Banjir Bersepeda Motor di Jalan Tol

Posted on 7 Februari 2007. Filed under: Unek-Unek |

Frekuensi pergi dan pulang bepergian dengan sepeda motor semakin meningkat tajam. Tak ada peningkatan kendaraan yang begitu mencolok selain bersepeda motor. Di mana-mana sepeda motor merajalela. Dari jalan utama ibu kota Jakarta hingga ke gang sempit di jalan MHT (Muhamad Husni Thamrin). Dari tempat kerja, kuliah atau sekolah menuju ke tempat tinggal, sepeda motor gampang sekali ditemukan.

Kepemilikan sepeda motor semakin mudah. Izinnya tidak sulit. Meski batas umur berlaku dengan surat izin mengemudi yang sah, tetap saja pengguna sepeda motor yang belum mencukupi umurnya beraksi dengan sepeda motor.

Membeli sepeda motor juga sangat mudah. Dahulu prosedur kepemilikan berbelit-belit dan prosesnya panjang, sekarang cukup menunjukkan struk gaji per bulan sudah dapat membawa pulang sepeda motor. Cara membayarnya bisa dengan kredit, angsuran, atau kontan keras (tiga sampai lima kali bayar saja).

Semakin banyak pemilik sepeda motor sempat membuat kalang kabut pihak kepolisian Jakarta. Ruang dan tempat geraknya dibatasi. Di jalan-jalan protokol di kawasan Jenderal Sudirman hingga Thamrin sepeda motor dilarang. Sepeda motor hanya boleh melewati ruas jalan di luar jalan protokol.

Di kawasan mal, pasar swalayan, gedung perkantoran, tempat hiburan sangat mudah menemukan lokasi parkir motor. Kita sulit menghitung jumlahnya. Meski demikian, pada setiap tempat parkir, justru sepeda motor sering mendapat tempat yang jauh dari keramaian, jauh dari kenyamanan, dan jauh dari rasa aman. Lokasi parkir sepeda motor sering dibuat asal-asalan, bahkan sering sepeda motor kehujanan dan kepanasan.

Pada saat banjir ini, sepeda motor rentan rusak dan mogok. Kalau masuk di genangan air, jumlah sepeda motor yang mogok lebih banyak jumlahnya. Oleh karena itu, jarang ada pengguna sepeda motor memaksa lewat genangan air setinggi dada orang dewasa.

Banjir di ibu kota dengan kepemilikan sepeda motor jutaan jumlahnya menciptakan terobosan baru. Sejak Jumat 2/2 hingga saat ini Rabu 7/2 sepeda motor resmi diizinkan melewati jalan tol. Di jalan tol Tomang dan di jalan tol Serpong-Bintaro, misalnya sepeda motor bebas memasuki wilayah kendaraan roda empat atau lebih.

Jalan tol bebas hambatan untuk kendaraan roda empat atau lebih ini ternyata mengasyikan juga untuk sepeda motor. Jalan tol memang sejak awal dibangun bukan untuk motor, melainkan untuk kendaraan beroda empat atau lebih. Kalau melihat kecenderungan yang mengasyikan bagi pengguna sepeda motor memasuki jalan tol, alangkah baik juga kalau  peristiwa banjir ibu kota dijadikan momentum bahwa setiap jalan tol perlu membuat jalan untuk sepeda motor. Anggap saja uji cobanya sedang berlangsung pada musim banjir ini!***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: