Ledakan Besar Minat Baca

Penampilan kelompok Paduan Suara "Swarna Gita" PSKD Depok

Heri Darmawan, Ketua Panitia Kompas Gramedia Fair

Henry Koenarfi, Direktur PT Bank Central Asia

Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia

Erwin Parengkuan & Becky Tumewu (MC), Fauzi Bowo, Agung Adiprasetyo, dan penerima KBBI Pusba

Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta

Peresmian Kompas Gramedia Fair Jakarta 2009

Tari Gebyar Kipas dari Bali menyambut peresmian Kompas Gramedia Fair

Peninjauan area Kompas Gramedia Fair dengan iringan Tari Zapin dari Sumatra.
Masyarakat Ibu Kota layak dan pantas menerima bacaan yang cocok dengan daya beli. Oleh karena itu, masyarakat Ibu Kota menjadi sasaran bidik potensial sebagai pelahap bacaan berkelas. Antara bahan bacaan bermutu dan penerbit sebagai perpanjangan tangan demi mencerdaskan pembacanya digawangi oleh Kompas Gramedia Fair di Istora Senayan, Jakarta, Selasa 27/1. Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta secara resmi membuka pameran yang berlangsung lima hari (28/1–1/2).
Dalam pidato pembukaan pameran, Fauzi Bowo mengutarakan rasa bangga pada negara Vietnam. Di Vietnam, katanya, harga buku dipastikan murah karena ada subsidi dari pemerintah. Ada dua barang yang dijual dengan harga paling murah karena disubsidi oleh pemerintah itu, yaitu pangan dan buku.
Hal itu senada dengan negara India, Cina, dan Jepang. Negara-negara ini memberi perhatian lebih pada penerbitan buku baru. Kebijakan pemerintahnya berorientasi pada pengembangan pengetahuan. “Tak mengherankan jika dari negara-negara itu lahir banyak penulis besar, ilmuwan hebat, dan tokoh pemenang hadiah nobel,” ujar Fauzi Bowo mantap. Buku-buku literatur sastra terkenal dunia dapat dibaca masyarakat Vietnam dengan harga murah dan mudah didapat di toko buku.
Sementara itu, menurut Agung Adiprasetyo, Pimpinan Tertinggi atau CEO Kompas Gramedia, Malaysia dan Vietnam menerbitkan buku di atas sepuluh ribu dan lima belas ribu eksemplar setiap tahun. Meski penduduknya hanya 27 juta jiwa dan 80 juta jiwa. Kini Indonesia berpenduduk 225 juta jiwa. “Sejumlah survei yang dibuat di 20 kota besar di Indonesia menunjukkan, minat masyarakat perkotaan untuk mengunjungi toko buku hanya 12 persen,” tegas Agung Adiprasetyo seraya menambahkan, “dari yang 12 persen tak semuanya datang untuk membaca atau membeli buku karena di toko buku biasanya dijual juga barang-barang lain.”
Kompas Gramedia menurut Agung Adiprasetyo, siap menyambut ledakan besar minat baca yang bisa ditumbuhkan di masyarakat melalui beragam media yang ada. “Kehadiran Kompas Gramedia juga untuk memperluas wawasan dan membangun visi kebangsaan untuk membangun keunggulan,” ujarnya.
Pameran Kompas Gramedia Fair atau KGF yang ke-22 ini memberikan diskon sepuluh sampai dengan 70 persen. Bagi pemegang kartu kredit BCA mendapat diskon tambahan sepuluh persen. Selain itu, diselenggarakan lomba paduan suara tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar serta mewarnai, seminar, diskusi buku, lokakarya (workshop), dengan serbaneka kompetisi. Hadir pada pembukaan pameran KGF 2009, Presiden Komisaris Kompas Gramedia, Jakob Oetama, Presiden Direktur, Agung Adiprasetyo, Direktur BCA, Henry Koenaifi, dan Direktur KIA Motor Indonesia, Hartanto Sukmono yang bertindak selaku sponsor utama pameran.
Penyelenggaraan KGF berorientasi pada hiburan dan pendidikan plus sambut ulang tahun ke-39 toko buku Gramedia (ada 90 toko di Tanah Air) plus ulang tahun ke-35 Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.***












RSS - Comments