tetapi, sifat orang muda dengan kategori 45 tahun ke bawah, sering bertolak belakang. Sisi penolakannya terletak pada sifat anak muda yang menggampangkan semuanya. Semuanya mengganggap enteng. Untuk itu, orang tua yang masuk kategori 45 tahun ke atas patut terus-menerus mengingatkan orang muda bahwa sekeras hati apapun kita bekerja jika tetap peduli atas kesehatan itu adalah prioritas nomor satu. Jadi, kalau orang muda lagi sakit dan terus memaksakan bekerja, maka hasilnya malah negatif. Bisa-bisa ambruk total. Kalau begitu, penyembuhannya lebih lama lagi. Prinsipnya, orang yang mengorbankan kesehatan demi pekerjaan adalah sikap kekanak-kanakan. Sebab jika ambruk, biaya jadi bertambah mahal. Biayanya tambah banyak. Penyembuhannya tambah sulit. Organ-organ tubuhnya menjadi lekas cacat.

Selama orang muda melupakan unsur istirahat, pencapaian hasil perusahaan bertambah buruk. Oleh karena itu, orang muda wajib mendapat pendampingan orang tua agar bisa bersikap dewasa. Jadi bijaksana. Kesehatan orang muda adalah modal utama untuk masa depannya sendiri dan demi perkembangan perusahaan yang lebih baik.***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Kesehatan Orang Muda Mengembangkan Perusahaan”

RSS Feed for Forum Inovatif Pekerja Media Comments RSS Feed

sayangnya kadang orang muda gak suka dikuliahi, dan orang tua gak pintar juga mengemas pesan; salam.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: