Bukan Siapanya, Melainkan Apanya

Posted on 25 Januari 2007. Filed under: Opini |

Tim kerja yang mampu menunjukkan suatu perusahaan mau berbuat apa, mau menghasilkan apa, mau merencanakan apa, sering terlampaui dengan persoalan siapa.

Pada kebanyakan perusahaan yang muncul kebijakan siapa yang menjabat pimpinan, siapa yang mengerjakan, siapa yang melakukan apa.

Nah, dua kata dengan makna berbeda antara kata apa dan siapa ini sering menjebak pimpinan perusahaan. Keputusan yang diambil bukan mendahulukan apanya, melainkan lebih mendahulukan siapanya. Unsur ini sering mengakibatkan kekeliruan mendasar untuk kelangsungan suatu perusahaan berjangka panjang.

Ketika keputusan ditetapkan bahwa si A menjabat sebagai pimpinan, maka ketahuanlah keputusan yang diambil keliru. Si A tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Si A lebih mendahulukan kepentingan kerjanya semata.

Kalau keputusan pimpinan mendahulukan apa yang mau dikerjakan oleh si A, kekeliruan dapat diperkecil. Alasannya, apa yang mau dikerjakan oleh si A sudah ada rambu-rambu kerjanya, si A kreativitasnya menjadi tinggi karena tidak terjebak pada pemenuhan kepentingan hidupnya saja. Oleh karena itu, pimpinan yang bijak niscaya lebih mendahulukan unsur apa, kemudian siapa, kenapa, bagaimana dan kapan ketika merumuskan keputusannya. Untuk itu, bagai mimpi di siang bolong kalau unsur siapa mampu membuat tim kerja kreatif dan bersemangat tinggi dalam pencapaian cita-cita dan tujuan perusahaan.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: