Pesta Pemersatu Blogger

pesta-blogger-08Pesta yang menghibur, mencerahkan, membangkitkan semangat baru, dan memberi inspirasi menjadi pesta yang membuat blogger enggan beranjak dari tempat pesta. Sejak pukul 8.00 hingga pukul 18.00, Sabtu 22/11/08 di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta, komunitas blogger di seantero negeri ini merajut lembaran baru yang membangkitkan semangat baru. Pesta Blogger atau Blogger Party yang mempersatukan menjadi tempat blogger bersemuka setanah air.

Aceh Blogger Community, Forum Lingkar Pena Bekasi, Lunpia dotnet Semarang, Bandung Blog Villages, Kalimantan Borneo Blog Community, Anging Mamiri Makassar, Bali Blogger Community, Tugu Pahlawan Community Surabaya, Bloggaul, Cah Andong Jogjakarta, Wongkito Palembang, Batam Blogger Community, Blog Fam atau Blogger Family, Bloggaul menjadi komunitas yang akrab bagi blogger Indonesia. Blog komunitas ini menerima penghargaan sesuai dengan pusat kegiatan dan perhatiannya. Menurut Wicaksono, Ketua Panitia, kriteria penerima penghargaan Blogging for Society terletak pada sejumlah aktivitas setahun, dampak blog kepada masyarakat, dan kelangsungan aktivitas dari komunitas blog. Pemilik blog “Pecas Ndahe”, Wicaksono mengumumkan penerima penghargaan yang digelari sebagai The Most Promising Blogger Community in 2008 dari Bali Blogger Community.

Chairman Blogger, Wicaksono atau Ndoro Kakung pada saat pembukaan pesta mengungkap bahwa setahun yang lalu, ketika pertama bertemu dalam Pesta Blogger menghasilkan Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2007. Kini di auditorium BPPT berbekal semangat baru, hasilnya moga-moga akan lebih baik. Tahun ini lebih banyak blogger. Dua kali lipat ditambah lima blogger dari luar negeri, seperti Mark Tafoya (USA), Anthony Bianco (Australia), Jeff Ooi (Malaysia), Mike Aquino (Filipina), dan Brown (Singapura). Temanya pun dekat dengan masyarakat Blogging for Society yang bermaksud sebagai sumbangan dan peran nyata terhadap masyarakat Indonesia. “Penyelenggaraan kedua ini ada inovasi baru, seperti photo blogging contest, bloggership atau beasiswa untuk blogger, dan blogging society award,” tegas Wicaksono yang memperkenalkan teman-teman blogger ke panggung, seperti Iman Brotoseno (Chairman tahun 2009), Iqbal Prakasa (angkringan), Enda Nasution, Dimas Novriandi, dan Sinta Witoyo Dhanuwardoyo, pimpinan tertinggi dari bubu dotcom (yang mengusahakan kehadiran tiga menteri), Maverick, dan Indri.

Direktorat Jenderal Pariwisata, Firmansyah Rahim mewakili Jero Wacik, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi menuturkan Pesta Blogger berskala nasional menjadi pemicu percepatan blog Indonesia. Weblog berkembang pesat, internet merupakan media online, maka pengembangan pariwisata dipercepat melalui blogger. Upaya dari blogger merupakan terobosan baru untuk percepatan potensi alam Indonesia. Pada sesi turisme ada blogger yang khusus mengurai objek wisata di Tanah Air dengan wisata kuliner. Diskusi pada sesi blog turisme juga menghadirkan dua blogger Indonesia (Nila Tanzil dan Perucha) plus tiga blogger dari luar negeri.

Depkominfo melalui Dirjen Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmad Jayadi mengurai bahwa delapan puluh tahun yang lalu, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Pada Pesta Blogger inipun pemuda-pemudi dari Jong Bali, Jong Anging Mamiri (Makassar), Jong Jogja (Cahandong), Wongkito (Palembang), itu bentuk refresentasi baru para blogger Indonesia. “Harapan kami, blogger tidak hanya blogging for fun, blogging for humanity (blogging kemanusiaan), melainkan juga blogpreneur (para entrepreneur),” ujar Cahyana di hadapan 1.300 blogger.

Kusmayanto Kadiman, Menristek RI mengatakan mereka (blogger dari luar negeri) pasti akan berbahasa Indonesia. Suka atau tidak para blogger asing akan belajar. Suhu blogger, Ndoro Kakung dan Enda Nasution menjadi legenda yang menguasai A sampai Z blog, yang membikin goblog. Kusmayanto Kadiman menambahkan, “Tragedi kartun Nabi Muhammad dapat diselesaikan oleh Enda Nasution dengan baik, yang mengirim surat kepada wordpress untuk menarik tulisan dari blog.”

Selama jadi menteri, kata Kusmayanto Kadiman tidak akan ada blogger yang ditangkap. Demikian kalimat pertama Muh. Nuh, katanya, sembari menambahkan, selama tidak melanggar peraturan perundangan yang berlaku di negara ini, itu kalimat keduanya. “Contohnya saat ini juga,” tegas Kusmayanto Kadiman, “kalau ada blogger yang mengancam keselamatan presiden, ya langsung ditangkap saja.”

Tentang tema Pesta Blogger itu lebih mencerminkan aspek teknologi, ekonomi, dan politik sebagai kelengkapan ngeblog untuk masyarakat. Itu seperti tema Blogging for Society. Oleh karena itu, blog bukan mematikan media yang lain, melainkan blog sebagai komplemen yang melengkapi yang lain.

Pada sesi diskusi mengenai blogging for society atau ngeblog berdampak langsung pada masyarakat, Yosef Tulak dari Oxfam mengurai bahwa kerja Oxfam dalam komunikasi terjalin melalui media blogging. “Waktu kampanye perubahan iklim dan manfaat perubahan iklim disebarluaskan melalui blog. Blogger bukan hanya sebagai agen perubahan, melainkan juga blogger menginformasikan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Sofwan Manaf, blogging pondok pesantren Darunnajah Bintaro, Tangerang selalu men-support guru dan santri lebih terbuka. “Memberi masukan kepada kiai, ustad melalui blogging,” katanya. Wijaya Kusumah, Blogger dari Labschool Jakarta menggarisbawahi blog sebagai sumber belajar di sekolah. Murid-murid SD biasanya lemah dalam kreativitas menulis. Sementara itu, siswa-siswa SMP dan SMA berdasarkan penelitian sembilan bulan terbukti lebih asyik dengan film, foto, audio, video. “Mohon bantuan perusahaan-perusahaan di Indonesia karena banyak guru yang belum bisa ngeblog.” Padahal, blogger bisa dirangkul dan dijadikan mitra.

Sesi penutup Pesta Blogger menyajikan resume dari tim inti diskusi. Dari sesi “Menjadi Blogger yang Kreatif” Raditya Dika, mahasiswa semester lima jurusan ilmu politik FISIP UI menggarisbawahi blog yang ramai pengunjung atau yang banyak komentarnya akan berbeda dengan blog yang lain. Ada blog yang sehari mencapai dua ratusan pengunjung dengan mudah. Caranya antara lain dengan membuat spot tulisan yang bikin heboh. Namun, yang terpenting jadilah diri sendiri, apa adanya, pesan Dika Angkasaputra Moerwani, nama asli Raditya Dika.

Dari segi kebebasan Ngeblog di dunia maya, batasan dan etika blogger, Pepih Nugraha dari kompasiana.com menggarisbawahi kebebasan berekspresi. “Teman-teman blogger alangkah baiknya menyampaikan pernyataan sikap dan harus menunjukkan rasa setia kawan,” pinta pemilik blog “Beranda t4 Berbagi”.

Blog sebagai alat marketing dan mencari penghasilan tambahan disampaikan oleh Nukman Luthfie. “Ada blogger yang omsetnya semiliar, bahkan ada ibu rumah tangga yang merawat anak menghasilkan penjualan baju sehari hingga lima juta rupiah.” Blogger sekarang ada yang mahasiswa dan karyawan, berkaitan dengan kenyataan bahwa dulu untuk membeli barang tanpa teman diskusi. Namun, sejak 2007, blog memasuki rangking kedua sebagai alternatif informasi yang dipercaya, bahkan mengalahkan iklan di media arus utama. Sekarang perusahaan mulai beriklan diblog masing-masing milik pribadi. Itulah perlunya di-update blog masing-masing. Blog sekarang yang berhasil menambah teman dan menambah pasar sebagai pengganti telepon dan SMS. “Saran saya, fokus pada isi yang mudah mengalir ke blog. Fokus pada konsep.”

Melihat dunia sosial politik dari blogesphere, Martin Manurung mengurai bahwa blog berpengaruh pada sosial politik pada masing-masing negara. Jeff Ooi dari Malaysia aktif di parlemen. Penyampaian kritiknya disuarakan dengan joke, having fun. Blogger menuliskan apa saja tentang partai politik dan penyampaiannya bisa voting, jika ada calon yang diragukan atau akan dipilih.

Ngeblog yang baru mulai disampaikan oleh Anandita Puspitasari yang menjelaskan ide dari sisi mana asalnya. Asal ide yaitu dari diri kita sendiri. Lingkungan bisa jadi sumber ide menulis diblog juga. Dijadikan bahan menarik. Demikian pula dengan bagaimana cara berkomentar diblog. “Yang terpenting, tulisan yang bagus dengan desain bagus akan membuat pembaca menjadi betah,” ucapnya mantap.

Blog dan turisme pada sebuah perpaduan masa depan mengungkap bahwa blogging dalam wisata bisa bertemu secara nyata. Dahulu wisata itu abstrak, satu arah. Kampanye pariwisata dari Pemerintah RI searah, tapi sekarang blog bisa ikut mengkampanyekan wisata Indonesia. Sekarang ada hal yang berbeda dengan kenyataan, berbeda kalau kampanye searah saja. Dari Departemen Pariwisata akan melanjutkan diskusi ini dengan mengadakan lomba penulisan artikel wisata. Setelah seminggu pertemuan Pesta Blogger ini akan diadakan lomba penulisan artikel wisata. Persepsi Indonesia bahwa dahulu negara RI hanya dikenal Bali, atau malah sarang teroris, setelah membaca blog yang dituliskan oleh blogger Indonesia kenyataannya akan sangat bertolak belakang. Mike Aquino dari Filipina menemukan kenyataan yang sungguh luarbiasa berbeda. Ia sadar banyak informasi keliru tentang Indonesia. Sadar, banyak informasi yang enggak benar.

Menjadi fotoblogger andal menjadi bagian dari uraian Iman Brotoseno. Blogger yang mengaku sutradara ini penulis buku yang full lucu. Jerry Aurum, fotografer profesional, pendiri Jerry Aurum Design Company dan Jerry Aurum Photography menyampaikan blog yang visual yang memberi info besar atau penting. Persoalan yang muncul ketika berhadapan dengan bagaimana cara memotret yang sembunyi-sembunyi di kantor imigrasi saat terjadi tindak korupsi. Lantas, bagaimana pula memotret tanaman di siang hari? Itu sejumlah pertanyaan yang muncul pada sesi fotografi blogger. “Ke depan, fotografi di blogging menjadi semakin penting.”

Melindungi hak cipta seorang blogger menjadi bagian Ari Juliano. Hak cipta menjadi persoalan ketika dipertanyakan, bagaimana materi akan di-publish di internet? Yang berhubungan erat dengan blog mengandung arti bahwa semua karya intelektual, seperti foto, gambar, lukisan, tulisan, itu hak cipta. Posting-postingan-nya banyak yang menjadi fenomena tersendiri. Menjadi polemik bagi yang memiliki hak cipta. “Setiap hak cipta memiliki aspek ekonomis dan aspek moral. Karya itu menjadi milik penulisnya. Ada pengakuan hak moral dan hak ekonomis.”

Akhir perhelatan akbar Pesta Blogger atau pesta yang mempersatukan blogger setanah air berlangsung meriah manakala Maylaffayza mempersembahkan tiga lagu baru. Tambahan pula dengan pembagian hadiah atau doorprize, entah dari sponsor entah dari penyandang dana membuat persatuan dan kesatuan blogger semakin erat.***

Make a Comment: ( 2 so far )

blockquote and a tags work here.

2 Responses to “Pesta Pemersatu Blogger”

RSS Feed for {johnherf} Comments RSS Feed

[...] Pak Cahyana dan Pak Kusmayanto Kadiman (Menristek). Sambutan Pak Kusmayanto  yang ditulis oleh mas John Herf: Kusmayanto Kadiman, Menristek RI mengatakan mereka (blogger dari luar negeri) pasti akan berbahasa [...]

kirimi donk blogger2 yang lain biar bisa nyambunga dengan aku, kunjungi pula bloggku di artkimianto.blogspot.com


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...