Mencari Keuntungan di Pasar Modal

Posted on 9 November 2008. Filed under: Berita |

Amerika Serikat “sakit” sedikit saja, negara Republik Indonesia “sakit parah”. Bagaimana cara menghadapi imbasan negatif? Pertanyaan ini mengemuka manakala Amerika Serikat mengalami krisis keuangan terbesar sepanjang sejarah. Meski pemilihan presiden berlangsung sukses, yang kenyataannya efektif Januari 2009, negara di Asia masih menunggu ide-ide orisinal, seperti apa dunia akan diatur. Semua negara entah kaya entah miskin bersatu padu agar krisis keuangan dapat dihindari. Jika gagal, otomatis pertumbuhan ekonomi menurun. Oleh karena itu, muncul serbaneka kebijakan “Mencari Peluang Keuntungan di Pasar Modal dengan Taktik dan Strategi” seperti yang Soeratman Doerachman, 65 tahun, Senior Advisor to Indonesia Air Asia sampaikan pada Seminar Sehari di Jakarta (7/11).

Pasar modal bukan hanya salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara, melainkan juga tempat mencari peluang “usaha” untuk mencari keuntungan yang sangat menjanjikan. Bagi investor, pasar modal merupakan salah satu instrumen investasi untuk melakukan diversifikasi investasi.High Risk High Return, tetapi risk atau risikonya dapat dikendalikan,” ujar Senior Advisor pada perusahaan penerbangan di Tanah Air ini mantap.

Soeratman Doerachman mengungkap kunci keberhasilan pasar modal dengan mengetahui cara-cara atau ilmu investasi secara benar. Do right thing right from the very beginning. Jangan terjun ke kolam renang sebelum belajar berenang, pintanya.

Pada diversifikasi aset, ayah tiga anak dengan dua cucu itu menegaskan, jangan menaruh telur di dalam satu keranjang. “Alokasikan aset Anda dalam saham, reksadana, obligasi, properti, barang kesenian, perhiasan, tabungan, uang tunai,” pesan mantan direktur utama dan direksi pada beberapa perusahaan penerbangan di Indonesia. “Tentang saham sebaiknya beli lebih dari satu saham. Beli lebih dari satu sektor.”

Berinvestasi di pasar modal secara benar memerlukan enam pedoman: (1) mengetahui apakah situasi sedang kondusif atau sebaliknya. Berivestasi dalam situasi yang tidak kondusif dapat menimbulkan kerugian; (2) mengetahui saham-saham yang layak dibeli melalui pendekatan analisa fundamental; (3) mengetahui kapan waktu yang terbaik untuk membeli atau menjual; (4) dapat mengendalikan risiko-risiko yang ada di pasar modal; (5) dapat mengelola keuangan atau modal secara baik; dan (6) dapat mengendalikan emosi serta memiliki disiplin.

Investor di pasar modal, katanya, ada investor jangka panjang (value investor, growth investor, analisa fundamental dominan), ada pula investor jangka pendek atau trader (momentum trader, swing trader, day trader, intraday trader, scalper, analisa teknikal dominan; pada keadaan tertentu sama sekali tidak memperhatikan analisa fundamental). “Strategi investor dan trader berbeda dan kadang-kadang bertentangan,” ujar Soeratman Doerachman yang dilahirkan pada 15 Desember 1943.

Apakah saat ini sungguh-sungguh kondusif untuk berinvestasi? Pengalaman di pasar modal bagi mantan direktur utama ini menerangkan bahwa resesi global yang dimulai dengan krisis kredit perumahan di Amerika pada pertengahan 2007 diikuti dengan krisis demi krisis, terutama di sektor finansial dan krisis energi. Oleh karena itu, terjadi contraction. Usaha-usaha penyelamatannya, antara lain penurunan suku bunga oleh bank-bank sentral dunia, proyek USD700 M “Bush”, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, penjaminan simpanan bank, buy back.

Apakah badai telah berlalu bagi Soeratman Doerachman yang pernah mengikuti beberapa pendidikan pasar modal di Indonesia termasuk di BEI dan di USA (Central Financial Engineering and Development, Washington, D.C.) mengulas bahwa dunia pasar modal masih diliputi oleh kekhawatiran. Walaupun demikian, tanda-tanda recovery mulai muncul dua minggu terakhir ini sebagai hasil “pengeroyokan beruang” oleh bank-bank sentral dunia dan usaha-usaha penyelamatan oleh hampir seluruh pemerintah dunia.Karena secara teknikal keadaan masih menunjukkan bearish sifat kehati-hatian dalam melakukan transaksi atau investasi selalu diperlukan,” tegasnya.

Soeratman Doerachman yang pernah memimpin proyek IPO atau go public (penawaran saham perdana; initial public offering atau masuk bursa sebuah perusahaan) menggarisbawahi cara-cara menyikapinya.

Tempatkan terlebih dahulu diri kita berada di mana. Apakah sebagai investor ataukah sebagai trader. Karena ada pebedaan sikap antar keduanya menghadapi keadaan seperti saat ini.

Trader pun ada ilmunya yang mempelajari mencari peluang di segala kondisi, seperti bullish make money, bearish make money dan sideways make money.

Investor ada ilmunya, seperti follow the bullish trend until its end dan follow the bearish trend until its end, kemudian membeli perusahaan-perusahaan bagus pada waktu harganya diobral. Mungkin saat ini waktunya untuk membeli.

Berpikiran positif; di dalam kesempitan pun selalu ada kesempatan atau peluang selama ilmunya dikuasai.

Active investor atau trader yang juga memberikan pelatihan dasar-dasar investasi atau trading di salah satu komunitas pasar modal di Indonesia “J-Club menyimpulkan:

Pasar modal merupakan salah satu indikator ekonomi.

Pasar modal merupakan tempat untuk berusaha mencari peluang keuntungan.

Keberhasilan berusaha di pasar modal hanya dapat dicapai selama mengetahui cara-cara serta ilmu berinvestasi secara benar.

Ada dua cara untuk mendapatkan peluang di pasar modal, yaitu sebagai investor dan sebagai trade.

Berpikiranlah positif. Di dalam kesempitan selalu ada kesempatan selama kita mengetahui cara-cara atau ilmu untuk menghadapinya, termasuk menghadapi situasi krisis global yang sedang berlangsung saat ini.

Ada tanda-tanda recovery yang terjadi pada saat ini yang dapat dijadikan peluang.

Make a Comment

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Mencari Keuntungan di Pasar Modal”

RSS Feed for {johnherf} Comments RSS Feed

Kayaknya investasi di pasar modal belum sampe ke masyarakat luas yang cenderung masih bank-minded untuk menyimpan kelebihan uangnya ya :)


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 319 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: