Pilihan Tempat Belanja
Berlian sebagai tanda kasih sudah jadi ikon jalinan mesra dari dua hati. Berlian sebagai citra merk sebagai penanda simbol status pemiliknya. Berlian begitu dekat dengan wanita. Berlian yang dijual di toko sebagai penanda kehidupan ekonomi yang sehat. Oleh karena itu, berlian yang terdapat di toko serba-ada sebagai bukti bahwa toko itu memiliki komunitas pengunjung yang berkelas. Di Kelapa Gading Jakarta digelar pasar murah berlian yang kerap dipadati oleh pengunjung, khususnya wanita.
Dahulu kala tempat belanja hanya satu di pusat kota Jakarta. Yang terkenal biasanya pengunjung datang ke kawasan Pecinan di Glodok. Jika berkenan mampir ke tempat lain lokasinya cenderung dekat dengan Glodok, yakni Mangga Dua. Nah, pada kedua nama tempat belanja inilah, ikon khas tempat belanja warga Ibu Kota selalu dilekatkan kepada kaum pembelanja. Belum sah rasanya kalau belanja tanpa sudi mampir ke Glodok dan Mangga Dua.
Akan tetapi, saat ini seiring dengan pengembangan wilayah belanja ternyata telah bertebaran tempat belanja di wilayah sekitar Ibu Kota. Tangerang misalnya kini terdapat Summarecon Mall Serpong, Bekasi ada Metropolitan Mall, Bogor ada Botanic Square, lantas di wilayah Jakarta Utara yang sedemikian padat, baik penduduk maupun pemukiman dengan serbaneka pilihan tempat belanja, kini memiliki Mall of Indonesia disingkat MOI.
Tersedianya tempat belanja pilihan menyebabkan ongkos belanja warganya menyebar. Tak lagi rupiah berputar memusat di satu tempat saja. Rupiah menyebar ke sudut-sudut kota. Tempat belanja mengikuti rupiah yang terbanyak penduduk berdaya beli tinggi. Glodok dan Mangga Dua sebagai ikon miliaran rupiah setiap hari beredar seiring dengan nilai transaksinya. Kini jumlah miliarannya kian menyusut lantaran memasuki ke sendi-sendi warga di luar Ibu Kota.
Mirip dengan media alternatif seperti surat kabar yang disebut media arus utama, sekarang warga memiliki bacaan pilihan lain yang lebih cocok untuk warga di sekitarnya. Oleh karena itu, media arus utama atau media mainstreams tak lagi bertaji. Iklan yang dahulunya memusat sekarang menyebar langsung menusuk kepada sasaran utamanya. Media portal juga disebut-sebut sebagai obat penawar bagi warga yang haus akan informasi yang terdekat (proximity). Unsur kedekatan dengan sasaran warganya menjadi jawaban utama menurunnya tiras media arus utama.***



